• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Negara Agraris.

Aktivis lingkungan Jember Wahyu Giri mempertanyakan masihkah Indonesia negara agraris. (Foto: Diki Febrianto/Tugu Jatim)

Masihkah Indonesia Negara Agraris? Ini Kata Aktivis Lingkungan Jember

Dwi Linda by Dwi Linda
2 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

JEMBER, Tugujatim.id – Dikenalnya Indonesia sebagai negara agraris tidak luput dari perekonomiannya yang sangat bergantung pada sektor pertanian. Sektor ini mengacu, mulai dari produksi hasil tanaman, peternakan, hingga berbagai kegiatan yang masih berkaitan.

Melansir dari berbagai sumber, setidaknya beberapa faktor menjadi alasan bangsa Indonesia disebut sebagai negara agraris. Mulai dari luasnya lahan pertanian, iklim tropis, ketergantungan penduduk, peran sektor ekonomi dalam pertanian, hingga produksi tanaman pangan.

You might also like

Pasar Gadang.

Pembangunan Pasar Gadang Malang Dinilai Lambat, Warga Khawatir Pedagang Kembali ke Pinggir Jalan

13/06/2026 6:08 PM
Pemkot Malang.

Harga Pertamax Naik, Pemkot Malang Lirik Kendaraan Listrik Tekan Anggaran

13/06/2026 5:25 PM

Menyoroti hal itu, Aktivis Lingkungan di Jember Wahyu Giri lantas mempertanyakan kembali masihkah Indonesia negara agraris? Di tengah-tengah fakta memperlihatkan bahwa, bangsa Indonesia masih mendapatkan beberapa komoditas yang merupakan hasil dari sektor pertanian dengan cara impor.

Baca Juga: Wanita Lansia di Tuban Tewas di Halaman Rumahnya, Polisi Selidiki Penyebabnya

“Kita negara agraris tapi melihat fakta produk-produk agrarisnya impor semua, itu yang dilihat. Masih layakkah disebut agraris kalau semuanya itu kemudian impor,” ujar Wahyu Giri saat ditemui Tugujatim.id pada Minggu malam (29/09/2024).

Dia melihat, begitu luasnya lahan dan berbagai potensi penunjang pertanian yang dimiliki bangsa Indonesia, sebenarnya mampu untuk memenuhi kebutuhan di dalam negeri.

“Urusannya, ini optimal tidak untuk kita bercocok tanam,” jelas Wahyu Giri.

Salah satu komoditas yang sampai saat ini diimpor Indonesia adalah beras. Beras-beras itu diimpor langsung dari Vietnam. Wahyu Giri menjelaskan, negara dengan julukan Negeri Naga Biru itu berguru ke Indonesia usai swasembada pangan pada 1984.

“Vietnam Thailand itu DAS (Daerah Aliran Sungai, Red)-nya dari Sungai Mekong, sedangkan Indonesia berapa DAS? Banyak sungai, kenapa tidak bisa menghasilkan beras banyak?” tanya Wahyu Giri.

Baca Juga: Top 3 Drama Korea CEO dengan Genre Romance Comedy yang Wajib Ditonton: Awas Gagal Move On!

Sedangkan di Kabupaten Jember sendiri, potensi pertanian untuk pangan, yakni penghasil beras, diiringi dengan masifnya pembangunan-pembangunan, seperti perumahan. Lantas, hal itu menimbulkan pertanyaan bagi Wahyu Giri, apakah pembangunan-pembangunan dilakukan di lahan subur atau tidak?

Selain itu, dia juga menyinggung terkait regulasi yang dibuat pemangku kebijakan pada Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Jember Tahun 2024-2044.

“Kemarin di RTRW kita kukuh minta yang disebut lahan pertanian pangan berkelanjutan itu terletak di mana, dia menyebutkan sekian berapa ribu gitu ada di RTRW, tapi di mana itu, jadi kita minta ini benar-benar riil bukan hanya sekadar ada di undang-undang,” jelas Wahyu Giri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

Writer: Diki Febrianto

Editor: Dwi Lindawati

Tags: Aktivis Lingkungan Jemberberita jember hari iniIndonesia negara agrarisJember hari ini
Dwi Linda

Dwi Linda

Related Stories

Pasar Gadang.

Pembangunan Pasar Gadang Malang Dinilai Lambat, Warga Khawatir Pedagang Kembali ke Pinggir Jalan

by Dwi Linda
13/06/2026 6:08 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Warga Kota Malang mulai mempertanyakan kelanjutan proyek penataan Pasar Induk Gadang setelah proses relokasi pedagang dilakukan sejak...

Pemkot Malang.

Harga Pertamax Naik, Pemkot Malang Lirik Kendaraan Listrik Tekan Anggaran

by Dwi Linda
13/06/2026 5:25 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi mulai berdampak pada biaya operasional pemerintah daerah. Di tengah...

Cuaca di Jawa Timur.

Hujan Ringan dan Udara Kabur Dominasi Cuaca di Jawa Timur 13 Juni 2026, Waspadai Kelembapan Tinggi dan Jarak Pandang

by Dwi Linda
13/06/2026 8:58 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jawa Timur pada Sabtu (13/06/2026) didominasi hujan ringan, udara kabur, dan kondisi berawan di berbagai wilayah....

Santri

Terkendala Gelombang Tinggi, Pencarian Hari Kedua Santri Terseret Ombak di Blitar Nihil

by Mochamad Abdurrochim
12/06/2026 8:54 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Operasi pencarian terhadap santri asal Kabupaten Kediri yang terseret ombak di Pantai Pangi, Desa Tumpakkepuh, Kecamatan Bakung,...

Next Post
Bawaslu Kabupaten Mojokerto.

Banyak Pendaftar Kena Sipol, Bawaslu Kabupaten Mojokerto Perpanjang Rekrutmen PTPS

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID