MOJOKERTO, Tugujatim.id – Satu lagi obyek yang dikukuhkan menjadi cagar budaya Pemerintah Kabupaten Mojokerto yakni Pancuran Air dari Jolotundo. Obyek berbahan dasar batu andesit, berwarna abu-abu, berbentuk silinder dengan lubang di tengahnya serta bertekstur kasar ini tersimpan di Halaman Kantor Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI Jawa Timur. Sebelumnya, pancuran ini ditemukan di Komplek Jolotundo.
Pancuran air ini berdiri di atas lapik bulat yang terdiri dari dua tingkat dengan tebal lapik 26,5 centimeter dengan diameter 115 centimeter. Pancuran air ini berjumlah 9 buah dengan ukuran paling tinggi berada di tengah dengan tinggi 99 centimeter dan diameter 50 centimeter. Selain itu, pancuran tanpa nama ini dikelilingi 4 pancuran ukuran sedang dengan tinggi masing-masing 41 centimeter dan diameter 28 centimeter serta 4 pancuran terendah dengan tinggi 27 centimeter dengan diameter 20,5 cm.
Masing-masing pancuran memiliki lubang air di tengahnya. Diameter lubang pancuran besar adalah 2 centimeter, pancuran sedang 3,5 centimeter serta pancuran kecil 3 centimeter. Terdapat ornamen naga yang mengelilingi pancuran. Terlihat, mulut naga terbuka dengan mahkota di kepala. Lebar ornamen naga tersebut adalah 17 centimeter. Selain itu ditemukan ornamen teratai dan sulur-suluran pada lapik pancuran.
BACA JUGA: Usia Ratusan Tahun, Masjid Agung Darussalam Mojokerto Pertahankan Bagian Bernilai Sejarah
Pancuran air ini menjadi gambaran dari kisah cerita Samudramanthana, cerita dari India yang mengisahkan tentang pengadukan lautan susu. Cerita tersebut tertulis dalam Adiparwa. Dalam cerita tersebut, meski sudah menjadi dewa tidak menjamin dapat hidup abadi, kecuali mendapatkan amṛta atau air kehidupan. Amṛta tersimpan dalam kendi di Samudera Ksirarnawa yang sulit didapatkan.
Oleh karena itu, para dewa sepakat untuk melakukan pengadukan Samudera Ksirarnawa untuk mendapatkan Kendi Kamandalu yang berisi Tirtha Amṛta. “Saat ini kondisi dari obyek tersebut bisa dikatakan terawat, utuh, tetapi aus,” ujar Kabid Kebudayaan Disbudporapar Kabupaten Mojokerto, Riedy Prastowo, Sabtu (24/08/2024).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Hanif Nanda Zakaria
Editor: Darmadi Sasongko








