• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Justsinta Sindi

Justsinta Sindi, pasca acara buka bersama di Coventry City Center, Inggris. (Dok Pribadi)

Cerita Justsinta Sindi Alivi, Dosen Unim Mojokerto Jalani Puasa Ramadan Lebih Panjang Saat Kuliah di Inggris

Darmadi Sasongko by Darmadi Sasongko
2 years ago
in Featured
0
Share on FacebookShare on Twitter

MOJOKERTO, Tugujatim.id – Dosen Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Islam Majapahit (Unim) Mojokerto, Justsinta Sindi Alivi memiliki pengalaman menjalani ibadah puasa dengan waktu lebih panjang dibandingkan di Indonesia. Pengalaman itu dijalani saat menempuh kuliah di Warwick University Inggris.

“Puasa di UK (United Kingdom) tahun kemarin, tahun ini sudah pulang ke Indonesia,” tegas Justsinta Sindi Alivi, Minggu (31/3/2024).

You might also like

Malang

Kakao Malang Diam-Diam Punya Varietas Premium Langka

29/05/2026 7:00 AM
Ledakan balon udara.

Sosok Korban MD Ledakan Balon Udara Blitar di Mata Keluarga, Dikenal Pekerja Keras dan Pulang Kampung Melepas Rindu

27/05/2026 8:08 PM

Sindi, demikian biasa dipanggil, menyelesaikan program doktor sebagai mahasiswa penerima beasiswa by research jenjang PhD di Education Warwick University, Inggris. Cerita Ramadan, terutama perbedaan lamanya waktu berpuasa antara Inggris dengan Indonesia menjadi cerita tidak terlupakan.

“Kebetulan puasa tahun kemarin pas musim semi jadi subuh sekitar jam 4 pagi waktu UK dan magrib sekitar jam 8 malam waktu UK. Tapi Ramadan tahun 2018 dan 2019 pas masuk musim panas. Subuh sekitar jam 3 pagi dan magrib sekira jam 9 malam. Lebih panjang lagi,” kisah Sindi.

Meski perbedaannya begitu panjang, Sindi mengaku nyaman menjalankan ibadah wajibnya itu di negeri seberang. Apalagi suasana Ramadan di kampusnya cukup inklusif dan toleran, selain didukung kebersamaan teman sesama mahasiswa.

 

Ramadan
Justsinta Sindi dan Komunitas saat Ramadan di Coventry City Center, Inggris. (Dok Pribadi)

 

“Musala kampus selalu mengadakan buka bersama dan menyediakan makanan box gratis. Selain itu, komunitas Indonesia di Warwick sering berbagi, misal 1 atau 2 hari untuk iftar gratis. Kami bagi tugas untuk masak lauk dan nasi serta taljil. Setelahnya kumpul di satu rumah dan packing semua makanan. Biasanya sekitar 200 hingga 300 box makanan,” lanjut Sindi.

Tidak hanya itu, baik tenaga pengajar kampus maupun teman-teman Sindi pemeluk agama lain mengenali puasa Ramadan. Sehingga tidak jarang mereka bertanya dan memberi perhatian bagaimana puasa yang sedang dijalankannya saat itu.

“Maka dari itu alhamdulillah kampus kami, Warwick University cukup inklusif dan toleran. Bila ada kegiatan juga terdapat tempat representatif, misal musala kampus yang luas, bisa menampung 200 sampai 300 orang. Tempat wudlu dan toiletnya nyaman dan bersih,” ungkapnya.

Selama bermukim di Inggris, Sindi tergabung dengan komunitas sesama warga Indonesia di Coventry, sebuah kota dan distrik metropolitan di West Midlands, Inggris. Komunitas dari beragam profesi sering menggelar buka bersama saat Ramadan.

“Kami konsepnya potluck gitu, jadi tiap orang membawa makanan atau minuman untuk dinikmati bersama-sama. Selain itu sering juga ada buka bersama dengan teman-teman dari negara lain. Jadi kami undang mereka untuk makan bersama untuk buka bersama (meski mereka tidak puasa) sambil kami kenalkan menu Indonesia,” tambah alumni Magister Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Negeri Malang (UM) ini.

