• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Diah Wilujeng, seorang pedagang rokok di Terminal Arjosari, yang tetap semangat berjualan meski sepi aktivitas di terminal. (Foto: Azmy/Tugu Jatim)

Diah Wilujeng, seorang pedagang rokok di Terminal Arjosari, yang tetap semangat berjualan meski sepi aktivitas di terminal. (Foto: Azmy/Tugu Jatim)

Kisah Ibu Pedagang Rokok di Terminal Arjosari yang Tetap Jualan meski Sepi Penumpang

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
5 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG, Tugujatim.id – Aturan larangan mudik 2021 membawa dampak bagi pedagang yang sehari-hari berjualan di Terminal Arjosari Malang. Bagaimana tidak, lonjakan penumpang yang biasanya dijumpai menjelang Hari Raya Idul Fitri, kini tidak ada lagi.

Seperti diketahui, dampak larangan mudik membuat terminal tipe A di Malang ini sepi melompong bak terminal hantu. Hanya ada beberapa orang yang beraktivitas di sana. Sejumlah unit bus yang ada pun hanya sekadar parkir.

You might also like

Surabaya

Dishub Surabaya Pasang Foto Jukir di Rambu Parkir Digital

04/06/2026 8:52 PM
Bayi Laki-laki

Penemuan Bayi Laki-laki Dalam Tas Gegerkan Warga Rengel Tuban

04/06/2026 3:30 PM

Meski masih ada sejumlah bus AKDP diperbolehkan beroperasi, tapi faktanya tetap sepi penumpang. Sederet bedak toko di sana pun memilih tutup selama masa pelarangan hingga 18 Mei 2021.

Namun, tidak bagi Diah Wilujeng, pedagang rokok eceran di Terminal Arjosari, dia tetap memilih berjualan. Perempuan berusia sekitar 60 tahunan ini tetap menggelar dagangannya di terminal meski sepi aktivitas.

“Ya gimana lagi, wong satu-satunya penghasilan saya ya di sini, Mas. Sepi gak sepi ya tetep jualan, tetap semangat,” ucap Diah di depan lapak sederhananya Sabtu (08/05/2021),

Dia sudah 6 tahun berjualan di sekitaran ruang tunggu. Baru kali ini aktivitas di terminal sesepi itu. Fenomena ini sudah dia jumpai sejak pandemi Covid-19 merebak.

Sepi aktivitas di Terminal Arjosari.(Foto: Azmy/Tugu Jatim)
Sepi aktivitas di Terminal Arjosari.(Foto: Azmy/Tugu Jatim)

“Sepinya bukan hanya tahun ini saja, sebelumnya juga sudah sepi. Ketambahan aturan larangan ini malah sepi begini,” ungkapnya.

Dalam sehari ini saja, rokok yang dia jajakan baru laku 6 bungkus. Itu pun yang beli rata-rata petugas terminal dan orang-orang sekitar.

“Biasanya ya gak sesepi ini, Mas. Kalau dibilang berat, ya berat tapi ya gimana lagi, mau wadul (mengadu) ke siapa?,” katanya.

Beruntung, tanggungan di rumahnya tidak terlalu mendesak. Karena anak-anaknya sudah tumbuh besar dan bisa mencari nafkah sendiri. Meski begitu, dia merasa sungkan dan tidak bisa diam.

“Kalau bergantung terus ke anak yo gak enak kan. Mumpung sehat disyukuri dan tetap jualan. Ini paling kalau gini terus sekitar pukul 13.00 sudah saya tutup,” imbuhnya.

Dia berharap, wabah pandemi bisa segera berakhir dan aktivitas masyarakat serta perekonomian bisa kembali normal.

“Biar bisa kerja lagi, ketemu saudara lagi. Semoga segera berakhir ya,” harapnya.

Sementara itu, nasib serupa juga dialami sopir bus lain yang harus terpaksa menganggur akibat dampak pelarangan mudik ini. Yulianto, sopir Bus Patas jurusan Malang-Jember hanya bisa pasrah tidak kebagian stiker terbatas dari Ditjen Kemenhub untuk beroperasi.

Yulianto pun sebenarnya agak kesal karena kejadian ini sudah dirasakannya 2 tahun terakhir. Saat Lebaran tahun lalu, bahkan bus dilarang beroperasi sama sekali.

”Udah 2 kali Lebaran kayak gini terus. Sebenarnya saya nurut saja sama pemerintah melarang beroperasi. Tapi, mbok ya dipikir solusinya, bantuan atau apa. Kami juga butuh hidup,” ujarnya.

Menanggapi hal ini, Kepala UPT Terminal Arjosari Hadi Supeno juga hanya bisa geleng-geleng kepala. Kondisi ini terbilang sepi sekali selama dia menjabat di UPT terminal ini.

Sejak hari pertama larangan ini, total hanya ada 70 penumpang dari 6 bus AKDP yang beroperasi. Jumlah ini tak sepadan jika dibanding hari-hari biasa, di mana sehari-hari total penumpang diangkut bisa mencapai 1.000 orang,

“Sebelumnya juga menurun. Tapi, terhitung masih ramailah. Sekarang malah tambah sepi lagi, hanya ada 70 orang hari ini. Kalau biasanya ya bisa tembus 1.000 penumpang,” ujar Hadi.

Selama momen larangan mudik ini, Hadi mengatakan, sejumlah unit bus masih tetap diperbolehkan beroperasi. Jumlahnya terbatas dan itu ditandai dengan stiker yang ditempel di bagian depan kiri bus.

Tags: Kisah PKLKota MalangpenumpangPKL di Terminal ArjosariTerminal Arjosari
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Surabaya

Dishub Surabaya Pasang Foto Jukir di Rambu Parkir Digital

by Mochamad Abdurrochim
04/06/2026 8:52 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id- Sebagai upaya meningkatkan transparansi Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, memasang foto juru parkir (jukir) pada rambu parkir digital di...

Bayi Laki-laki

Penemuan Bayi Laki-laki Dalam Tas Gegerkan Warga Rengel Tuban

by Mochamad Abdurrochim
04/06/2026 3:30 PM
0

TUBAN, Tugujatim.id – Warga Desa Rengel, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban digegerkan dengan penemuan bayi laki-laki dalam kondisi meninggal dunia di...

Event tahunan di Banyuwangi.

Alasan Tak Pernah Sepi Wisatawan, 7 Event Tahunan di Banyuwangi Ini Selalu Jadi Magnet Pengunjung

by Dwi Linda
04/06/2026 1:57 PM
0

BANYUWANGI, Tugujatim.id – Event tahunan di Banyuwangi, Jatim, jadi salah satu magnet wisata yang selalu ramai dikunjungi wisatawan. Selain memiliki...

Jemaah haji Kabupaten Malang.

Update 2 Jemaah Haji Kabupaten Malang Wafat di Makkah, Sakit Sempat Dirawat di RS

by Dwi Linda
04/06/2026 1:00 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Kabar duka datang dari dua jemaah haji Kabupaten Malang yang meninggal dunia di Makkah, Arab Saudi. Mereka...

Next Post
Suasana salah satu hotel di Kota Malang selama pelarangan mudik pada 6-17 Mei 2021. (Foto:Azmy/Tugu Jatim)

Semakin Lesu, Okupansi Hotel di Kota Malang Menurun hingga 10 Persen

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID