• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Menteri Sosial Tri Rismaharini didampingi Bupati Malang Muhammad Sanusi saat memberikan secara simbolis kartu PKH kepada warga Desa Kanigoro, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang, Selasa (29/06/2021). (Foto: Rizal/Tugu Jatim)

Menteri Sosial Tri Rismaharini didampingi Bupati Malang Muhammad Sanusi saat memberikan secara simbolis kartu PKH kepada warga Desa Kanigoro, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang, Selasa (29/06/2021). (Foto: Rizal/Tugu Jatim)

Kunjungi Kabupaten Malang, Mensos Tri Rismaharini: Tak Maafkan Pendamping Bansos PKH yang Korupsi!

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
5 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG, Tugujatim.id – Menteri Sosial Tri Rismaharini mengunjungi Desa Kanigoro, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang, Selasa (29/06/2021). Dalam acara tersebut, Risma bersama Bupati Malang Muhammad Sanusi dan Wakil Bupati Malang Didik Gatot Subroto menyerahkan secara simbolis kartu Program Keluarga Harapan (PKH) untuk keluarga miskin di Kantor Desa Kanigoro.

Dalam sambutannya, Risma mengungkapkan, acara ini adalah respons dari laporan adanya penyalahgunaan atau korupsi salah satu pendamping PKH yang ada di Kabupaten Malang.

You might also like

Bayi Laki-laki

Penemuan Bayi Laki-laki Dalam Tas Gegerkan Warga Rengel Tuban

04/06/2026 3:30 PM
Event tahunan di Banyuwangi.

Alasan Tak Pernah Sepi Wisatawan, 7 Event Tahunan di Banyuwangi Ini Selalu Jadi Magnet Pengunjung

04/06/2026 1:57 PM

“Selama beberapa tahun mereka tidak menerima, bapak-ibu ini sebenarnya adalah penerima PKH lama sejak 5 tahun lalu. Namun, karena disalahgunakan salah seorang pendamping sehingga baru menerima setelah 5 tahun,” terang mantan Wali Kota Surabaya ini.

Risma mengatakan, saat ini masih dilakukan pengusutan oleh Bareskrim Polri karena kemungkinan masih ada praktik yang sama di daerah-daerah lain.

Acara hari ini, menurut Risma, adalah langkah Kemensos untuk membantu pengembalian kartu PKH kepada penerima manfaat yang sebenarnya.

“Kartu yang lama katanya sudah dibakar, jadi kami bantu dibuatkan kartu yang baru,” tuturnya.

Dia juga mengungkapkan, apakah para pendamping PKH tega melihat mereka yang membutuhkan tidak mendapatkan hak-haknya.

“Saya tidak akan main-main dan akan terus melakukan upaya ini (pemberantasan penyalahgunaan PKH). Sebab, mereka semua berhak dan ini adalah haknya, hak orang miskin, kenapa tega melakukan itu,” tegasnya.

Risma bahkan dengan tegas mempersilakan kepada para pendamping untuk keluar jika bekerja tidak dengan ikhlas.

“Kalau memang tidak cukup dan ingin keluar, keluar saja! Keluar saja! Masih banyak yang mau mendapat akses untuk menjadi pendamping,” ujarnya.

“Karena yang kami lakukan ini bukan lagi pertanggungjawaban kalau untuk orang miskin, itu pertanggungjawaban langsung di depan Tuhan. Jadi, saya sampaikan kepada para pendamping kalau tidak ikhlas atau tidak tulus silakan mengundurkan diri,” sambungnya.

Kader PDIP ini juga mengatakan, dia tidak akan memaafkan siapa pun yang tega menyalahgunakan bantuan PKH ini.

“Sebenarnya baru kemarin balik ke Surabaya dan saya sempatkan ke sini. Kenapa? Ini adalah momen saya untuk menyampaikan kepada seluruh pendamping di Indonesia bahwa tidak ada lagi kata maaf, saya tidak akan maafkan!” ujarnya.

“Coba dilihat, justru yang seperti ini yang mereka (oknum pendamping) yang dimainkan karena kondisi fisiknya tidak mampu. Jadi, jangan permainkan lagi apa yang sudah jadi hak penerima manfaat,” imbuhnya.

Dia juga memperingatkan pendamping PKH di daerah-daerah lain yang bermain-main dengan bansos tersebut karena pihaknya sudah bekerja sama dengan Polri dan Kejaksaan Agung.

“Saya tidak main-main lagi, ini ada beberapa daerah yang sudah kerja sama dengan Mabes Polri dan Kejaksaan Agung karena saking banyaknya. Dan saya akan melaporkan hasil ini kepada Bapak Presiden,” ujarnya.

Tags: Berita penerima kartu PKHBupati Malang SanusiKabupaten MalangMenteri SosialPKH di Kabupaten MalangTri Rismaharini
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Bayi Laki-laki

Penemuan Bayi Laki-laki Dalam Tas Gegerkan Warga Rengel Tuban

by Mochamad Abdurrochim
04/06/2026 3:30 PM
0

TUBAN, Tugujatim.id – Warga Desa Rengel, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban digegerkan dengan penemuan bayi laki-laki dalam kondisi meninggal dunia di...

Event tahunan di Banyuwangi.

Alasan Tak Pernah Sepi Wisatawan, 7 Event Tahunan di Banyuwangi Ini Selalu Jadi Magnet Pengunjung

by Dwi Linda
04/06/2026 1:57 PM
0

BANYUWANGI, Tugujatim.id – Event tahunan di Banyuwangi, Jatim, jadi salah satu magnet wisata yang selalu ramai dikunjungi wisatawan. Selain memiliki...

Jemaah haji Kabupaten Malang.

Update 2 Jemaah Haji Kabupaten Malang Wafat di Makkah, Sakit Sempat Dirawat di RS

by Dwi Linda
04/06/2026 1:00 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Kabar duka datang dari dua jemaah haji Kabupaten Malang yang meninggal dunia di Makkah, Arab Saudi. Mereka...

Probolinggo.

Lukai Diri Sendiri, Perawat RS di Probolinggo Rekayasa Dibegal demi Tutupi Jual Motor sang Ayah

by Dwi Linda
04/06/2026 12:32 PM
0

PROBOLINGGO, Tugujatim.id - Kasus dugaan pembegalan yang sempat menghebohkan warga Kabupaten Probolinggo akhirnya terungkap. Seorang perawat RSUD Waluyo Jati Kraksaan...

Next Post
Dari kanan, Kasatreskrim Polres Malang AKP Donny Baralangi, Mensos Tri Rismaharini, dan Bupati Malang Muhammad Sanusi di Desa Kanigoro, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang, Selasa (29/06/2021). (Foto: Rizal/Tugu Jatim)

Oknum Pendamping Nakal di Malang Korupsi Dana Bansos PKH Rp 450 Juta

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID