JAKARTA, Tugujatim.id – Upaya memberantas bullying di kalangan pelajar, Ruber Innovation Lab dan Ruber Visual meluncurkan film pendek ‘Lara Bisu’. Bersamaan gerakan #1MillionYouthsStopBullying diharapkan semakin menguatkan adanya film ini.
Film ini diharapkan dapat membuka mata masyarakat luas tentang dampak buruk dari perundungan serta menginspirasi generasi muda untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan inklusif.
Kasus bullying yang marak terjadi di kalangan remaja akhir-akhir ini menjadi sorotan publik. Dampak dari tindakan ini tidak hanya dirasakan oleh korban, tetapi juga oleh masyarakat secara luas. Bullying dapat menghambat potensi anak-anak bangsa dan menjadi ancaman bagi masa depan negara. Oleh karena itu, upaya pencegahan dan penanganan bullying harus menjadi perhatian bersama. Karena itulah, Ruber Innovation Lab yang didukung oleh Indika Foundation ini membentuk sebuah campaign atau gerakan anti-bullying bernama #1MillionYouthsStopBullying.
Selain sesi peluncuran short movie “Lara Bisu” Ruber Innovation Lab juga menghadirkan 12 Psikolog yang ahli dalam bidang nya, yaitu Tanti Mantily Dewi, Delima Primasari, Sylvina Safitri, Dania Asri Dewi, Yuri Arlani, Miranti Verdiana Azra, Dina Kamalia, Yasinda Batangtaris, Oktarina Said, Willy Amalia Ali, Eka Erfiani dan Dyah Dwi. Ke-12 Psikolog ternama ini hadir dalam acara launching short movie “Lara Bisu” sekaligus menjadi 12 Psikolog terpilih untuk heart to heart session one on one bersama 88 peserta yang mendaftar, untuk sesi ini memang terbatas, hanya peserta tercepat saat pendaftaran dibuka saja yang dapat mengikuti.

Acara peluncuran film “Lara Bisu” tidak hanya berhasil menyuarakan keprihatinan terhadap masalah bullying, tetapi juga memberikan solusi nyata. Sesi dengan tajuk “Heart Dialogue Session: HEART TO HEART SESSION” yang menjadi bagian dari acara tersebut menjadi wadah bagi peserta untuk berbagi cerita dan mendapatkan dukungan psikologis.
“Saya merasa seperti beban yang selama ini saya pikul akhirnya terangkat,” ujar seorang peserta yang enggan disebutkan namanya. “Sesi konseling ini sangat membantu saya untuk memahami diri sendiri dan menemukan cara untuk mengatasi masalah saya,” tambahnya.
Keberhasilan sesi “Heart Dialogue” ini membuktikan bahwa dukungan psikologis sangat penting bagi korban bullying. Penyelenggara acara berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan untuk membantu lebih banyak orang yang membutuhkan.

Semangat yang membara, gerakan #1MillionYouthsStopBullying yang didukung oleh PT Paragon Corp dan Indika Foundation telah membuktikan bahwa kita semua memiliki kekuatan untuk menciptakan perubahan. Melalui film “Lara Bisu” dan sesi “Heart Dialogue”, kita telah menyaksikan bagaimana kolaborasi dan kepedulian dapat memberikan harapan bagi korban bullying. Mari kita terus bersatu padu, menyebarkan pesan positif, dan mendukung upaya untuk menciptakan lingkungan yang bebas dari kekerasan. Setiap tindakan kecil kita, sekecil apapun, akan membawa dampak yang besar bagi generasi mendatang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Penulis: Rajasa Hastarto
Editor: Darmadi Sasongko








