• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Bermain di atas pasir. Foto: Instagram@potretmadura

Bermain di atas pasir. Foto: Instagram@potretmadura

Madura’s Hidden Gem: Menemukan Pesona Kampung Pasir Sumenep

Lizya Kristanti by Lizya Kristanti
3 years ago
in Sastra & Budaya
0
Share on FacebookShare on Twitter

SUMENEP, Tugujatim.id – Madura, sebuah pulau yang terletak di sebelah utara Jawa, telah lama dikenal sebagai tujuan wisata yang menyajikan pesona budaya dan alam yang luar biasa. Di tengah berbagai destinasi populer di Madura, ada sebuah tempat yang masih tersembunyi dari sorotan banyak orang, yaitu Kampung Pasir.

Kampung Pasir yang berlokasi di Desa Legung Timur, Kecamatan Batang-batang, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, adalah salah satu permata tersembunyi yang sebaiknya Anda temukan. Meskipun belum banyak orang tahu tentangnya, kampung ini menyimpan pesona alam yang menakjubkan, kekayaan budaya yang dalam, dan kehidupan masyarakat yang hangat.

You might also like

Larung Sesaji

Melihat Tradisi Larung Sesaji Pantai Serang Blitar, Khidmat Suroan Warisan Leluhur Sejak 1830

19/06/2026 10:15 AM
Malang

Gali Sejarah Teater Malang, DKM Kembali Gelar “SERAT” untuk Jembatani Kreatifitas Lintas Generasi

21/05/2026 3:32 PM

Dilansir dari KSMtour.com, kenikmatan tidur justru didapat ketika tidur di atas pasir. Bahkan tidak hanya di halaman rumah, warga menaruh pasirnya di tempat-tempat tertentu. Tradisi ini berlangsung selama ratusan tahun secara turun-temurun.

WhatsApp Image 2023 09 13 at 10.59.33
Discover an Unique Destination. Foto: Instagram @potretmadura

Bahkan, kebanyakan anak di Desa Legung dilahirkan di atas pasir. Mereka lahir, bermain, bertumbuh, berkembang, dan menjadi dewasa di atas pasir sehingga tak jarang orang sekitar menyebutnya manusia pasir.

WhatsApp Image 2023 09 13 at 11.00.26 1
Bayi tidur di atas pasir. Foto: Instagram@potretmadura

Dikutip dari Liputan6.com, kemunculan manusia pasir ini dikaitkan dengan kisah legenda yang diceritakan secara turun-menurun. Dikisahkan persahabatan karib dua nelayan yang merupakan nenek moyang Kampung Pasir ini.

Suatu hari mereka pun berselisih, saling membenci, dan menjadi musuh. Mereka berkelahi dari adu fisik hingga saling serang menggunakan ilmu santet atau guna-guna. Tak ada yang menang atau kalah pertarungan, itu pun tak kunjung selesai. Keduanya terheran-heran karena santet dan guna-guna yang mereka kirimkan tidak pernah mengenai sasaran. Merekapun berasumsi bahwa sasaran yang meleset itu dikarenakan mereka sering tidur di pasir. Mereka menyimpulkan bahwa tidur di pasir telah terbukti mampu menyelamatkan nyawa mereka dari serangan fisik maupun gaib.

Mereka percaya bahwa pasir membawa manfaat besar bagi kesehatan tubuh dan tidur di pasir bisa lebih sehat dibandingkan tidur di kasur.

Pasir yang dikumpulkan dari sekitar pantai Lombang tidak menempel pada kulit atau badan meskipun kulit dalam keadaan basah. Butiran pasir ini mengandung kristal pasir berwarna putih gading yang sangat halus, bersih, dan mengkilat.

Sebelum digunakan, pasir akan disaring untuk memastikan tidak mengandung batu atau benda berbahaya lainnya. Pasir tersebut kemudian dijemur agar tidak basah dan lembap.

WhatsApp Image 2023 09 13 at 10.59.59
Mengayak pasir. Foto: Instagram@potretmadura

Penulis: Fieza Naurah
Editor: Lizya Kristanti

Tags: kampung pasirMaduraSumenep
Lizya Kristanti

Lizya Kristanti

Related Stories

Larung Sesaji

Melihat Tradisi Larung Sesaji Pantai Serang Blitar, Khidmat Suroan Warisan Leluhur Sejak 1830

by Mochamad Abdurrochim
19/06/2026 10:15 AM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Memeluk erat sebuah takir, nasi bungkus daun pisang, mata Hartini (47) menatap hamparan ombak selatan Pantai Serang,...

Malang

Gali Sejarah Teater Malang, DKM Kembali Gelar “SERAT” untuk Jembatani Kreatifitas Lintas Generasi

by Mochamad Abdurrochim
21/05/2026 3:32 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Dewan Kesenian Kota Malang (DKM) kembali menghadirkan ruang diskusi santai bagi para pegiat seni teater lewat agenda...

Busana Khas Malang

Kajian Sejarah Busana Khas Malang

by Darmadi Sasongko
11/04/2026 3:25 AM
0

Tugujatim.id - Kajian Sejarah Busana Khas Malang ditulis oleh Dwi Cahyono, Yayasan Inggil. Identitas sebuah daerah tidak hanya tercermin dari...

DPRD Kota Malang Catat PR Krusial di HUT ke-112, Kemiskinan hingga Banjir Belum Tuntas

Klambi Indis dari Sudut Pandang Seni Kontemporer

by Darmadi Sasongko
10/04/2026 11:05 AM
0

Tugujatim.id - Klambi Indis, dari sudut pandang Seni Kontemporer ditulis oleh Dimas Novib S, Pengurus Dewan Kesenian Malang. Tulisan ini...

Next Post
Kunjungi Kantor Tugu Media Group, Sutiaji Bahas Kritikan Netizen hingga Abah Anton

Kunjungi Kantor Tugu Media Group, Sutiaji Bahas Kritikan Netizen hingga Abah Anton

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID