• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Pembasmi hama.

Ilustrasi petani yang sedang melakukan pembasmian hama menggunakan APH dan mengurangi penggunaan bahan kimia di Jember. (Foto: Diki Febrianto/Tugu Jatim)

Kurangi Pakai Bahan Kimia, Agensi Pengendali Hayati Jadi Solusi Pembasmi Hama di Jember

Dwi Linda by Dwi Linda
2 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

JEMBER, Tugujatim.id – Kabupaten Jember menjadi salah satu daerah penghasil padi di Jawa Timur. Berbagai upaya dilakukan untuk menjaga hasil pertanian. Salah satunya penggunaan Agensi Pengendali Hayati (APH) sebagai solusi pembasmi hama di bidang pertanian dan mengurangi penggunaan bahan kimia.

APH merupakan organisme yang digunakan untuk mengendalikan organisme pengganggu tanaman (OTP). Beberapa jenis APH digunakan para petani di Jember sebagai pengganti obat kimia. Seperti Beauveria Bassiana (BB) untuk mengendalikan hama serangga.

You might also like

Pasar Gadang.

Pembangunan Pasar Gadang Malang Dinilai Lambat, Warga Khawatir Pedagang Kembali ke Pinggir Jalan

13/06/2026 6:08 PM
Pemkot Malang.

Harga Pertamax Naik, Pemkot Malang Lirik Kendaraan Listrik Tekan Anggaran

13/06/2026 5:25 PM

Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) di Desa Jubung, Kecamatan Sukorambi, Muzed mengungkap, APH BB merupakan mikroorganisme sejenis jamur yang dikembangkan untuk mengendalikan berbagai macam serangga, seperti wereng coklat, belalang, hingga walang sangit.

Baca Juga: Performa Moncer, Atlet Taekwondo Jatim Sukses Tambah Emas dan Perunggu di PON XXI Sumut-Aceh

Dia menegaskan, dalam penggunaan APH BB tidak langsung membuat serangga pengganggu tanaman mati.

“Dia (APH BB, Red) menginfeksi dulu, kemudian setelah menginfeksi jaringan tubuh, otot-otot melemah, lama-lama dia (serangga pengganggu tanaman, Red) berjamur,” ujar Muzed pada Jumat (13/09/2024).

Cara kerja APH BB pun terbilang sangat masif untuk pembasmi hama serangga pengganggu tanaman. Di mana, saat APH BB digunakan dan menjangkit salah satu wereng, di saat itu juga wereng yang terjangkit menularkan ke wereng lainnya.

“Wereng itu hidupnya berkoloni di bawah tanaman padi, kalau APH BB masuk, misalnya tidak semua wereng kena ya, ada salah satu yang terkontaminasi BB, kemudian dia sudah mulai keluar jamur tetapi tidak mati, terus dia jalan-jalan berkerumun dengan temannya, temannya kena juga,” papar Muzed.

Baca Juga: Seisi Rumah di Mojokerto Ludes Terbakar, Diduga Korslet: Nihil Korban

Kendati bisa membunuh serangga, pengguna APH BB aman terhadap manusia. Menurut Muzed, penggunaan APH BB hanya fokus membasmi sebangsa serangga pengganggu tanaman saja.

Dalam penggunaan APH, para petani di Jember didampingi para PPL dan pengamat organisme pengganggu tanaman (POPT).

“PPL membina secara teknis budi daya, sedangkan POPT mengamati hama-hama penyakit tanaman,” katanya.

Nantinya, PPL bersama para petani akan melakukan koordinasi terkait serangan yang terjadi pada lahan pertanian kepada POPT. Jika POPT memiliki amunisi APH untuk mengendalikan hama secara massal, maka pembasmian akan dilakukan.

“Kalau tidak (memiliki amunisi APH, Red) maka kami lakukan penyuluhan dalam konteks menyampaikan informasi terkait jenis penyakit dan bisa dikendalikan dengan jenis obatnya. Kalau POPT datang langsung, dia akan menganjurkan penggunaan APH itu tadi,” pungkas Muzed.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

Writer: Diki Febrianto

Editor: Dwi Lindawati

Tags: Agensi Pengendali Hayati di JemberAPH di JemberPembasmi hama di JemberPenggunaan APH di JemberPetani di Jember
Dwi Linda

Dwi Linda

Related Stories

Pasar Gadang.

Pembangunan Pasar Gadang Malang Dinilai Lambat, Warga Khawatir Pedagang Kembali ke Pinggir Jalan

by Dwi Linda
13/06/2026 6:08 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Warga Kota Malang mulai mempertanyakan kelanjutan proyek penataan Pasar Induk Gadang setelah proses relokasi pedagang dilakukan sejak...

Pemkot Malang.

Harga Pertamax Naik, Pemkot Malang Lirik Kendaraan Listrik Tekan Anggaran

by Dwi Linda
13/06/2026 5:25 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi mulai berdampak pada biaya operasional pemerintah daerah. Di tengah...

Cuaca di Jawa Timur.

Hujan Ringan dan Udara Kabur Dominasi Cuaca di Jawa Timur 13 Juni 2026, Waspadai Kelembapan Tinggi dan Jarak Pandang

by Dwi Linda
13/06/2026 8:58 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jawa Timur pada Sabtu (13/06/2026) didominasi hujan ringan, udara kabur, dan kondisi berawan di berbagai wilayah....

Santri

Terkendala Gelombang Tinggi, Pencarian Hari Kedua Santri Terseret Ombak di Blitar Nihil

by Mochamad Abdurrochim
12/06/2026 8:54 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Operasi pencarian terhadap santri asal Kabupaten Kediri yang terseret ombak di Pantai Pangi, Desa Tumpakkepuh, Kecamatan Bakung,...

Next Post
Bupati Tuban.

Dua Bakal Paslon Bupati Tuban Penuhi Syarat, KPU Siap Lanjutkan Tahapan Pilkada 2024

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID