• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Wali Kota Surabaya Moerachman.

Wali Kota Surabaya Moerachman saat memberikan penganugerahan bintang gerilya kepada pegawai kantor Karesidenan Surabaya Bu Darsih (10/11/1964). (Foto: Arsip sikn Jatim)

Momentum G30S, Wali Kota Surabaya Moerachman Direkomendasikan PKI: Kini Makamnya Misterius Tak Diketahui Lokasinya

Dwi Linda by Dwi Linda
2 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

SURABAYA, Tugujatim.id – Peristiwa Gerakan 30 September 1965 atu G30S menjadi awan gelap bagi bangsa Indonesia, tidak terkecuali bagi Wali Kota Surabaya Moerachman yang kini makamnya belum diketahui keberadannya.

Meletusnya G30S di berbagai daerah di Indonesia juga menyentuh Kota Surabaya. Pembantaian massal untuk masyarakat yang dituding berafiliasi dengan Partai Komunis Indonesia (PKI) tidak terbendung. Bahkan, menyangkut Wali Kota Surabaya Moerachman saat itu.

You might also like

Pemkot Surabaya.

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir, Area tanpa Izin Terancam Ditutup

21/07/2026 8:30 PM
Gus Kikin.

Gus Kikin Siap Maju sebagai Calon Ketua Umum PBNU, Ngaku Terima Penugasan PWNU Jatim

21/07/2026 7:17 PM

Meski tak semasif di daerah lain. Tidak sedikit pejabat, anggota, dan simpatisan, bahkan orang yang dituding PKI ditangkap, ditahan, dan dibunuh secara keji dengan berbagai cara. Sama halnya yang dialami Moerachman.

Baca Juga: Aktor Tampan Byun Yo-Han Meminta Maaf usai Pakai Seragam Sekolah di “Black Out”, Banjir Pujian dari Warganet 

Saat itu, Moerachman menjabat sebagai Wali Kota Surabaya periode 1964 hingga 1965. Dia lahir di Banyuwangi pada 25 November 1929. Dia aktif di dunia politik. Minimnya arsip tentang Moerachman, membuat sosoknya masih dinilai misterius.

Namun, berdasarkan sumber-sumber yang dihimpun oleh Tugu Jatim, dia bergabung dengan Polisi Militer (1946), Komandan Batalyon 400 Tentara Pelajar di Besuki (1946/1947), Komandan Operasi di Sektor TRIP daerah Gunung Argopuro, dan Komandan Operasi Sektor Ill/a. Kes. Co. Kawi Selatan.

Selain di dunia militer, dia juga sempat mengenyam pendidikan di Fakultas Hukum Universitas Airlangga Surabaya. Selama di kampus, Moerachman juga dikenal aktif di organisasi. Dan menjadi ketua delegasi Indonesia di Konferensi Mahasiswa Asia Afrika.

Karir politik Moerachman terbilang mulus. Pada 1957 silam, dia terpilih menjadi anggota DPRD Jawa Timur asal PKI dan bergabung di Fraksi Progresif. Saat itu, PKI juga keluar sebagai partai pemenang.

Kemudian dia menggantikan posisi Satrio Sastrodiredjo sebagai Wali Kota Surabaya usai diangkat menjadi wakil Gubernur Jawa Timur. Saat itu, dia juga diusung oleh PKI dan SOBSI.

Baca Juga: Super Slime! Monitor Excellent Lenovo L24i–40 Tampil Elegan dengan Layar Nyaris tanpa Tepi: Bahan Ramah Lingkungan

Mengutip informasi dari Historia.id, Moerachman berencana untuk membongkar monumen Bultzingslowen karena berbau kolonial. Kemudian digangi dengan kata Tugu Sakerah sebagai bentuk penghormatan kepada para petani. Tugu tersebut dibangun untuk mengenang perlawanan petani terhadap Belanda dan perjuangan PKI yang membela kaum petani dan buruh.

Puncaknya, pada G30S, organisasi Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI), Kesatuan Aksi Pelajar Indonesia (KAPI), dan Kesatuan Aksi Pemuda Pelajar Indonesia (KAPPI) melakukan aksi demonstrasi di Balai kota Surabaya menuntut Moerachman mundur dari jabatannya karena dituding sudah terlibat dengan dengan PKI.

Kemudian, dia ditangkap dan ditahan di Penjara Kalisosok Surabaya sebelum akhirnya dibunuh. Hingga kini, lokasi makamnya belum diketahui secara persis.

Namun, sebagian kalangan meyakini jika Moerachman dimakamkan di kompleks Penjara Kalisosok Surabaya. Namun, saat ini penjara tersebut layaknya gedung bangunan tua usang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

Writer: Izzatun Najibah

Editor: Dwi Lindawati

Tags: Berita Kota Surabaya hari iniKota Surabaya hari iniSejarah G30S/PKISejarah G30S/PKI di SurabayaSejarah Wali Kota Surabaya Moerachman
Dwi Linda

Dwi Linda

Related Stories

Pemkot Surabaya.

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir, Area tanpa Izin Terancam Ditutup

by Dwi Linda
21/07/2026 8:30 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus mengawasi dengan ketat terhadap pengelolaan parkir. Pemkot Surabaya mengawasi berbagai tempat mulai...

Gus Kikin.

Gus Kikin Siap Maju sebagai Calon Ketua Umum PBNU, Ngaku Terima Penugasan PWNU Jatim

by Dwi Linda
21/07/2026 7:17 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id – Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin...

Angkot pelajar gratis.

80 Angkot Pelajar Gratis Segera Hadir di Malang, Pemkot Tunggu Audit 4 Koperasi Rampung

by Dwi Linda
21/07/2026 6:45 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui dinas perhubungan (dishub) terus mematangkan pelaksanaan program angkot pelajar gratis. Saat ini,...

Penjual kambing.

Viral Penjual Kambing Kota Batu Disebut Mirip Yesus, Ternyata Niat Awalnya untuk Berdakwah

by Dwi Linda
21/07/2026 6:33 PM
0

BATU, Tugujatim.id – Seorang penjual kambing Kota Batu, Jawa Timur, mendadak viral menjadi perbincangan di media sosial. Faiq Muhammad Alkhatiri...

Next Post
Drama Korea.

Top 3 Drama Korea CEO dengan Genre Romance Comedy yang Wajib Ditonton: Awas Gagal Move On!

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID