JEMBER, Tugujatim.id – Menanggapi deflasi yang terjadi di Kabupaten Jember pada Juni, Wakil Bupati Jember KH. MB. Firjaun Barlaman mewaspadai terjadinya suplai dari beberapa komoditas yang tinggi dan berpotensi membuat harga semakin anjlok.
“Jadi deflasi itu sebenarnya penyeimbang dari inflasi kemarin, namun yang perlu diperhatikan ini jangan sampai kemudian hal-hal yang andil inflasinya tinggi, bulan-bulan berikutnya ini nanti bisa stabil lagi,” ujar Firjaun Barlaman usai memimpin rapat koordinasi Sinergi dan Kolaborasi Mingguan setiap Rabo (Si Rambo) di Aula BKPSDM Jember, Rabu (03/07/2024).
Dia juga menjelaskan soal sepuluh komoditas penyumbang deflasi, seperti daging ayam ras, tomat, bawang merah, telur ayam ras, jagung manis, bawang putih, kelapa, gula pasir, cabai merah, dan semangka yang akan berdampak pada anjloknya harga.
“Deflasi ini kan kaitannya dengan suplainya itu lebih banyak dari demand, harganya yang anjlok, jadi suplainya melebihi, harga bisa anjlok,” tegasnya.
Selain itu, dia mengungkap bahwa cadangan beras di Bulog saat ini cukup untuk pemenuhan selama tiga bulan ke depan.
“Tentu, nanti dengan koordinasi dengan SPHP dan pernyataan produksi agar para petani bisa menjual gabahnya di Bulog termasuk juga ada distribusi dari pusat terkait dengan SPHP,” jelas Firjaun Barlaman.
Dia berharap agar di bulan-bulan selanjutnya persediaan beras di Kabupaten Jember dapat dipenuhi. Meski panen raya telah berakhir, Firjaun Barlaman menegakan bahwa pihaknya telah melakukan antisipasi melalui pemanfaatan beberapa lahan yang tidak produktif.
“Termasuk lahan dari Bulog itu sendiri,” kata Firjaun Barlaman.
Selain itu, di kegiatan Si Rambo, Firjaun Barlaman juga menyampaikan Arahan Presiden RI dalam Rakornas Pengendalian Inflasi 2024 yang berlangsung di Jakarta pada 14 Juni 2024.
Setidaknya, ada dua hal yang menjadi fokus pembahasan utama. Pertama, arahan dan penekanan pengendalian inflasi di daerah, kedua, upaya penanggulangan Kejadian Luar Biasa (KLB) polio yang terjadi di daerah.
Mengacu arahan presiden terhadap bupati dan wakil bupati, Firjaun Barlaman menyampaikan bahwa pihaknya harus menggerakkan posyandu di kabupaten atau kota.
“Minimal 80 persen posyandu aktif melaksanakan kegiatan. Misalnya, imunisasi secara rutin minimal sekali setiap bulan dan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) polio,” tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Diki Febrianto
Editor: Dwi Lindawati








