• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Mukhlis, guru asal Desa Purwodadi, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang yang tak hanya sibuk mengajar, tetapi juga aktif di banyak kegiatan sosial. (Foto: Dokumen pribadi) tugu jatim

Mukhlis, guru asal Desa Purwodadi, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang yang tak hanya sibuk mengajar, tetapi juga aktif di banyak kegiatan sosial. (Foto: Dokumen pribadi)

Kisah Guru Inspiratif di Pelosok Malang: Sibuk Mengajar dan Jadi Relawan PMI

Gigih Mazda by Gigih Mazda
5 years ago
in Pendidikan
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG, Tugujatim.id – Menjadi guru ternyata tidak harus menghalangi jalan untuk ikut dalam bidang-bidang lain di masyarakat. Seperti halnya Mukhlis, guru asal Desa Purwodadi, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang, yang ternyata juga seorang Relawan PMI Kabupaten Malang, hingga Pokdarwis Desa Wisata Bowele.

“Sebenarnya memang sejak kecil saya suka organisasi dan sebagainya aktivis, mulai dari SMP sudah ikut OSIS, kemudian SMA ikut Pramuka,” terangnya saat dikunjungi Jurnalis tugumalang.id beberapa waktu lalu.

You might also like

Sekolah Rakyat di Blitar.

Bangunan Sekolah Rakyat di Blitar Capai 70 Persen, Cari Calon Siswa Sulit Terkendala Izin Orang Tua

13/06/2026 2:25 PM
UM

9.218 Mahasiswa UM Siap Mengabdi Lewat Program UM BBM 2026

13/06/2026 7:00 AM

Mukhlis bercerita, jika pada 1999 sampai 2004 pernah menjadi ABK (anak buah kapal) kapal barang luar negeri setelah lulus SMA.

“Lalu pada 2004 saya pulang, berkebun, dan jadi guru tidak tetap. Saya menjadi guru tidak tetap, dan guru tidak tetap kan juga tidak sibuk karena masuknya hanya seminggu 3 kali. Jadi, pada tahun 2005 saya diajak desa buat ikut jadi relawan bencana yang waktu itu namanya Sibac (Siaga Bencana) yang berada di bawah PMI Kabupaten Malang,” ujarnya.

Mukhlis, guru asal Desa Purwodadi, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang yang tak hanya sibuk mengajar, tetapi juga aktif di banyak kegiatan sosial. (Foto: Dokumen pribadi)
Mukhlis (kiri), guru asal Desa Purwodadi, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang yang tak hanya sibuk mengajar, tetapi juga aktif di banyak kegiatan sosial. (Foto: Dokumen pribadi)

Pria yang juga memiliki guest house untuk wisatawan yang datang ke Desa Wisata Purwodadi atau Bowele ini mengatakan kalau waktu itu Ketua PMI Kabupaten Malang masih Ratna Rubianto dan Kepala Bidang Penanggulangan Bencananya adalah Nuryanto.

“Kenapa kita dibentuk Sibac, salah satu alasannya karena Desa Purwodadi juga merupakan daerah yang rawan terjadi bencana. Dan saya sebagai generasi muda waktu itu diajak bergabung sebagai relawan atau volunteer yang sifatnya tidak mengikat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Mukhlis menjelaskan bahwa ia ahli di bagian water rescue.

“Karena saya seorang peselancar, jadi sedikit banyak paham soal air. Selain itu kebetulan saya orang pesisir, jadi saya cinta bahari. Dan gabung PMI dan saya sempat mengikuti penyelamatan di beberapa wilayah seperti dulu di Goa Coban Pelangi,” tuturnya.

Lalu ia juga aktif di Pokdarwis Desa Wisata Bowele pada 2014 sampai 2020 sebagai ketua, sekarang ia ikut aktif menjadi pengurus BUMDes Desa Purwodadi.

mukhlis 3 mini

Terakhir, ia mengatakan bahwa pekerjaan yang berat karena semua ia lakukan dengan senang, namun ia menegaskan pekerjaan yang utama adalah pendidikan dan kedua pariwisata.

“Kita tetap tidak masalah ikut pekerjaan di masyarakat, tapi tetap yang utama mengajar. Sekarang tetap pagi ke sekolah, kalau sore saya juga jadi guide,” pungkasnya.

Di tempat yang sama Kaur Desa Purwodadi, Fajar Sidiq, mengatakan jika memang sejak muda Mukhlis adalah sosok yang sangat aktif.

“Beliau ini yang mulai memperkenalkan selancar di Desa Purwodadi. Lalu selain jadi guru, beliau juga aktif sebagai relawan PMI Kabupaten Malang,” jelasnya.

Fajar juga mengungkapkan bahwa sudah banyak anak didik Mukhlis yang berprestasi.

“Sudah banyak yang berprestasi baik di bidang pendidikan formal sampai ada juga yang berprestasi sebagai peselancar,” tutupnya.

Tags: guruKabupaten MalangMalang
Gigih Mazda

Gigih Mazda

Related Stories

Sekolah Rakyat di Blitar.

Bangunan Sekolah Rakyat di Blitar Capai 70 Persen, Cari Calon Siswa Sulit Terkendala Izin Orang Tua

by Dwi Linda
13/06/2026 2:25 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Pembangunan proyek strategis nasional Sekolah Rakyat (SR) di Kelurahan Kauman, Kota Blitar, kini mencapai progres fisik lebih...

UM

9.218 Mahasiswa UM Siap Mengabdi Lewat Program UM BBM 2026

by Mochamad Abdurrochim
13/06/2026 7:00 AM
0

MALANG, Tugujatim.id – Sebanyak 9.218 mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) resmi diberangkatkan untuk mengikuti program Universitas Negeri Malang Belajar Bersama...

UNEJ

Mahasiswa UNEJ Sulap Limbah Kulit Kopi Jadi Snack Bar Kaya Antioksidan

by Mochamad Abdurrochim
10/06/2026 10:30 PM
0

JEMBER, Tugujatim.id – Mahasiswa Program Studi Teknologi Hasil Pangan (THP) Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) UNEJ berhasil mengembangkan ChocoCara Bar. Chococara...

Siswa di Kota Blitar.

15 Ribu Siswa di Kota Blitar Tak Dapat MBG Imbas Transfer BGN Macet, 8 SPPG Stop Beroperasi

by Dwi Linda
09/06/2026 9:03 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Sebanyak 15.000 hingga 16.000 siswa di Kota Blitar sementara waktu tidak menerima pasokan Program Makan Bergizi Gratis...

Next Post
Pemain Swedia (kaus kuning) Quaison saat dilanggar di kotak penalti. (Foto: IG Swemnt/Tugu Jatim)

Tangani Perlawanan Slowakia lewat Gol Penalti, Swedia Belum Aman di Puncak Grup E

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID