• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Dosen Unim Mojokerto.

Dosen Fakultas Agama Islam (FAI) Unim Mojokerto Justsinta Sindi Alivi saat berada di depan Warwick University. (Foto: dok. pribadi)

Kisah Pengalaman Dosen Unim Mojokerto Kuliah di Inggris, Terkesan Sempat Kerja di Perpustakaan

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
3 years ago
in Advertorial, Pendidikan
0
Share on FacebookShare on Twitter

MOJOKERTO, Tugujatim.id – Menuntut ilmu ke luar negeri sering kali meninggalkan memori tersendiri. Seperti yang dialami oleh dosen Unim Mojokerto bernama Justsinta Sindi Alivi. Dosen Fakultas Agama Islam (FAI) ini mendapat banyak pengalaman berharga saat berkuliah selama beberapa tahun di Inggris.

Sindi mendapat kesempatan kuliah ke Benua Biru setelah dinyatakan terpilih mendapat beasiswa dari Kementerian Agama (MoRA Scholarship). Sindi mengambil beasiswa by research jenjang PhD in Education di Warwick University, Coventry, Inggris.

You might also like

Sekolah Rakyat di Blitar.

Bangunan Sekolah Rakyat di Blitar Capai 70 Persen, Cari Calon Siswa Sulit Terkendala Izin Orang Tua

13/06/2026 2:25 PM
Gus Fawait.

Sandang Gelar Doktor, Disertasi Gus Fawait Soroti Peran Belanja Pemerintah Dorong Pertumbuhan Ekonomi

13/06/2026 12:15 PM

Seperti kebanyakan orang, Sindi tidak luput mengalami gegar budaya (shock culture). Aspek budaya yang cukup membikin Sindi kesulitan adalah aksen bahasa. Meski Sindi merupakan lulusan dari program studi bahasa Inggris, ternyata apa yang dia pelajari cukup berbeda dari bangku perkuliahan sebelumnya.

“Paling jelas yang bikin shock culture itu aksen bahasa. Kan kalau belajar di sini (Indonesia) itu seringnya yang dipelajari American English, bukan British English. Jadi, cukup bikin kesulitan pas awal-awal ada di Inggris,” ujar Sindi kepada Tugu Jatim, Jumat (13/10/2023).

Sindi mencontohkan, salah satu aksen yang bikin dia bingung adalah penyebutan “bus” atau kendaraan sejenis. Sindi biasa menyebut dengan “bas”, sementara beberapa penutur British English ada yang tetap menyebutnya “bus”.

“Itu belum lagi di daerah kayak Liverpool atau Wales. Mereka punya aksen masing-masing yang tidak jarang bikin kami bingung maksud mereka apa,” imbuh Sindi.

Namun, pelan-pelan Sindi dapat memahami aksen yang berlaku di wilayah dia berkuliah dan tinggal. Terlebih tidak jarang orang-orang sekitar Sindi memberikan penjelasan lebih sederhana saat dia tidak paham aksen bahasa yang dipakai.

“Mereka ngomong dengan penjelasan yang sederhana pas kami lagi bingung,” urainya.

Sementara suasana pembelajaran yang dialami oleh dosen Unim Mojokerto ini saat berkuliah PhD di Inggris dia anggap sama saja dengan di Indonesia. Seperti keaktifan mahasiswa di dalam kelas perkuliahan.

“Kalau dari sisi pembelajaran tentu hampir sama di kelas. Jadi, kalau ga dipanggil ya tidak menyahuti pertanyaan dosen,” ujarnya.

Lalu satu hal yang menurut Sindi sulit dilupakan adalah suasana diskusi serta kurikulum akademik seperti independent learning. Bagi Sindi, suasana diskusi antara dosen dengan mahasiswa begitu cair dan berlangsung tanpa nuansa senioritas.

“Jadi kami pas diskusi soal disertasi itu enak gitu. Supervisor banyak kasih saran, kayak diskusi sama teman sendiri. Gak ada suasana lebih senior atau apa pun itu,” beber Sindi.

Akibat model independent learning dan perpustakaan kampus buka selama 24 jam, bisa dipastikan bahwa hampir setiap hari perpustakaan tempat kuliah Sindi dipenuhi oleh mahasiswa. Bahkan, ada ruangan khusus di perpustakaan kampus untuk mahasiswa jenjang PhD.

“Lengkap juga, ada pantry di perpustakaan, ada mesin kopi. Belajar jadi nyaman apalagi buka terus 24 jam,” kata Sindi.

Dari suasana perpustakaan kampus tersebut membuat Sindi tergerak untuk ikut bekerja di perpustakaan tersebut. Tidak butuh waktu lama, Sindi memutuskan bekerja paro waktu sebagai pengawas perpustakaan.

“Dibatasi kerja 20 jam seminggu. Itu sudah aturan yang berlaku di Inggris,” terangnya.

Pengalaman kerja paro waktu ini sangat membekas bagi Sindi. Sebab, banyak orang yang ditemui oleh Sindi ketika berada di perpustakaan.

“Sekaligus kami bisa belajar melayani, kan berhubungan dengan customer service,” ujarnya.

Writer: Hanif Nanda Zakaria

Editor: Dwi Lindawati

Tags: Berita Kabupaten Mojokerto hari iniBerita Unim MojokertoBerita Unim Mojokerto terbaruKabupaten Mojokerto hari iniPrestasi dosen Unim Mojokerto
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Sekolah Rakyat di Blitar.

Bangunan Sekolah Rakyat di Blitar Capai 70 Persen, Cari Calon Siswa Sulit Terkendala Izin Orang Tua

by Dwi Linda
13/06/2026 2:25 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Pembangunan proyek strategis nasional Sekolah Rakyat (SR) di Kelurahan Kauman, Kota Blitar, kini mencapai progres fisik lebih...

Gus Fawait.

Sandang Gelar Doktor, Disertasi Gus Fawait Soroti Peran Belanja Pemerintah Dorong Pertumbuhan Ekonomi

by Dwi Linda
13/06/2026 12:15 PM
0

JEMBER, Tugujatim.id – Bupati Jember Muhammad Fawait atau Gus Fawait resmi menyelesaikan studi doktoralnya di Program Doktor Ilmu Ekonomi Fakultas...

UM

9.218 Mahasiswa UM Siap Mengabdi Lewat Program UM BBM 2026

by Mochamad Abdurrochim
13/06/2026 7:00 AM
0

MALANG, Tugujatim.id – Sebanyak 9.218 mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) resmi diberangkatkan untuk mengikuti program Universitas Negeri Malang Belajar Bersama...

Jember

Oplah Jangkau 12 Ribu Hektare, Jember Genjot Produksi Pangan Lewat Modernisasi Pertanian

by Mochamad Abdurrochim
12/06/2026 8:00 PM
0

JEMBER, Tugujatim.id – Pemerintah Kabupaten Jember terus memperkuat sektor pertanian melalui program Optimalisasi Lahan (Oplah), Irigasi Perpompaan (Irpom), serta modernisasi...

Next Post
Hari Santri.

Hari Santri 2023, Presiden Jokowi Bakal Hadiri Apel Puncak di Surabaya

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID