• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Peringatan May Day atau Hari Buruh Nasional oleh KASBI Jatim dan seluruh elemen buruh dan mahasiswa di depan Disnaker Provinsi Jatim, Jalan Dukuh Menanggal Surabaya, Sabtu (01/05/2021). (Foto: Rangga Aji/Tugu Jatim)

Peringatan May Day atau Hari Buruh Nasional oleh KASBI Jatim dan seluruh elemen buruh dan mahasiswa di depan Disnaker Provinsi Jatim, Jalan Dukuh Menanggal Surabaya, Sabtu (01/05/2021). (Foto: Rangga Aji/Tugu Jatim)

Peringati May Day, Ketua KASBI Jatim: Cabut Omnibuslaw, Buruh Bukan Tumbal Pandemi Covid-19!

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
5 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

SURABAYA, Tugujatim.id – Peringatan Hari Buruh Nasional atau May Day selalu menjadi momentum epik untuk menyampaikan aspirasi terkait ketenagakerjaan, penindasan terhadap karyawan, dan ketidakadilan yang dirasakan buruh. Hari Buruh juga sering kali disebut “May Day”, tatkala tahun 1889 menetapkan 1 Mei sebagai hari untuk mendukung pekerja dalam rangka memperingati kerusuhan “Haymarket” di Chicago pada 1886.

Koordinator Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) Provinsi Jawa Timur Syahril Ramadhon menyampaikan, buruh bukanlah tumbal perusahaan di masa pandemi Covid-19. Dia dan para serikat pekerja lain tetap kukuh menolak keras UU Omnibuslaw yang sempat disahkan pemerintah Indonesia tempo waktu.

You might also like

Jembatan Sonokembang.

Jembatan Sonokembang Kota Malang Mulai Dibuka, Truk Tronton Bakal Dilarang Melintas

20/07/2026 5:01 PM
Rajut

Produk Rajut Ernawati Lolos Kurasi, Masuk Display Gerai Ritel Fashion Asal Jepang, Kini Tembus Pasar Internasional

20/07/2026 3:30 PM

“Kami mengangkat May Day sebagai hari perlawanan, cabut UU Omnibuslaw. Buruh bukan tumbal pandemi Covid-19. May Day adalah momen di Chicago, tatkala ada tuntutan terhadap panjangnya jam kerja yang awalnya 24 jam sehari, dituntut pengurangan menjadi 7-8 jam kerja,” terang Syahril saat ditemui Tugu Jatim di samping Kebun Binatang Surabaya (KBS), Sabtu (01/05/2021).

Syahril melanjutkan, buruh juga memerlukan waktu untuk berkumpul dengan keluarga. Seperti halnya manusia lain, tidak hanya bekerja siang-malam sehingga pengurangan jam kerja itu amat diperlukan buruh mana pun.

Koordinator Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) Provinsi Jawa Timur Syahril Ramadhon. (Foto: Rangga Aji/Tugu Jatim)
Koordinator Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) Provinsi Jawa Timur Syahril Ramadhon. (Foto: Rangga Aji/Tugu Jatim)

Terlebih, Syahril menegaskan, momen perjuangan buruh masih belum selesai, di masa kontemporer banyak ditemukan penindasan berjenis neoliberalisme dalam tubuh perusahaan dan industri, membuat buruh menjadi korban lagi.

“Karena buruh butuh kumpul dengan keluarga maupun melakukan kegiatan sosial di kampung halaman. Momentum perjuangan buruh belum selesai, dalam perkembangan kaum buruh malah mengalami penindasan,” imbuhnya.

Selain itu, Syahril menyebut, buruh tidak memiliki perlindungan yang kuat dari negara. Karena itu, peringatan May Day merupakan perayaan yang menuntut atas beragam kebijakan yang tidak pro terhadap buruh.

