Mojokerto, Tugujatim.id – Monitoring dan Evaluasi KKN Unim Mojokerto dilaksanakan di Auditorium Graha Nuswantara Lantai II Unim Mojokerto, pada Kamis (15/08/2024).
Kurang lebih 21 inovasi produk yang dinyatakan lolos ke tahap uji kelayakan untuk mendapatkan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) yang akan memberikan perlindungan secara hukum sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
Terdapat dua kelompok KKN Desa Cinandang yang turut ambil bagian pada presentasi (15/08/2024). Sementara, tim KKN Desa Cinandang menampilkan pameran berupa produk ecobrick, chili oil, rebranding produk rempeyek, visual animasi hingga sistem informasi berbasis QR Code. Menariknya, dua program kerja (proker) tersebut diapresiasi tim penilai.
Pameran pertama diisi tentang bidang teknologi informasi (IT). Inovasi tersebut mendapat beragam apresiasi dari tim penilai. Pasalnya QR Code yang diciptakan mampu menampung seluruh informasi seputar Desa Cinandang.
“Inovasi ini keren. Pertama kali saya memindai QR Code itu yang pertama kali tampil tentang pelayanan desa berbasis online. Ini sangat bermanfaat bagi masyarakat pastinya,” ujar salah satu tim penilai, Pipit Sari Puspitorini, Kamis (15/08/2024).
Selaras dengan pendapat tim penilai, Nuruddin yang didapuk sebagai presentator memberikan reaksi balik, “Kami bersama tim mencoba memberikan solusi sesuai dengan kondisi geografis daerah. Sebagus apapun inovasinya jika SDM tidak siap menerimanya, maka akan sia-sia. Kami rasa inovasi ini tepat untuk menunjang Desa Cinandang menuju desa pariwisata. Karena semua informasi terangkum dalam satu website. Kami menyebutnya Cinandang In Your Hand,” terangnya.
Selain itu, poin yang menjadi nilai tambah adalah terciptanya sebuah branding image yakni Cinandang Sejahtera. Dosen Pembimbing Lapang (DPL) KKN Desa Cinandang, Rendis Eka Arisandi berharap kepada tim penilai agar hal tersebut menjadi atensi khusus sebagai bahan pertimbangan program HKI.
“Kami bersyukur mendapat apresiasi positif. Semoga bisa berbuah hasil maksimal, terutama untuk program HKI,” bebernya.
Pameran kedua adalah inovasi visual animasi dan projection mapping. Metode pembelajaran yang dikemas dengan sentuhan animasi dua dimensi mampu menarik minat belajar bagi siswa.
“Lintas disiplin ilmu membawa kami pada hal yang berbau visual yaitu animasi dan projection mapping. Hal ini terbilang sederhana, namun sesederhana apapun bagi kami, hal tersebut merupakan suatu pengembangan atau inovasi baru dalam pembelajaran siswa agar pembelajaran di kelas tidak lagi membosankan,” ungkap salah satu anggota tim KKN, Faris.
Panitia KKN juga turut memberikan komentar positif. “Jika proyek ini dikembangkan, berpotensi menjadi kandidat yang lolos HKI,” kata panitia KKN, Erna Tri Asmorowati.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Mochamad Abdurrochim
Editor: Darmadi Sasongko








