• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Kuasa Hukum The Nine House di Malang, Indri Hapsari tengah menunjukkan ruangan manajemen yang disebut-sebut sebagai "Ruang Eksekusi" penganiayaan pegawai. (Foto:Azmy/Tugu Jatim)

Kuasa Hukum The Nine House di Malang, Indri Hapsari tengah menunjukkan ruangan manajemen yang disebut-sebut sebagai "Ruang Eksekusi" penganiayaan pegawai. (Foto:Azmy/Tugu Jatim)

“Ruang Eksekusi” The Nine House Malang, Lokasi Dugaan Bos Aniaya Pegawai

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
5 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG, Tugujatim.id – Dalam konflik perselisihan antara bos dan pegawai di The Nine House Kitchen Alfresco Malang yang viral waktu lalu, mencuat kabar bahwa di kelab resto besar itu menyimpan kisah angker tersendiri bagi pegawainya. Konon di sana ada ruangan yang terkenal disebut “Ruang Eksekusi”.

Nama ruangan ini mencuat dari pengakuan korban yang dianiaya di ruangan tersebut. Sekian waktu bergulirnya kasus ini, hingga akhirnya membuat publik bertanya-tanya. Seperti apakah ruangan itu, apa seangker namanya?

You might also like

Surabaya

Malam Pengesahan Warga Pesilat, Aksi Tawuran Terjadi di Surabaya

17/06/2026 3:34 PM
Jawa Timur.

Cuaca Cerah Dominasi Jawa Timur 17 Juni 2026, Aktivitas Luar Ruang Naik Signifikan

17/06/2026 7:00 AM

Menjawab hal itu, pihak manajemen mengajak Tugumalang.id, partner Tugujatim.id, untuk melihat sendiri ruangan yang dinamai “Ruang Eksekusi” itu. Namun, ruangan yang ditunjukkan rupanya jauh dari kesan angker seperti namanya.

”Aslinya, ini ruangan manajemen. Bukan ruang eksekusi seperti yang dikatakan saudari Mia,” tutur Kuasa Hukum The Nine House Indri Hapsari membuka pintu ruangan ini.

Sebelum memasuki ruangan, terlebih dulu harus melewati serangkaian jalan lorong. Hingga kemudian sampai di suatu hall dan di sisi kanan ada jalan lorong lagi sebelum menuju ruangan manajemen ini.

Ruangan manajemen yang disebut-sebut sebagai "Ruang Eksekusi" tak seangker namanya. (Foto:Azmy/Tugu Jatim)
Ruangan manajemen yang disebut-sebut sebagai “Ruang Eksekusi” tak seangker namanya. (Foto:Azmy/Tugu Jatim)

Ruangan ini persisnya terletak di lantai 2 di bagian gedung depan. Sekeliling ruangan pun ada kaca transparan sehingga orang umum pun bisa melihat apa yang terjadi di dalam ruangan. Hanya ada kursi panjang cukup untuk 10-12 orang.

Seperti dikatakan kuasa hukum korban Mia Trisanti, 36, Leo A. Permana, dia mempersoalkan muasal adanya ruang bernama “Ruang Eksekusi” di kelab besar tersebut. Dari pengakuan korban, ruang itu terkenal angker di kalangan pegawai karena jadi ruang interogasi.

”Di sana, menurut korban, ruang ini memang terkenal untuk mengeksekusi para pegawai yang jika ada kesalahan disuruh masuk ke sana, kemudian ditekan hingga ditanya-tanyai seperti yang dialami korban ini. Artinya apa dong ruangan itu,” kata dia, belum lama ini.

Namun, menurut Indri, itu tidaklah benar. Ruangan ini lebih banyak difungsikan untuk pertemuan antar internal manajemen. Menurut Indri, di ruangan ini juga bebas keluar masuk tanpa ada pengawalan ketat dari penjaga.

Malam kejadian itu, Indri mengisahkan, ada banyak staf yang berkumpul duduk di sofa ruangan ini dalam rangka proses audit keuangan internal. Mulai dari tim audit, manajer, staf marketing, bagian purchasing dan juga bosnya, Jefrie serta istrinya hadir duduk di sofa itu.

Saat itu manajemen mencurigai ada ketidakwajaran dalam notulensi keuangan yang dilaporkan korban terkait nota invoice yang diduga palsu, dirancang korban sendiri untuk me-markup harga. Di situ, ponsel korban, dia mengatakan, diminta baik-baik untuk pemeriksaan.

”Jika ada pengeroyokan atau penyekapan, jelas ada banyak saksi yang tahu. Tapi buktinya tidak ada, kamera CCTV mati, saksi dari saudari Mia juga tidak begitu kuat soal (pengeroyokan) ini. Jadi, tidak mungkin ada penganiayaan. Apa yang berkembang di luaran itu mengada-ngada,” kata Indri.

Di ruangan itu, Indri melanjutkan, tidak mungkin terjadi pengeroyokan hingga penyekapan karena adalah ruang terbuka. Terlebih, bos The Nine House sendiri masih dalam perawatan pasca operasi punggung.

”Hanya memang saudara MT (petugas sekuriti) yang agak emosi,” tambahnya.

Intinya, apa yang disampaikan terlapor selama ini di publik tidaklah benar. Dia mengatakan, tidak ada saksi yang mengakui secara jelas kebenaran apa yang dikatakan oleh korban.

”Semua fakta kebenarannya nanti akan kami beber di pengadilan,” tegasnya.

Lebih jauh, dia juga akan melayangkan surat penangguhan penahanan Jefrie yang kini sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Mapolresta Makota.

”Iya, sedang kami upayakan karena kondisi beliau sedang tidak baik pasca operasi punggung. Ada riwayat stroke ringan dan kolesterol, kami masih nunggu ACC dari polisi,” tambahnya.

 

Tags: Kasus penganiayaanKasus penggelapan uangKasus The Nine House AlfrescoKota MalangThe Nine House Alfresco
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Surabaya

Malam Pengesahan Warga Pesilat, Aksi Tawuran Terjadi di Surabaya

by Mochamad Abdurrochim
17/06/2026 3:34 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Warga Jalan Kalijudan gang 10, 12 dan 14, Kecamatan Mulyorejo, Surabaya, Rabu (17/06/2026) sekitar pukul 00.30 WIB...

Jawa Timur.

Cuaca Cerah Dominasi Jawa Timur 17 Juni 2026, Aktivitas Luar Ruang Naik Signifikan

by Dwi Linda
17/06/2026 7:00 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jawa Timur pada Rabu (17/06/2026) didominasi kondisi cerah di sebagian besar wilayah, terutama kawasan perkotaan dan...

IKA PMII Kota Malang.

Jelang Muscab III, IKA PMII Kota Malang Rumuskan Arah Gerak Organisasi Kuatkan Fondasi

by Dwi Linda
16/06/2026 9:00 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Kota Malang (IKA PMII Kota Malang) menggelar Kick Off Musyawarah Cabang (Muscab)...

Pendaki ilegal Gunung Semeru.

13 Pendaki Ilegal Gunung Semeru Ditangkap, Empat Orang Masih Dicari Sempat Kabur ke Kebun Warga

by Dwi Linda
16/06/2026 8:24 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) mengamankan 13 orang yang diduga melakukan pendakian ilegal...

Next Post
Bupati Malang M. Sanusi saat menjelaskan akan melakukan PPKM Darurat di Kabupaten Malang. (Foto: Rizal/Tugu Jatim)

Siapkan PPKM Darurat, Bupati Malang Sanusi: Lockdown Wilayah Zona Merah dan Warga Harus Di-Swab

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID