JEMBER, Tugujatim.id – Tempat kerja menjadi medan bagi berbagai macam generasi, mulai dari Baby Boomer hingga Generasi Z (Gen Z). Di tengah dinamika dunia kerja, memberi umpan balik menjadi keterampilan penting yang harus dikuasai oleh semua anggota tim di tempat kerja.
Namun, cara atau pendekatan dalam memberikan masukan dapat bervariasi berdasarkan latar belakang setiap generasi. Melalui empat generasi, yaitu Baby Boomer, generasi X, Y, dan gen Z merupakan angkatan yang mewarnai dunia kerja di Indonesia.
Karena itu, mengetahui strategi untuk memberikan umpan balik di tengah beragamnya generasi di tempat kerja sangat penting. Melansir dari washingtonpost.com, mempelajari cara kerja dari setiap generasi yang memiliki pandangannya masing-masing, menjadi kunci keberhasilan di tempat kerja.
Setidaknya, ada empat cara yang harus diperhatikan sebelum memberikan umpan balik kepada rekan kerja dengan latar belakang perbedaan generasi, untuk menyampaikan umpan balik di tempat kerja.
Pertama, tahap persiapan. Merencanakan apa yang akan disampaikan, cara penyampaian, dan hasil yang diharapkan, menjadi strategi memberikan umpan balik di tempat kerja, yang memiliki perbedaan generasi di setiap anggota atau tim.
Keterampilan emosional dapat membantu menyampaikan umpan balik, dengan memperhatikan dan mewaspadai bagaimana reaksi yang akan ditimbulkan oleh penerima umpan balik.
Untuk mengetahui itu, perlu berlatih memberikan umpan balik kepada teman atau kerabat kerja maupun keluarga, dari generasi yang berbeda, dengan cara menanyakan pendapat mereka tentang prosedur di tempat kerja. Bertolak dari itu, akan terlihat bagaimana reaksi mereka dan perlu diingat, jangan pernah memberikan penilaian atas jawaban mereka.
Kedua, buat penyampaian umpan balik yang bersifat dua arah. Selain memberikan umpan balik kepada kerabat kerja, perlu untuk mendengarkan secara aktif apa yang akan disampaikan penerima umpan balik.
Pada tahap tersebut, perlu membaca pesan tersirat, dengan memperhatikan bahasa tubuh, validasi pengalaman orang lain, dan uraikan kembali apa yang sudah ditangkap, untuk memastikan pemahaman dengan benar.
Ketiga, jangan membuat penyampaian umpan balik menjadi pribadi. Setiap masukan atau umpan balik bertujuan untuk kebaikan. Tetapi, menjadi pertanyaan, apakah cara memberikan umpan balik itu sudah tepat dan tidak menimbulkan ketersinggungan? Hal tersebut yang perlu diperhatikan sebelum menyampaikan umpan balik, dengan memperhatikan karakteristik setiap generasi.
Mulailah memberikan umpan balik dengan pemahaman dan gagasan bahwa momen tersebut akan memberikan peluang dan hasil akhir, dengan memastikan bahwa pemberi umpan balik memiliki pemikiran yang sama dengan penerima.
Keempat, menyediakan ruang untuk perbaikan sangat diperlukan. Pemberi umpan balik harus memastikan pesan yang disampaikan bersifat spesifik, terukur, berorientasi pada tindakan, tepat waktu, dan fokus pada hasil. Hal tersebut perlu diiringi dengan upaya keterbukaan untuk menerima apa yang menjadi respons penerima umpan balik. Upaya tersebut dilakukan untuk menyesuaikan tanggapan dari masing-masing generasi yang memiliki karakteristik berbeda.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Diki Febrianto
Editor: Dwi Lindawati









Comments 1