• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Pancuran Air

Obyek Cagar Budaya Pancuran Air (disbudporapar)

Pancuran Air dari Jolotundo-Mojokerto dan Kisah Tentang Air Kehidupan

Darmadi Sasongko by Darmadi Sasongko
2 years ago
in Sastra & Budaya
0
Share on FacebookShare on Twitter

MOJOKERTO, Tugujatim.id – Satu lagi obyek yang dikukuhkan menjadi cagar budaya Pemerintah Kabupaten Mojokerto yakni Pancuran Air dari Jolotundo. Obyek berbahan dasar batu andesit, berwarna abu-abu, berbentuk silinder dengan lubang di tengahnya serta bertekstur kasar ini tersimpan di Halaman Kantor Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI Jawa Timur. Sebelumnya, pancuran ini ditemukan di Komplek Jolotundo.

Pancuran air ini berdiri di atas lapik bulat yang terdiri dari dua tingkat dengan tebal lapik 26,5 centimeter dengan diameter 115 centimeter. Pancuran air ini berjumlah 9 buah dengan ukuran paling tinggi berada di tengah dengan tinggi 99 centimeter dan diameter 50 centimeter. Selain itu, pancuran tanpa nama ini dikelilingi 4 pancuran ukuran sedang dengan tinggi masing-masing 41 centimeter dan diameter 28 centimeter serta 4 pancuran terendah dengan tinggi 27 centimeter dengan diameter 20,5 cm.

You might also like

Malang

Gali Sejarah Teater Malang, DKM Kembali Gelar “SERAT” untuk Jembatani Kreatifitas Lintas Generasi

21/05/2026 3:32 PM
Busana Khas Malang

Kajian Sejarah Busana Khas Malang

11/04/2026 3:25 AM

Masing-masing pancuran memiliki lubang air di tengahnya. Diameter lubang pancuran besar adalah 2 centimeter, pancuran sedang 3,5 centimeter serta pancuran kecil 3 centimeter. Terdapat ornamen naga yang mengelilingi pancuran. Terlihat, mulut naga terbuka dengan mahkota di kepala. Lebar ornamen naga tersebut adalah 17 centimeter. Selain itu ditemukan ornamen teratai dan sulur-suluran pada lapik pancuran.

BACA JUGA: Usia Ratusan Tahun, Masjid Agung Darussalam Mojokerto Pertahankan Bagian Bernilai Sejarah

Pancuran air ini menjadi gambaran dari kisah cerita Samudramanthana, cerita dari India yang mengisahkan tentang pengadukan lautan susu. Cerita tersebut tertulis dalam Adiparwa. Dalam cerita tersebut, meski sudah menjadi dewa tidak menjamin dapat hidup abadi, kecuali mendapatkan amṛta atau air kehidupan. Amṛta tersimpan dalam kendi di Samudera Ksirarnawa yang sulit didapatkan.

Oleh karena itu, para dewa sepakat untuk melakukan pengadukan Samudera Ksirarnawa untuk mendapatkan Kendi Kamandalu yang berisi Tirtha Amṛta. “Saat ini kondisi dari obyek tersebut bisa dikatakan terawat, utuh, tetapi aus,” ujar Kabid Kebudayaan Disbudporapar Kabupaten Mojokerto, Riedy Prastowo, Sabtu (24/08/2024).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

 

Reporter: Hanif Nanda Zakaria

Editor: Darmadi Sasongko

Tags: disbudporapar kabupaten mojokertoKabupaten MojokertoMojokerto
Darmadi Sasongko

Darmadi Sasongko

Related Stories

Malang

Gali Sejarah Teater Malang, DKM Kembali Gelar “SERAT” untuk Jembatani Kreatifitas Lintas Generasi

by Mochamad Abdurrochim
21/05/2026 3:32 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Dewan Kesenian Kota Malang (DKM) kembali menghadirkan ruang diskusi santai bagi para pegiat seni teater lewat agenda...

Busana Khas Malang

Kajian Sejarah Busana Khas Malang

by Darmadi Sasongko
11/04/2026 3:25 AM
0

Tugujatim.id - Kajian Sejarah Busana Khas Malang ditulis oleh Dwi Cahyono, Yayasan Inggil. Identitas sebuah daerah tidak hanya tercermin dari...

DPRD Kota Malang Catat PR Krusial di HUT ke-112, Kemiskinan hingga Banjir Belum Tuntas

Klambi Indis dari Sudut Pandang Seni Kontemporer

by Darmadi Sasongko
10/04/2026 11:05 AM
0

Tugujatim.id - Klambi Indis, dari sudut pandang Seni Kontemporer ditulis oleh Dimas Novib S, Pengurus Dewan Kesenian Malang. Tulisan ini...

Perjalanan Menuju Pertaubatan

Perjalanan Menuju Pertaubatan

by Dwi Linda
22/02/2026 11:43 AM
0

Oleh: Muhammad Mufid, Cerpenis Difabel di Malang Tugujatim.id - Malam sudah larut dan jalanan Kota Jakarta tampak lengang. Lampu-lampu jalan...

Next Post
Adi Sutarwijono

Adi Sutarwijono Terpilih Jadi Ketua DPRD Surabaya Sementara

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID