• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Kokedama.

Tanaman hias yang ditanam menggunakan teknik kokedama dari Jepang, selain terlihat cantik juga memudahkan perawatan. (Foto: Diki Febrianto/Tugu Jatim)

Tanaman Hias Tampil Beda dengan Kokedama, Teknik Menanam dari Jepang untuk Mempercantik dan Memudahkan Perawatan

Dwi Linda by Dwi Linda
2 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

JEMBER, Tugujatim.id – Kokedama merupakan salah satu teknik menanam dari Jepang yang dapat mempermudah perawatan tanaman hias. Teknik ini juga dapat menjadi alternatif untuk memperindah tanaman hias agar berbeda dari biasanya.

Teknik menanam ini juga dinilai ramah lingkungan karena tidak menggunakan bahan plastik dalam pembuatannya. Beberapa bahan yang digunakan untuk pembuatan kokedama seperti, serabut kelapa atau lumut, campuran tanah dan kompos, serta benang untuk memperindah bentuk kokedama.

You might also like

Pemkot Surabaya.

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir, Area tanpa Izin Terancam Ditutup

21/07/2026 8:30 PM
Gus Kikin.

Gus Kikin Siap Maju sebagai Calon Ketua Umum PBNU, Ngaku Terima Penugasan PWNU Jatim

21/07/2026 7:17 PM

Salah satu tutor pembuat kokedama di Jember, Marita Elok menjelaskan, teknik ini cocok untuk menerapkan program eco green.

“Jadi cocok banget bagi program-program pencinta lingkungan, kita balik lagi memanfaatkan limbah yaitu serabut kelapa,” ujar Marita Elok pada Selasa (06/08/2024).

Baca Juga: Alokasi Santunan Kecelakaan Kerja Penyelenggara Pilkada Kabupaten Mojokerto 2024

Tanaman hias dengan teknik menanam kokedama, juga dapat memperindah secara tampilan. Istilah “koke” sendiri diartikan sebagai lumut, sedangkan “dama” berarti bola. Jika mengacu pada seni menanam dari Jepang tersebut, lumut menjadi bahan utama untuk pembuatan kokedama.

Keterbatasan untuk mendapatkan lumut, memunculkan ide kreatif Marita Elok mengganti lumut dengan serabut kelapa.

“Kesulitan menemukan lumut di sini, jadi kita pakai alternatif serabut kelapa, harganya relatif lebih murah dan mudah didapat,” jelasnya.

Dia juga menegaskan, jenis tanaman yang dapat diaplikasikan melalui teknik kokedama harus berukuran kecil atau sedang. Hal tersebut dimaksud agar pada proses pembentukan dapat dilakukan dengan mudah.

Selain itu, tanaman kaktus yang memiliki banyak duri juga tidak cocok ditanam dengan teknik kokedama, karena dalam proses pembentukannya akan menyulitkan.

“Selain itu bisa, tanaman sansivera, sirih, aglonema juga bisa, pokoknya macam-macam tanaman bisa,” jelas Marita Elok.

Karena memiliki tanah yang padat, proses penanaman melalui teknik kokedama hampir sama dengan bonsai. Tumbuhan yang ditanam dengan teknik ini akan mengalami perlambatan dalam pertumbuhannya.

Baca Juga: Bincang BUMN Muda Pegadaian: Let’s Create Your Creative Communications

“Jadi nanti dia akan pertumbuhannya lebih lambat daripada yang ditanam di tanah. Karena kalau di tanah, akarnya bisa menyebar, tapi kalau ini kan cuma di seputar lingkaran itu aja. Nanti pertumbuhannya semacam dibonsai gitu,” papar Marita Elok.

Dari sisi perawatan, teknik menanam kokedama sangat memudahkan para pencinta tanaman hias. Tanaman hanya perlu direndam setiap empat hingga satu minggu sekali, selama kurang lebih 15 menit atau dirasa semua air telah meresap ke seluruh bagian tanah.

“Kalau sudah terasa berat itu berarti airnya sudah menyerap dan sudah siap diangkat kembali, biasanya nanti nunggu lima hari sampai seminggu baru direndam lagi, jadi tidak setiap hari direndam dan pastikan sinar matahari cukup,” ujar Marita Elok.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

Writer: Diki Febrianto

Editor: Dwi Lindawati

Tags: Kokedama adalahTanaman hias kokedamaTeknik kokedama
Dwi Linda

Dwi Linda

Related Stories

Pemkot Surabaya.

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir, Area tanpa Izin Terancam Ditutup

by Dwi Linda
21/07/2026 8:30 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus mengawasi dengan ketat terhadap pengelolaan parkir. Pemkot Surabaya mengawasi berbagai tempat mulai...

Gus Kikin.

Gus Kikin Siap Maju sebagai Calon Ketua Umum PBNU, Ngaku Terima Penugasan PWNU Jatim

by Dwi Linda
21/07/2026 7:17 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id – Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin...

Angkot pelajar gratis.

80 Angkot Pelajar Gratis Segera Hadir di Malang, Pemkot Tunggu Audit 4 Koperasi Rampung

by Dwi Linda
21/07/2026 6:45 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui dinas perhubungan (dishub) terus mematangkan pelaksanaan program angkot pelajar gratis. Saat ini,...

Penjual kambing.

Viral Penjual Kambing Kota Batu Disebut Mirip Yesus, Ternyata Niat Awalnya untuk Berdakwah

by Dwi Linda
21/07/2026 6:33 PM
0

BATU, Tugujatim.id – Seorang penjual kambing Kota Batu, Jawa Timur, mendadak viral menjadi perbincangan di media sosial. Faiq Muhammad Alkhatiri...

Next Post
The Lionesses.

The Lionesses, Tim Hoki Putri Argentina Kandas di Semifinal Olimpiade Paris 2024 

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID