• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Yayang Novrianto, perajin seni barongan asal Kabupaten Trenggalek yang tak pernah berhenti berkarya untuk menghasilkan pundi-pundi ekonomi keluarga. (Foto: M Zamzuri/Tugu Jatim) jaranan barongan trenggalek

Yayang Novrianto, perajin seni barongan asal Kabupaten Trenggalek yang tak pernah berhenti berkarya untuk menghasilkan pundi-pundi ekonomi keluarga. (Foto: M Zamzuri/Tugu Jatim)

Mengenal Yayang Novrianto, Perajin Alat Kesenian Jaranan-Barongan asal Trenggalek

Gigih Mazda by Gigih Mazda
5 years ago
in Featured
0
Share on FacebookShare on Twitter

TRENGGALEK, Tugujatim.id –  Tantangan berat para pekerja seni di tengah pandemi Covid-19 memang tak bisa dipungkiri. Mulai adanya larangan berkerumun, pentas kesenian jaranan sirna di mata pekerja seni dan penopang alat-alat kesenian jaranan. Hal itulah yang dialami oleh Yayang Novrianto, salah satu pekerja seni pembuat barongan asal Desa Sukorejo, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Trenggalek yang kini harus bersabar dan bergelut dengan keadaan.

Meski demikian, perajin kesenian jaranan dan barongan ini tak pernah menyerah. Bahkan, pria kelahiran 1989 ini juga memiliki kekurangan pada bagian salah satu indranya lantaran memiliki gangguan pendengaran akibat terjatuh waktu masa-masa sekolah beberapa tahun silam. Berbagai pengobatan telah ditempuh bersama keluarganya namun kesembuhan belum ditemukan pria yang memiliki julukan Gumbreg ini.

You might also like

Malang

Kakao Malang Diam-Diam Punya Varietas Premium Langka

29/05/2026 7:00 AM
Ledakan balon udara.

Sosok Korban MD Ledakan Balon Udara Blitar di Mata Keluarga, Dikenal Pekerja Keras dan Pulang Kampung Melepas Rindu

27/05/2026 8:08 PM

“Saya agak tidak kedengaran mas, akibat kecil pernah jatuh dan efeknya 5 tahun ini terasa sekali, rasanya berdengung, ini saya menggunakan alat bantu pendengaran agak sedikit terbantu dengan alat ini” kata Yayang kepada awak media.

Keterbatasan yang dialaminya bukan sebuah halangan untul bangkit menafkahi keluarganya, anak satu umur satu tahun adalah tanggung jawabnya sehari-hari, memiliki keturunan para seniman jaranan di situlah darah seniman menurun terhadap Yayang, mulai dari ikut pentas sampai saat ini menjadi profesi membuat barongan agar menghasilkan setitik nilai ekonomi untuk keluarga.

“Kalau dari keturunan sudab ada darah seniman, dan juga tertanam nilai hobi, di situlah saya beranikan diri untuk membuat kerajinan barongan untuk dijual. Untuk pembuatan sendiri kisaran 10 hari untuk ukuran sedang,” terangnya.

Hasil buah tangannya sudah tersebar ke mana-mana. Mulai dari Pulau Sumatra dan Kalimantan sudah pernah dijajaki barongan hasil karya Yayang. Bahkan, ia sempat kebanjiran pesanan di mana dalam satu bulan ia mampu memproduksi 10 barongan dengan bandrol harga Rp 1,5 juta untuk barongan kategori sedang.

“Sebelum pandemi, satu bulan sampai 10 barongan, satunya sekitar Rp 1,5 juta. Namun setelah pandemi, 2 tahun ini, satu bulan laku 2 barongan saja sudah lumayan untuk menyambung hidup. Bahkan tidak ada sama sekali pesanan dalam satu bulan juga saya rasakan,” ungkapnya.

Bahan baku utama yang ia pakai adalah kayu waru yang dibeli dari perusahaan “somel” (tempat penampungan kayu, red) yang ada di seputaran Gandusari, yang membedakan dari kerajinan barongan Yayang adalah dari cat dan ukirannya yang lebih menegedepankan kerapian.

“Bahannya dari kayu waru, kalau kuncinya dalam dunia seni ya harus tulus hatinya,” jelas mantan pemain Jaranan Krido Budoyo tersebut.

Pembeda barongan dalam seni jaranan yaitu dari bentuknya dan asal daerah, kalau untuk daerah Kabupaten Trenggalek sendiri lebih identik dengan barongan biasa, tidak begitu rumit. Pembuatan barongam sendiri yang paling lama proses pengukiran “Jamang” (Dadakan, red).

Nilai-nilai mistis yang ada di dalam barongan bisa dilihat dari letak ukirannya dan jamangnya, untuk barongan sendiri ternyata juga bisa membuat manusia dirasuki setan ketika ada pementasan,

“Barongan itu sebenarnya ada nilai-nilai mistisnya, jika barongan tersebut dimasuki dengan pulung, kalau bahasa mudahnya setan,” tandasnya.

Tags: Kabupaten TrenggalekperajinsenimansosokTrenggalek
Gigih Mazda

Gigih Mazda

Related Stories

Malang

Kakao Malang Diam-Diam Punya Varietas Premium Langka

by Mochamad Abdurrochim
29/05/2026 7:00 AM
0

MALANG, Tugujatim.id – Kabupaten Malang ternyata tidak hanya dikenal lewat sektor pertanian hortikultura maupun wisata alam. Di balik hamparan kebun...

Ledakan balon udara.

Sosok Korban MD Ledakan Balon Udara Blitar di Mata Keluarga, Dikenal Pekerja Keras dan Pulang Kampung Melepas Rindu

by Dwi Linda
27/05/2026 8:08 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Duka mendalam menyelimuti sebuah rumah sederhana di Desa Tambakan, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, menyusul insiden ledakan balon...

Biya Agus.

Biya Agus, Magister Fisika yang Viral di TikTok Berkat Pembahasan soal Rezeki bersama Chatour Travel

by Dwi Linda
19/05/2026 4:41 PM
0

GRESIK, Tugujatim.id - Senin malam (18/05/2026), H Agus Rahman MPd atau yang populer dengan nama Biya Agus Chatour Gresik, sesenggukan...

Mie Cendana.

Atika C. Larasati, Owner Mie Cendana Viral di Malang Kolaborasi Unik bareng Pelaku UMKM Lokal Perempuan

by Dwi Linda
01/05/2026 7:27 PM
0

MALANG, Tugujatim.id - Siapa sih yang nggak mengenal Mie Cendana sebagai salah satu kuliner viral dari Malang, Jawa Timur? Bahkan,...

Next Post
Ilustrasi ibadah haji. Kemenag RI secara resmi membatalkan pemberangkatan haji 2021 karena alasan pandemi Covid-19. (Foto: Pexels)

Niat Ibadah Tak Surut, Tercatat 4 Ribu Warga Tuban Daftar Haji di Tahun 2020

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID