TUBAN, Tugujatim.id – Insiden kekerasan antar siswa di SMP Negeri viral di media sosial memicu keprihatinan dari berbagai pihak, termasuk anggota DPRD Tuban Luluk Khamim Mukjizat.
Dalam tanggapannya, Khamim, sapaan akrabnya, menyesalkan terjadinya kekerasan di dunia pendidikan dan menekankan pentingnya pembenahan sistem pendidikan yang lebih holistik. Maraknya bullying, kekerasan, dan body shaming tidak hanya terjadi di Kabupaten Tuban, tapi juga di luar kabupaten. Fenomena ini sering viral dan menjadi sorotan publik.
“Kejadian kekerasan seperti yang terjadi di SMP Negeri sangat disayangkan. Ini adalah tanggung jawab kami bersama untuk membenahi sistem pendidikan,” ujar Khamim.
Baca Juga: Terjun di Piala KONI Jombang, Kickboxer Kabupaten Mojokerto Sabet 7 Medali
Alumnus PMII Tuban menjelaskan, pihaknya telah melaporkan insiden ini kepada Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tuban. Dia juga mengapresiasi langkah penyelesaian yang telah dilakukan melalui mediasi dan pendekatan kekeluargaan antara pihak pelaku dan korban. Namun, dia berharap agar kejadian serupa tidak terulang lagi di dunia pendidikan.
Menurut dia, pola pendekatan pendidikan yang berbasis kearifan lokal perlu diperkuat untuk mencegah terjadinya kekerasan di lingkungan sekolah.
“Pola pendidikan kami harus lebih banyak didekatkan dengan kearifan lokal supaya jiwa santun, sopan, dan saling menghormati bisa lebih tumbuh. Dengan begitu, siswa akan lebih menghargai dan menyayangi satu sama lain,” tambahnya.
Baca Juga: Peluncuran Prangko Paus Fransiskus, PT Pos Indonesia Sediakan Pecahan 3.500 dan 40.000
Politikus PKB ini juga menekankan pentingnya pendampingan dan konseling bagi korban kekerasan. Dia mengusulkan agar korban kekerasan di SMP Negeri mendapatkan pembinaan dan konseling dari Pusat Pelayanan Anak (PPA) Dinas Sosial Kabupaten Tuban.
“Ini penting agar korban bisa pulih dari trauma dan mendapatkan dukungan psikologis yang diperlukan,” katanya.
Melalui pernyataannya, Khamim berharap agar pola pendidikan berbasis kearifan lokal bisa diterapkan lebih luas di Kabupaten Tuban. Menurut dia, dengan menanamkan nilai-nilai lokal yang mengedepankan kesantunan dan saling menghormati, siswa dapat tumbuh menjadi individu yang lebih toleran dan empatik. Jadi, lingkungan sekolah menjadi tempat yang aman dan kondusif untuk belajar.
“Harapan kami ke depannya, pola pendidikan ini benar-benar menerapkan pendekatan kearifan lokal supaya jiwa santun, sopan, dan saling menghormati bisa lebih tumbuh di kalangan siswa. Ini akan menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih harmonis dan mencegah kekerasan antar siswa,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Mochamad Abdurrochim
Editor: Dwi Lindawati








