JEMBER, Tugujatim.id – Keberadaan beberapa kampus di Kabupaten Jember, ternyata cukup mempengaruhi laju perekonomian. Ribuan Mahasiswa Baru (Maba) setiap tahunya, memiliki andil inflasi di Kabupaten Jember.
Kepala Badan Pusat Statistik, Tri Erwandi menjelaskan bahwa, terjadinya inflasi tahunan atau Year on Year (y-on-y) Kabupaten Jember lantaran harga beberapa komoditas mengalami kenaikan. Hal tersebut ditunjukkan melalui adanya kenaikan indeks kelompok makanan dan minuman.
Menurutnya, sekitar 8.000 hingga 9.000 Maba yang datang ke Kabupaten Jember setiap tahunnya mempengaruhi laju inflasi. Tidak hanya di sektor tempat tinggal atau indekos, tetapi konsumsi atau kuliner.
“Itu yang sangat berpengaruh adalah tidak hanya kos-kosan, tetapi konsumsi di jember semakin bertambah, karena mereka (Maba, Red) akan makan di Jember,” ujar Tri Erwandi usai menyampaikan Berita Resmi Statistik di Kantor BPS Jember, pada Senin (2/9/2024).
Oleh karenanya, untuk menjaga laju inflasi, perlu memperhatikan suplainya yang harus tercukupi. Selain menguntungkan para pedagang makanan atau kuliner, keberadaan Maba juga mempengaruhi sektor-sektor lainnya.

“Utamanya pertanian. Pertanian itu kan tidak hanya beras saja, sayuran, ya buah-buahan, itu harus tersedia, sementara permasalahan pupuk belum sepenuhnya beres,” jelasnya.
Meski permasalahan pupuk yang memberikan sumbangih terhadap pertanian di Kabupaten Jember belum terselesaikan sepenuhnya, Tri Erwandi mengungkap bahwa bahan pokok seperti beras masih dapat ditangani karena cadangan mencukupi.
Dirinya menegaskan, pemerintah tidak boleh terlena atau bahkan lengah. Beras yang menjadi bahan pokok masyarakat, berpotensi mengalami kenaikan harga. “Tergantung pola konsumsi yang ada di masyarakat,” pungkas Tri Erwandi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Diki Febrianto
Editor: Darmadi Sasongko








