BOJONEGORO, Tugujatim.id – Kurma merupakan buah yang identik dengan bulan suci Ramadan. Buah asal Arab Saudi ini biasanya menjadi takjil wajib saat berbuka puasa maupun saat sahur. Namun, berbeda dari biasanya, seorang warga yang berasal dari Desa Kalianyar, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, ini justru mengkreasikan kurma yang berbahan dasar buah salak.
Buah salak yang memiliki kulit bersisik ini akan berbeda jadinya jika jatuh di tangan Wulan, seorang ibu rumah tangga yang dapat mengkreasikan buah salak menjadi kurma. Saat didatangi di rumah produksinya, Wulan mengaku sudah memulai usahanya sejak 2017 lalu.
Berawal dari banyaknya salak hasil panen petani yang melimpah sampai harganya turun dan hancur, hal tersebut dimanfaatkan Wulan untuk mengkreasikan salak menjadi aneka macam olahan.
“Saat panen raya harga salak turun sehingga saya inisiatif untuk memanfaatkan dengan mengolahnya secara otodidak dan berbekal belajar dari YouTube,” katanya Kamis (15/04/2021).
Untuk proses pengolahan kurma salak sendiri, dia menjelaskan butuh waktu kurang lebih 3-4 hari. Mulai dari mengupas salak, kemudian dicuci bersih, direbus bersama air dan gula pasir selama 2 jam. Salak utuh yang telah dicuci kemudian dimasukkan ke oven gas selama 2 jam. Terakhir, kurma salak setengah jadi tersebut di-oven lampu sebagai ganti panas matahari selama 3 hari.
“Untuk awetnya bisa sampai 4-6 bulan,” jelasnya.
Sementara itu, dalam sekali produksi dia membutuhkan 4 kilogram salak untuk diolah menjadi 10 box. Wulan menjualnya dengan harga Rp 15.000 per box dengan berat 150 gram. Sedangkan salak yang didapatnya merupakan hasil panen petani sekitar.
Ibu tiga anak tersebut mengaku tidak setiap hari memproduksi kurma salak, terlebih saat belum musim panen. Namun, sampai saat ini sudah banyak pesanan masuk, baik dari reseller maupun warga sekitar, untuk persiapan Idul Fitri.
“Kalau belum musim panen tidak setiap hari produksi, kalau ada pesanan baru saya carikan salak di petani,” tuturnya.
Berjalan 5 tahun, Wulan tidak hanya mengolah salak menjadi kurma, tapi juga menyulap buah salak menjadi berbagai jenis olahan seperti cookies, brownies, madu mongso, dan aneka olahan lainnya.








