MOJOKERTO, Tugujatim.id – Faktor cuaca patut menjadi perhatian serius bagi jemaah haji asal Kabupaten Mojokerto. Sebab suhu di Arab Saudi berada pada kisaran 45 hingga 50 derajat celsius.
Ketinggian suhu tersebut bisa membawa gangguan bagi kesehatan jemaah haji bila tidak diantisipasi sejak sebelum berangkat ke Tanah Suci.
Kemenag Kabupaten Mojokerto mengimbau jemaah haji untuk menjaga kesehatan sebelum bertolak menuju Arab Saudi pada akhir Mei 2024 nanti.
Kasi PHU (Penyelenggaraan Haji dan Umrah) Kemenag Kabupaten Mojokerto, Nur Rokhmad mengatakan, selain imbauan untuk menjaga kesehatan, jemaah haji asal Bumi Majapahit turut diminta tidak melakukan aktivitas berat selama masih berada di Tanah Air.
“Istirahat yang cukup, makan juga cukup. Menjaga pola makan dan istirahat sangat penting. Karena ibadah haji ini kan sebagian besar butuh keadaan fisik yang prima,” ujar Nur Rokhmad, Sabtu (11/5/2024).
Kondisi fisik yang prima, sambung Nur Rokhmad, tidak hanya penting bagi seorang jemaah haji. Selain membantu kelancaran beribadah, keadaan fisik yang bagus juga dapat membuat keluarga di Tanah Air merasa tenang meski sedang berjauhan secara fisik dengan jemaah.
“Biasanya kan yang paling sering ditanyakan sama keluarga di Tanah Air itu soal kesehatan. Karena bila kondisi fisik siap, insya Allah keluarga di rumah masing-masing tidak khawatir,” imbuhnya.
Walau demikian, layanan prima dari Kemenag Kabupaten Mojokerto tetap diberikan secara penuh kendati kondisi cuaca sedang panas menyengat. Kesiapan tersebut diantaranya petugas medis yang bersiaga selama 24 jam, termasuk pula tenaga pendamping yang memantau kondisi lahir dan batin dari jemaah haji.
“Sifatnya kami ini memberikan pelayanan. Karena pelayanan maka harus menyeluruh. Tidak ada yang ingin melihat kondisi jemaah kesusahan, semoga semuanya diberikan lancar dan aman mulai dari Tanah Air hingga rangkaian ibadah haji selesai,” tandas Nur Rokhmad.
Selama masih berada di Tanah Air, anjuran menjaga kesehatan secara mandiri terus digencarkan. Salah satunya lewat imbauan konsumsi air putih yang cukup dengan dosis 2,5 hingga 3 liter setiap harinya. “Agar kondisi jemaah betul-betul dalam kondisi baik,” ungkap Nur Rokhmad.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter : Hanif Nanda Zakaria
Editor : Darmadi Sasongko








