MOJOKERTO, Tugujatim.id – Temuan tiga arca laki-laki di Sentonorejo, Trowulan, Kabupaten Mojokerto, membuatnya dikukuhkan sebagai cagar budaya baru. Berdasarkan catatan Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Mojokerto menyebutkan, arca ini berbahan dasar tanah liat, berwarna cokelat, bertekstur kasar.
Adapun posisi arca ini adalah duduk bersila. Arca laki-laki ini terlihat memakai penutup kepala dan di bagian tengahnya terdapat tonjolan. Terlihat, arca ini mempunyai mata sipit, hidung pesek, berkumis, mulut tertutup dengan ekspresi wajah tersenyum. Kedua tangan arca ditekuk ke depan dengan posisi tangan di atas paha.
Baca Juga: Anggota DPRD Tuban Ikut Bersuara, Kekerasan Antar Pelajar di SMP Negeri Harus Jadi Perhatian Serius
“Saat awal kali pertama ditemukan, patung arca terlihat pada bagian leher putus, leher belakang rusak, dan bagian tangan kiri sudah mengalami restorasi,” ujar Kabid Kebudayaan Disbudporapar Kabupaten Mojokerto Riedy Prastowo pada Senin (02/09/2024).
Dilihat berdasarkan bahan dan proses pembuatannya, arca laki-laki ini tergolong jenis terakota. Sementara, terakota sebagai tanah liat yang mengalami proses pembakaran. Adapun yang termasuk jenis terakota di antaranya, arca, miniatur rumah, permainan anak-anak, bahan bangunan, dan sebagainya.
“Pemanfaatan terakota oleh masyarakat Majapahit digunakan sebagai barang-barang keperluan dasar dan memenuhi hasrat seninya,” ujar Riedy.
Terakota berbentuk figur terdiri atas berbagai jenis, di antaranya sosok manusia yang menggambarkan anak-anak, wanita, dan laki-laki, serta jenis binatang yang jumlahnya sangat banyak, variasinya dapat dibedakan melalui tata rambutnya, semisal dipotong pendek, dikuncung, dikuncir, disanggul, dan digelung. Atau, dibedakan lewat tutup kepala, yaitu ada serban, mahkota, tekes, kopiah, caping, dan topi dengan bentuk setengah bola.
Baca Juga: Terjun di Piala KONI Jombang, Kickboxer Kabupaten Mojokerto Sabet 7 Medali
Selain itu, arca dari terakota juga bisa dibedakan berdasarkan hiasan kepalanya, yaitu sumping, subang, anting; atau lewat bentuk badannya, semisal gemuk, sedang, langsing, tinggi, dan pendek (cebol).
“Bisa juga lewat sikap tubuh, misal berdiri, jongkok, duduk bersila, duduk bersimpuh (kaki dilipat) atau dari pakaian, seperti kalau perempuan menggunakan kain panjang yang dililit, kemben, selendang, dan baju panjang, serta laki-laki pakai sarung,” imbuh arkeolog Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI Jatim Muhammad Ichwan, dalam kesempatan terpisah.
Saat ini, arca laki-laki tersebut tersimpan di Pengelolaan Informasi Majapahit, Tworulan, Kabupaten Mojokerto. Arca yang memiliki dimensi lebar 8,5 sentimeter, tebal 6 sentimeter, serta tinggi 13 sentimeter ini sering dipamerkan untuk pengunjung yang ingin menggali keterangan tentang warisan Kerajaan Majapahit.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Hanif Nanda Zakaria
Editor: Dwi Lindawati








