• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Ilustrasi jurnalistik. (Foto: Pixabay/Tugu Jatim)

Ilustrasi jurnalistik. (Foto: Pixabay)

Antara Realitas, Fakta, dan Data pada Jurnalistik

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
5 years ago
in Tips
0
Share on FacebookShare on Twitter

Tugujatim.id – Dalam membuat berita, realitas, fakta, dan data menempati posisi penting. Sebab, melalui ketiga perangkat itu peristiwa, kasus, serta fenomena di lapangan dapat dilaporkan. Penulis, jurnalis, atau wartawan menyajikan konstruksi dari peristiwa, kasus atau fenomena tersebut yang disusun dari berbagai realitas, fakta, dan data.

Ada beberapa cara untuk penggalian realitas, fakta, dan data. Misalkan, melalui pengamatan atau observasi yang dilakukan oleh wartawan itu sendiri untuk mendapatkan realitas, fakta, dan data tentang kejadian—peristiwa, kasus, fenomena. Wawancara juga dimaksudkan untuk “cross check”, verifikasi dan konfirmasi demi akurasi data yang diperoleh melalui pengamatan atau observasi yang ditemukan di lapangan.

You might also like

Tips merawat HP Vivo.

Tips Merawat HP Vivo agar Tetap Lancar dan Awet Digunakan Bertahun-tahun

21/07/2026 5:15 PM
Kucing

Kucing Tiba-Tiba Buang Air Sembarangan? Ini 8 Hal yang Bisa Menjadi Penyebabnya

20/07/2026 11:00 AM

Kemudian, selain dari kedua perangkat tersebut, realitas, fakta, dan data juga dapat diperoleh melalui data literasi terhadap dokumen-dokumen penting yang begitu relevan dengan kejadian yang ditemukan di lapangan sebagai pelengkap informasi, sebelum disuguhkan ke khalayak pembaca.

1.Observasi atau Pengamatan

Dilakukan pada tahap awal pencarian realitas, fakta, dan data terhadap kejadian. Dalam pengamatan atau observasi, sangat mengandalkan kepekaan inderawi seperti melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan lain-lain. Tapi, seorang observer (pengamat) tidak boleh melakukan penilaian terhadap sesuatu yang diamatinya di lapangan.

Kegiatan observasi terkait dengan pekerjaan/kegiatan memahami realitas, fakta, data dari detail-detail kejadian yang berlangsung. Untuk itu diperlukan upaya memfokuskan pada objek-objek yang tengah diamati oleh si wartawan.

Observasi memerlukan daya pengamatan yang kritis dan luas. Namun, tetap tajam dalam mempelajari rincian objek yang ada di hadapannya. Untuk mendapatkan pengamatan yang objektif, pengamat harus dapat mengontrol emosi dan mampu menjaga jarak dengan segala rincian objek yang diamati.

Dalam penggalian data observasi ini, sifatnya langsung dan orisinal. “Langsung” artinya dalam pengamatan tidak berdasarkan teori, pikiran, dan pendapat. Menemukan langsung apa yang hendak dicari di lapangan, sedangkan orisinal artinya hasil pengamatan merupakan serapan indera yang bukan dilaporkan oleh orang lain.

2. Wawancara

Wawancara merupakan aktivitas yang dilakukan dalam jurnalistik untuk memperoleh data. Dalam menggali data tidak mungkin bagi seseorang—wartawan untuk menulis berita hanya dengan mengandalkan obervasi, tanpa melakukan wawancara.

Karena dengan wawancara, bisa memperoleh kelengkapan data tentang peristiwa atau fenomena. Juga dengan wawancara seorang jurnalis melakukan “cross check” atau verifikasi data yang diperoleh sebelumnya.

Perlu diperhatikan juga bahwa wawancara bukanlah proses tanya-jawab “saya bertanya-Anda menjawab”, wawancara lebih luas dari sekadar tanya-jawab. Interviewer (pewawancara) dan interviewee (diwawancara) mencari kegiatan untuk “membangun ingatan”. Tujuan umumnya untuk merekonstruksi kejadian yang entah baru terjadi atau di masa lampau.

Itulah penjelasan singkat dan padat mengenai penggalian data, obervasi, dan wawancara dalam kegiatan jurnalistik yang menjadi dasar untuk menggali realitas, fakta, dan data dalam meracik, menyusun, hingga menjadi bahan dasar dalam pembuatan berita sebelum dipublikasikan ke khalayak pembaca.

Tags: Berita jurnalistikjurnalisjurnalistikTips jurnalistikwartawan
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Tips merawat HP Vivo.

Tips Merawat HP Vivo agar Tetap Lancar dan Awet Digunakan Bertahun-tahun

by Dwi Linda
21/07/2026 5:15 PM
0

Tugujatim.id – Kamu pengguna Vivo yang ingin perangkatnya tetap responsif meski telah digunakan selama bertahun-tahun? Ini Tugu Jatim kasih tips...

Kucing

Kucing Tiba-Tiba Buang Air Sembarangan? Ini 8 Hal yang Bisa Menjadi Penyebabnya

by Mochamad Abdurrochim
20/07/2026 11:00 AM
0

Tugujatim.id - Kucing yang biasanya selalu buang air di litter box terkadang bisa tiba-tiba pipis atau buang air besar di lantai,...

Teknik Feynman

Sering Kesulitan Memahami Materi? Coba 7 Langkah Belajar dengan Teknik Feynman

by Mochamad Abdurrochim
13/07/2026 8:26 AM
0

Tugujatim.id – Bagi sebagian pelajar maupun mahasiswa, memahami materi pelajaran tidak selalu cukup hanya dengan membaca berulang kali. Meski sudah...

Charger HP Cepat Rusak

Kenapa Charger HP Cepat Rusak? Ini 11 Kebiasaan yang Sering Menjadi Penyebabnya

by Mochamad Abdurrochim
12/07/2026 12:00 PM
0

Tugujatim.id - Charger HP yang cepat rusak sering kali membuat proses pengisian daya menjadi terganggu dan memaksa pengguna membeli charger...

Next Post
Penyekatan di Jembatan Suramadu, perbatasan Surabaya-Madura. (Foto: Rangga Aji/Tugu Jatim)

98 Pemilik KTP Surabaya Kabur saat Swab Massal, Kasatpol PP: Kami Blokir agar Tak Dilayani Dispendukcapil

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID