Tugujatim.id – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) akan meluncurkan produk derivatif yaitu Single Stock Futures (SSF) atau Kontrak Berjangka Saham. Produk derivatif ini akan segera diluncurkan pada kuartal pertama tahun 2024.
Peluncuran ini berdasarkan Surat Keputusan Direksi BEI No Kep-00040/BEI/03-2024 tentang Spesifikasi Kontrak Berjangka.
Spesifikasi SSF yang ditetapkan oleh BEI sendiri memiliki acuan terhadap best practice bursa global yang tetap memperhatikan penyesuaian dengan kondisi pasar modal Indonesia.
SSF yang akan dikembangkan di Indonesia dengan angka pengganda 100 saham dan initial margin 4%, dengan periode kontraknya adalah 1 bulan, 2 bulan, dan 3 bulan. Metode penyelesaian transaksi dilakukan secara tunai dan ketentuan nilai tick dan auto rejection mengikuti saham yang menjadi underlying-nya.
Single Stock Futures (SSF) merupakan produk derivatif keuangan dimana dua pihak investor dapat melakukan pembelian dan penjualan saham dengan ketentuan harga yang telah disepakati dan dalam jangka waktu tertentu sesuai peraturan.
Pergerakan nilai produk ini bergantung kepada nilai aset yang medasarinya (underlying), yang dalam produk SSF BEI adalah saham.
Underlying saham SSF BEI merupakan beberapa saham yang termasuk didalam indeks LQ$% yang memiliki fundamental dan likuiditas yang baik.
Dalam penentuan underlying SSF, BEI mempertimbangkan beberapa kriteria, yaitu interkonektivitas dengan produk lain, volatilitas harga, aktivitas transaksi, masukan dari pelaku pasar, dan keterwakilan industri. Saham-saham yang menjadi underlying SSF BEI adalah ASII, BBCA, BBRI, MDKA, dan TLKM.
Secara teknis, SSF memiliki cara kerja apabila pasar saham didalam kondisi bearish atau kondisi pasar menurun, investor dapat melakukan transaksi jual atau short pada produk SSF. Investor yang melakukan transaksi jual terhadap saham underlying yang mengalami penurunan, maka investor tersebut akan mendapatkan keuntungan.
Hal tersebut juga dapat terjadi sebaliknya, apabila kondisi pasar sedang mengalami kenaikan dan investor melakukan transaksi beli atau long, maka investor akan mendapatkan keuntungan dari transaksi beli yang dilakukannya.
Apabila investor berniat untuk melakukan transaksi di SSF BEI, maka investor harus membuka rekening di anggota bursa yang memiliki lisensi derivatif.
Namun pendaftaran untuk melakukan transaksi di SSF BEI tidak jauh berbeda dengan pendaftaran saham biasa. Hal ini dikarenakan semua produk pasar modal di Indonesia menggunakan ekosistem yang sama di Bursa Efek Indonesia (BEI), KSP, dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).
Single Stock Futures merupakan produk derivatif yang memiliki peluang resiko yang besar namun juga memiliki peluang keuntungan yang besar juga (high risk high return).
Sangat disarankan kepada investor yang akan melakukan transaksi di produk SSF untuk menganalisa secara mendalam dan melakukan mitigasi risiko yang baik.
Analisa dan mitigasi yang dilakukan secara baik dan benar, akan menghindarkan investor dari resiko kerugian yang besar dan memaksimalkan potensi keuntungan yang didapat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Reihan R
Editor: Imam A. Hanifah








