SURABAYA, Tugujatim.id — Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar memberi mandat khusus kepada Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf atau kerap dipanggil Gus Yahya untuk segera memperbaiki PKB.
Rais Aam memberikan mandat usai ratusan kiai berkumpul di Pesantren Tebuireng. Mereka sepakat memberikan “Mandat Tebuireng” kepada Rais Aam PBNU untuk “ndandani” PKB.
“Para kiai berkumpul (di Pesantren Tebuireng) kemarin. Mereka mendalami masalah yang berhubungan PBNU dan PKB,” kata Gus Yahya saat ditemui di Kediaman Rais Aam, Pondok Pesantren Miftachussunnah Surabaya, Selasa (13/08/2024).
Baca Juga: PPP Resmi Dukung Aditya Halindra Faridzky dan Joko Sarwono di Pilkada Tuban 2024
Rais Aam PBNU KH Miftachul Ahyar memanggil Gus Yahya yang kebetulan berada di Surabaya, Rabu (14/08/2024) usai mendapat “Mandat Tebuireng”.
“Saya dapat perintah langsung dari Rais Aam untuk menindaklanjuti laporan dari para kiai,” kata Gus Yahya.
Dia mengaku akan segera merumuskan sejumlah langkah untuk memperbaiki PKB menjelang partai itu menyelenggarakan muktamar. Gus Yahya mengatakan, masalah antara PKB dan PBNU sebenarnya bukanlah masalah baru.
Baca Juga: Kisah Rektor Unmuh Jember Dr Hanafi, Anak Petani yang Awalnya Cuma Ingin Jadi Seorang Guru
Dia mengatakan, hubungan PBNU dan PKB selama ini berjalan dengan baik. Namun, sejak PKB dipimpin Muhaimin Iskandar selama 15 tahun, hubungan PBNU dan PKB jadi kurang baik.
“Ini berlangsung lama sudah lebih dari 15 tahun. Masalah di dalam hubungan PKB dan NU ini sudah lama sekali. Tapi selama ini belum pernah diupayakan penyelesaian yang masif untuk mengelolanya,” kata Gus Yahya.
Pertemuan di kediaman Rais Aam PBNU ini dihadiri Pengasuh Pesantren Lirboyo KH Anwar Manshur, Pengasuh Pesantren Sidogiri KH Nurhasan, Pengasuh Pesantren Tebuireng KH Abdul Hakim Mahfudz, Wakil Rais Aam PBNU sekaligus Pengasuh Pesantren Al Amin Kediri KH Anwar Iskandar, Pengasuh Pesantren Zainul Hasan Genggong KH Mutawakil Alallah, serta sejumlah kiai lainnya yakni perwakilan kiai dari Indonesia timur dan Indonesia bagian barat. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Editor: Dwi Lindawati








