MALANG, Tugujatim.id – Pelanggaran etika sosial masih kerap ditemukan di tengah masyarakat. Tempat umum dan media sosial disebut menjadi lokasi paling dominan terjadinya pelanggaran norma sosial berdasarkan hasil survei mahasiswa Program Studi Ilmu Pemerintahan Universitas Brawijaya (UB).
Survei tersebut dilakukan melalui penyebaran angket digital dan observasi lapangan dengan melibatkan responden berusia 15 tahun ke atas dari kalangan mahasiswa, pelajar, hingga pekerja.
Dalam hasil survei itu, perilaku berkata kasar menjadi bentuk pelanggaran norma sosial yang paling sering ditemukan. Selain itu, sikap tidak menghormati orang lain serta pelanggaran aturan juga masuk dalam temuan dominan.
Mahasiswa Program Studi Ilmu Pemerintahan UB menilai ruang publik menjadi tempat yang rawan munculnya perilaku tidak tertib karena banyaknya interaksi antarindividu dari latar belakang berbeda.
“Pelanggaran norma sosial cenderung lebih mudah terlihat di ruang yang bersifat terbuka. Di tempat umum, masyarakat dari berbagai latar belakang bertemu dan berinteraksi, sehingga potensi munculnya perilaku tidak tertib menjadi lebih besar,” tulis laporan tersebut.
Baca Juga : Kali Ketiga Digelar, Festival Kampung Budoyo Ketawanggede 2025 Gandeng Universitas Brawijaya
Media Sosial Dinilai Memicu Pelanggaran Etika
Selain ruang publik, media sosial juga dinilai menjadi ruang yang cukup dominan munculnya pelanggaran etika sosial. Interaksi yang berlangsung tanpa tatap muka membuat sebagian orang lebih bebas dalam berkomentar maupun menyampaikan pendapat.
Kondisi tersebut dinilai membuat sebagian pengguna media sosial tidak menyadari bahwa ucapan atau komentar yang disampaikan dapat melanggar norma sosial.
Meski demikian, mayoritas responden dalam survei tersebut disebut memahami pengertian etika dan norma sosial dengan cukup baik. Sebagian besar responden menilai etika sebagai pedoman perilaku yang mengatur baik dan buruk dalam kehidupan bermasyarakat.
Selain itu, responden juga menganggap etika dan norma sosial penting untuk menjaga ketertiban serta keharmonisan di lingkungan masyarakat.
Pendidikan Dinilai Jadi Kunci Pembentukan Karakter
Hasil survei juga menunjukkan masih adanya kesenjangan antara pemahaman masyarakat mengenai pentingnya etika dengan praktik yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari.
“Untuk mengurangi pelanggaran norma sosial, mayoritas responden menyebut pendidikan sejak dini menjadi langkah paling penting dalam membentuk karakter dan kesadaran sosial,”tulis dalam laporan survei.
Selain pendidikan di lingkungan keluarga dan sekolah, keteladanan dari lingkungan sekitar juga dinilai berpengaruh terhadap pembentukan perilaku masyarakat.
“Sosialisasi melalui media sosial turut disebut sebagai salah satu cara yang efektif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga etika, baik di ruang publik maupun di dunia digital,”tandasnya.
Penelitian tersebut dilakukan oleh mahasiswa Program Studi Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya, yakni Ahmad Naufal Hilmi, Nafila Sausan Thufailah, Nabila Davina Berliana N., Chiquitana Tsabita Nathania, dan Zul Husni. (Adv)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Editor: Mochamad Abdurrochim