Justsinta Sindi Alivi
Dosen Fakultas Agama Islam (FAI) Unim Mojokerto Justsinta Sindi Alivi saat berada di depan Warwick University. (Foto: dok. pribadi)

Meski tinggal di kota yang relatif kecil, teman-teman Sindi begitu menghargai saat dirinya berpuasa. Mereka sangat menghargai perbedaan dan bertoleransi tinggi dengan ibadah yang dijalankan oleh umat agama lain.

“Bahkan ketika kami belajar di kampus, saat waktu berbuka, beberapa dari mereka tanya apakah kami sudah buka, kadang ngasih makanan juga,” tandasnya.

Durasi puasa di Inggris kata Sindi, memang menjadi tantangan tersendiri, terlebih saat peralihan musim dari musim panas ke musim semi. Waktu puasanya akan lebih panjang sehingga memang harus menyikapinya secara khsusus.

“Tantangannya mungkin karena waktu puasanya lebih lama. Karena musim summer (musim panas) ke spring (musim semi) jadi susah fokus belajar. Jadi kami kalau puasa suka switch jam tidur malam. Malam tidak tidur buat belajar, setelah subuh baru tidur bangun jam 10 pagi atau 12 siang,” pungkasnya.

Sindi mendapatkan kesempatan kuliah ke Warwick University Inggris setelah terpilih sebagai salah satu peserta beasiswa Ministry of Religious Affairs (MoRA) dari Kementerian Agama. Selama beberapa tahun tinggal di Inggris memberikan pengalaman hidup sangat berharga.

Selama tinggal di Inggris, Sindi mengaku sempat bekerja paruh waktu di perpustakaan kampus, sebagai pengawas perpustakaan. Pengalaman itu dirasakan sangat membekas, yang memberinya kesempatan mengenal banyak orang dari berbagai negara dengan segala budaya dan perbedaan.

 

Reporter: Hanif Nanda Zakaria

Editor: Darmadi Sasongko

Tags: Kabupaten MojokertoMojokertoUNIM Mojokerto
Darmadi Sasongko

Darmadi Sasongko

Related Stories

Malang

Kakao Malang Diam-Diam Punya Varietas Premium Langka

by Mochamad Abdurrochim
29/05/2026 7:00 AM
0

MALANG, Tugujatim.id – Kabupaten Malang ternyata tidak hanya dikenal lewat sektor pertanian hortikultura maupun wisata alam. Di balik hamparan kebun...

Ledakan balon udara.

Sosok Korban MD Ledakan Balon Udara Blitar di Mata Keluarga, Dikenal Pekerja Keras dan Pulang Kampung Melepas Rindu

by Dwi Linda
27/05/2026 8:08 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Duka mendalam menyelimuti sebuah rumah sederhana di Desa Tambakan, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, menyusul insiden ledakan balon...

Biya Agus.

Biya Agus, Magister Fisika yang Viral di TikTok Berkat Pembahasan soal Rezeki bersama Chatour Travel

by Dwi Linda
19/05/2026 4:41 PM
0

GRESIK, Tugujatim.id - Senin malam (18/05/2026), H Agus Rahman MPd atau yang populer dengan nama Biya Agus Chatour Gresik, sesenggukan...

Mie Cendana.

Atika C. Larasati, Owner Mie Cendana Viral di Malang Kolaborasi Unik bareng Pelaku UMKM Lokal Perempuan

by Dwi Linda
01/05/2026 7:27 PM
0

MALANG, Tugujatim.id - Siapa sih yang nggak mengenal Mie Cendana sebagai salah satu kuliner viral dari Malang, Jawa Timur? Bahkan,...

Next Post
Polije

Enggal Deny Saputra, Alumni Polije Sukses Bangun Startup Software Development Bantu UMKM

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID