MALANG, Tugujatim.id – Instalasi Gizi Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang meraih sorotan atas inovasi terbaru mereka yang dikenal sebagai “Dua Lingkar”. Inovasi RSSA Malang ini adalah sebuah aplikasi revolusioner dalam edukasi untuk pasien diabetes melitus.
Kepala Instalasi Gizi RSSA Malang Ida Restyani SST MKes saat ditemui mengungkap latar belakang, keunggulan, serta prestasi yang diraih oleh timnya.
“Di RSSA Malang, kasus diabetes melitus menduduki peringkat sepuluh teratas sehingga kami fokus pada terapi diet dan edukasi untuk mengatasi masalah ini,” jelas Ida kepada tugujatim.id, Selasa (02/07/2024).
Ida juga menuturkan, sebelum ada inovasi “Dua Lingkar”, edukasi dilakukan melalui leaflet. Namun setelah melalui evaluasi, satuan kerja instalasi gizi menemukan fakta di lapangan jika hal itu kurang efektif dan cenderung dilupakan oleh pasien dan juga masyarakat.
Baca Juga: Menyelami Jernihnya Mata Air Krawak Tuban, Oase Tersembunyi di Jawa Timur!
“Inovasi ‘Dua Lingkar’ atau kepanjangan dari Edukasi Diabetes Melitus dengan carbohydrate counting atau karbing ini menghadirkan tampilan atraktif dengan audio visual yang mempermudah pemahaman pasien tentang diet diabetes melitus,” papar Ida.
Selain itu, aplikasi ini mempermudah ahli gizi agar lebih efisien dalam penghitungan kebutuhan gizi dan memberikan edukasi yang singkat namun padat, tanpa membuat pasien mudah jenuh atau bosan.
Keunggulan lainnya termasuk kemudahan dalam membagikan materi edukasi melalui jejaring sosial dan dapat diakses secara offline tanpa memerlukan koneksi internet.
Tim yang terlibat dalam pengembangan aplikasi ini terdiri dari 4 orang yakni Fibias Vima Nurlita S Ga (ketua tim), Vemia Pritasari S Gz, Hana Mutia Afifah S. Gz, Sinta Amalia SST dengan Ida Restyani sebagai pembimbing utama.
Ida menceritakan, jika sepanjang 2022 di mana aplikasi ini tercipta telah memberikan manfaat serta nilai tambah bagi masyarakat. Bahkan, ada 4 rumah sakit di Malang yang telah menggunakan aplikasi ini.
“Ini semua berawal dari penelitian pada 2022 dan sejak itu telah diadopsi oleh beberapa rumah sakit lain di Malang seperti RS Mitra Delima, RS Srengat, RSI Gondanglegi, dan RS Muhammad Saleh Probolinggo,” tambahnya.
Meski sudah direplikasi oleh beberapa rumah sakit lain, RSSA Malang tetap mempertahankan nilai tambahnya dengan kerja sama yang terstruktur dan pengawasan yang ketat terhadap penggunaan aplikasi ini.
Catatan Prestasi
Prestasi signifikan juga diraih oleh tim RSSA Malang dalam dua kompetisi bergengsi. Mereka meraih juara 1 dalam kompetisi “Inocha” di tingkat satuan kerja RSSA serta juara 1 dalam kompetisi “Vaganza” (Inovasi Ahli Gizi dan Dietisen) yang diadakan oleh Asosiasi Dietisien Indonesia (AsDI) Korwil Malang pada peringatan Hari Gizi Nasional Januari lalu.
Ida berharap setelah inovasi “Dua Lingkar” tercipta dan bermanfaat bagi masyarakat, pihaknya akan terus mendorong tim instalasi gizi di RSSA Malang bisa terus menciptakan inovasi lainnya sehingga bisa meningkatkan kualitas layanan kesehatan tidak hanya di RSSA Malang namun juga di Jawa Timur. (adv)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Yona Arianto
Editor: Dwi Lindawati








