KEDIRI, Tugujatim.id – Melepas 65 wisudawan batch 12 dan 13, LTE Cruise Kampung Inggris menyiapkan lulusan yang siap bersaing di dunia hotel dan kapal pesiar tidak hanya di Indonesia, tetapi juga berbagai negara.
Prosesi Wisuda Program Diploma 1 Perhotelan dan Kapal Pesiar LTW Cruise Batch 12 dan 13 ini berlangsung di Kediri, Jawa Timur, pada Sabtu (29/7/2023).
Berdiri sejak 2013, LTE memiliki misi untuk menjadi sekolah perhotelan dan kapal pesiar yang berupaya mengedepankan inovasi, kreatifitas, juga kualitas dalam mempersiapkan lulusan sesuai standar industri perhotelan dan kapal pesiar internasional.
Hingga saat ini, sebanyak 2.700 berhasil lulus dari LTE Cruise Kampung Inggris dengan kemampuan terbaik. Bahkan, 2.500 di antaranya telah bekerja di hotel berbintang di Indonesia, luar negeri, dan juga kapal pesiar.
Penanggung Jawab LTE Cruise Hotel Marine Center, Mr Ari mengungkapkan bahwa ribuan alumni yang dibentuk untuk siap kerja tersebut sebagai wujud komitemen LTE dalam membantu mengurangi angka pengangguran. “Ini komitmen kami dalam membantu pemerintah dalam mengurangi angka pengangguran, khususnya di Kota Kediri,” katanya.
Dengan proses pembelajaran yang juga menguatkan standar kecakapan penggunaan bahasa Inggris, menjadi wujud dari upaya LTE dalam mendidik mahasiswa untuk bisa bersaing di lingkup internasional. “Supaya mereka bisa bersaing di dalam maupun di luar negeri, maka kami juga kuatkan dari segi bahasanya juga,” ujar Mr Ari.
Salah satu the best student dari batch 13, Muhammad Fahmi mengungkapkan keberuntungannya selama belajar di LTE Cruise Kampung Inggris.
“Saya ingat pertama kali ke sini, saya tidak mengerti apapun tentang perhotelan dan kapal pesiar. Tapi sekarang, saya merasa already a lot of things,” kata Fahmi.
Komitmen itu juga terbentuk ketika ia melihat progres yang didapat dari program magang di Hongkong hingga kembali ke Indonesia. “Ketika di Hongkong saya kurang percaya diri dan masih grogi. Tapi sekarang saya berdiri di hadapan teman-teman untuk berbicara menggunakan bahasa Inggris. Di LTE saya belajar untuk itu,” ucap pelajar asal Aceh tersebut.
Seperti yang tergambar dalam suasana proses wisuda. Serasa tak ada sekat intim antara mahasiswa dan dosen. Keduanya bergurau dengan tanda tawa ringan, suasana semakin mencair.
“Dari Aceh saya ke sini tanpa keluarga. Tapi di sini saya punya banyak teman dan pengajar yang rasanya seperti keluarga,” ungkapnya penuh haru.
Reporter: Izzatun Najibah
Editor: Lizya Kristanti