“Tolak penundaan tunjangan hari raya (THR), juga salah satu turunan topik kami menjelang pembayaran THR banyak perusahaan yang tidak membayar dengan alasan dampak pandemi Covid-19,” bebernya.

“Kenapa waktu rugi perusahaan berkoar-koar, kalau untung diam saja. Banyak perusahaan di Indonesia, H-10 perusahaan tersebut banyak yang tidak atau belum membayar THR untuk buruh,” jelasnya.

Membahas perayaan May Day tahun ini, Syahril melanjutkan, karena diadakan dengan situasi pandemi Covid-19, jadi tidak bisa mengerahkan massa aksi yang maksimal dan besar. Hanya memakai perwakilan setiap serikat buruh saja.

Aksi untuk memperingati May Day. (Foto: Rangga Aji/Tugu Jatim)
Aksi untuk memperingati May Day. (Foto: Rangga Aji/Tugu Jatim)

Syahril menyampaikan, terkait kolaborasi dari sekian elemen buruh yang bergabung dalam aksi, yakni KASBI Jatim, di bawahnya ada serikat tingkat federasi, SBK, SP Pionir, SBJR, dan mahasiswa dari berbagai organisasi ekstrakampus seperti PMII, GMNI, dan lain-lain.

“Elemen rakyat semua sedang melakukan konsolidasi, sepakat turun ke jalan untuk menyikapi kondisi masyarakat saat ini. Kurang lebih, kami membawa massa sekitar 300-500 orang dari semua elemen,” tegasnya.

Syahril menjelaskan terkait rangkaian aksi di Hari Buruh atau May Day yang dijalankan KASBI Jatim dan serikat pekerja lainnya. Titik aksi utama, Syahril menjelaskan, ada di Gedung Negara Grahadi Surabaya.

“KBS untuk titik kumpul massa aksi, lalu ‘longmarch’ dan keliling konvoi (termasuk di Disnaker Jatim, red), menuju sasaran aksi utama di Gedung Negara Grahadi Surabaya sebagai simbol kenegaraan yang mengemban kebijakan. Sampai pukul 18.00, sampai batas waktu yang sudah ditentukan oleh aturan,” ujarnya.

Tags: Aksi buruhHari Buruh NasionalJawa TimurKongres Aliansi Serikat Buruh IndonesiaKota SurabayaMay DayPeringati May Day
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Jembatan Sonokembang.

Jembatan Sonokembang Kota Malang Mulai Dibuka, Truk Tronton Bakal Dilarang Melintas

by Dwi Linda
20/07/2026 5:01 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Jembatan Sonokembang di Kota Malang, Jatim, kini mulai dibuka untuk masyarakat meski proses pembangunannya masih menyisakan tahap...

Rajut

Produk Rajut Ernawati Lolos Kurasi, Masuk Display Gerai Ritel Fashion Asal Jepang, Kini Tembus Pasar Internasional

by Mochamad Abdurrochim
20/07/2026 3:30 PM
0

SIDOARJO, Tugujatim.id – Produk rajut milik Ernawati, pelaku UMKM asal Desa Candipari, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, berhasil lolos kurasi Dinas...

TPA Benowo

Kebakaran TPA Benowo Dipadamkan Lima Jam, Tumpukan Sampah Jadi Kendala Utama

by Mochamad Abdurrochim
20/07/2026 2:30 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id – Banyaknya tumpukan sampah menjadi salah satu kendala utama dalam proses pemadaman kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA)...

Pertanian di Malang.

Wamentan Sudaryono Dorong Modernisasi Pertanian di Malang, 50 Gapoktan Terima Bantuan Mesin Panen dan Olah Tanah

by Dwi Linda
20/07/2026 2:02 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat modernisasi pertanian. Upaya memajukan pertanian di...

Next Post
Ilustrasi mahasiswa. (Foto: Pixabay/Tugu Jatim)

Pemkab Bojonegoro Sediakan Beasiswa hingga Rp 39,7 Miliar, Ini Syaratnya...

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID