JEMBER, Tugujatim.id – Mahasiswa diduga pelaku pemerkosa terhadap anak TK berusia lima tahun di Kecamatan Tempurejo, Kabupaten Jember, masuk daftar hitam kampus. Hal tersebut diungkap pihak hubungan masyarakat (Humas) salah satu kampus swasta ternama di Jember.
Meski diduga pelaku berinisial UI, 22, itu harus melanjutkan pendidikan profesinya, pihak kampus telah memasukkannya ke daftar hitam mahasiswa yang bermasalah.
“Jadi yang bersangkutan itu kan harus lanjut pendidikan profesi, tapi adanya masalah ini, namanya sudah di-blacklist,” ungkap salah satu humas kampus swasta di Jember, Senin (09/09/2024).
Baca Juga: Bupati Mojokerto Serahkan SK Perpanjangan BPD se-Kabupaten Mojokerto
Pihak kampus juga mengungkap bahwa kasus yang menjerat UI ini telah diserahkan sepenuhnya ke pihak berwajib sejak Jumat (06/09/2024).
“Terkait kasusnya, sudah kami serahkan ke kepolisian,” tegasnya.
Meski terduga pelaku merupakan mahasiswa sendiri, pihak kampus akan mendukung korban.
“Kami akan sepenuhnya mendukung korban dan ikut mengusut tuntas kasus ini,” katanya.
Sementara itu, Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Jember Poejie Boediono juga menegaskan, pihak kampus telah menyerahkan kasus yang menjerat salah satu mahasiswanya.
Baca Juga: Mengejutkan! Ular Piton Sepanjang 3 Meter Bersarang di Closet Warga Tuban
“Pihak kampus sudah menyerahkan ke kepolisian, bahkan mereka (kampus terkait, Red) datang ke OPD (DP3AKB), katanya pihak kampus menyerahkan ke pihak berwenang,” ujar Poejie Boediono saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon pada Senin (09/09/2024).
Dia juga menjelaskan, orang tua korban XN sudah menyambagi Kantor PPA Jember untuk disambungkan ke kuasa hukumnya.
“Mereka akan ke Polres Jember untuk melakukan pemeriksaan dan melengkapi data,” jelas Poejie Boediono.
Selain itu, pihaknya juga berencana membuat agenda bagi korban untuk melakukan pemeriksaan psikologis. Hal tersebut dilakukan lantaran korban anak TK di Jember ini masih di bawah umur mengalami kondisi kejiwaan yang menurun.
“Anaknya merasa ketakutan,” ujar Poejie Boediono.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Diki Febrianto
Editor: Dwi Lindawati








