• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Lara Bisu 1

Moderator Omar Danishwara dengan narasumber Emmanuella Mila, Hanief Jerry, dan Irfan Tajuddin, pada talkshow film pendek “Lara Bisu”. (Doc: Ruber Academy)

Perspektif Ahli di Sesi Talkshow ‘Lara Bisu’ Film Pendek Tentang Isu Bullying di Kalangan Pemuda

Darmadi Sasongko by Darmadi Sasongko
2 years ago
in Pendidikan
0
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA, Tugujatim.id – Film menjadi salah satu media penting dalam memberikan edukasi melalui seni, seperti film pendek “Lara Bisu”. Film yang diinisiasi oleh Ruber Innovation Lab melalui gerakan sosial #1MillionYouthsStopBullying itu berhasil mengundang perhatian publik dari berbagai kalangan pada premiernya di Paragon IX, Ulujami, Jakarta Selatan, Sabtu (05/10/2024).

Acara ini tidak hanya menampilkan penayangan film, tetapi juga menyuguhkan talkshow bertajuk “Merajut Cerita yang Bermakna: Seni Film dan Dampak Sosial”.

You might also like

Jatim

Dindik Jatim Tegaskan Kepala Sekolah Dilarang Terima Titipan Siswa pada SPMB 2026

03/06/2026 3:53 PM
LPPM UM.

Kolaborasi LPPM UM X Direktorat Inovasi UM Dorong Hilirisasi Riset Global melalui Pameran AFRASIA 2026

03/06/2026 3:16 PM

Talkshow tersebut dipandu oleh Omar Danishwara seorang professional public speaker, dan menghadirkan beberapa narasumber ternama, seperti Hanief Jerry, M.Sn Dekan Fakultas Film dan Televisi Institut Kesenian Jakarta, Emmanuella Mila scriptwriter dan storyteller, serta Irfan Tajuddin sutradara Lara Bisu. Setiap narasumber berbagi wawasan tentang seni film dan proses kreatif di balik layar serta dampak sosial yang dihadirkan oleh film tersebut.

Tidak hanya acara nonton bareng, tetapi juga dilengkapi dengan talkshow bertajuk “Merajut Cerita yang Bermakna: Seni Film dan Dampak Sosial”, yang mengundang sejumlah tokoh penting yang membahas tentang esensi film, khususnya film Lara Bisu.

Omar Danishwara membuka talkshow dengan penuh semangat, menyoroti bagaimana seni film dapat memberikan dampak sosial yang signifikan, terutama dalam isu-isu penting seperti bullying.

Hanief Jerry, salah satu narasumber talkshow, menjelaskan bahwa dalam pembuatan film, bukan hanya hasil akhirnya yang penting, tetapi juga proses pembuatannya. Dia menjelaskan proses pembuatan film dari pra-produksi hingga pasca-produksi, dengan menekankan pentingnya triangle system yang melibatkan produser, sutradara, dan penulis.

“Dalam tahap pra-produksi, banyak yang perlu didiskusikan. Dalam konteks ini, harus ‘bersahabat dengan musuh’ untuk menghasilkan film yang lebih baik. Artinya, kita perlu menggabungkan ide-ide yang berbeda dan bersatu untuk mencapai tujuan yang sama,” Ujar Dekan Fakultas Film dan Televisi Institut Kesenian Jakarta itu. Hanief juga berbagi harapannya agar semakin banyak anak muda Indonesia yang terinspirasi untuk terjun ke dunia film dan menjadikan film sebagai media yang kuat dalam menyampaikan pesan sosial.

Sementara itu, Emmanuella Mila, seorang scriptwriter dan storyteller, berbicara tentang bagaimana cerita yang kuat dan penuh empati menjadi kunci keberhasilan sebuah film.

“Sebagai penulis, kita harus bisa masuk ke dalam cerita yang kita buat, jadikan tulisan atau kisah film yang ditulis menjadi relatable dan mampu membangkitkan empati dari penonton,” ujar Mila. Mila menekankan bahwa film seperti “Lara Bisu” memiliki dampak besar karena menyentuh isu yang sangat dekat dengan kehidupan banyak orang, yaitu bullying.

Irfan Tajuddin, sutradara film ini, berbagi cerita bahwa dia telah melakukan riset dan berbincang dengan banyak orang, terutama perempuan, untuk memahami lebih dalam terkait fenomena bullying. Sebagai seorang pria, dia ingin memastikan bahwa film “Lara Bisu” bisa menyampaikan perasaan yang tepat kepada penonton. “Saya ingin penonton bisa merasakan bagaimana perasaan seseorang yang menjadi korban bullying, sehingga mereka sadar bahwa tindakan itu sangat menyakitkan dan harus dihentikan,” ujar Irfan. Hal ini sejalan dengan apa yang diungkapkan Mila, di mana cerita yang menyentuh dan penuh empati akan memberikan dampak yang lebih besar.

Dia juga mengungkapkan tantangan dalam memproduksi film ini, terutama dalam menjaga emosi dan karakter agar tetap konsisten, terutama saat memainkan adegan-adegan emosional yang menuntut intensitas tinggi.

Lara Bisu
Pembicara dan peserta talkshow “Merajut Cerita yang Bermakna: Seni Film dan Dampak Sosial” di premiere film pendek ‘Lara Bisu’ di Paragon IX, Jakarta Selatan, Sabtu (05/10/2024). (Doc: Ruber Academy)

Di penghujung acara, seluruh pembicara menekankan pentingnya aksi nyata setelah menonton film, khususnya film pendek Lara Bisu ini. Harapannya, film ini tidak hanya menjadi film biasa untuk ditonton saja, tetapi juga memotivasi penontonnya untuk lebih peduli, lebih empati, dan mengambil langkah nyata untuk menghentikan bullying di sekitarnya.

Acara ini ditutup dengan sesi foto bersama para pembicara dan penonton yang tampak sangat terinspirasi oleh pesan yang dari film “Lara Bisu” dan talkshow tersebut. Film pendek “Lara Bisu” tidak hanya menjadi karya film yang bermakna, tetapi juga sebuah gerakan sosial yang diharapkan dapat membawa perubahan positif di masyarakat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

 

Penulis: Rohimatul Janah

Editor: Darmadi Sasongko

Tags: ruber academy
Darmadi Sasongko

Darmadi Sasongko

Related Stories

Jatim

Dindik Jatim Tegaskan Kepala Sekolah Dilarang Terima Titipan Siswa pada SPMB 2026

by Mochamad Abdurrochim
03/06/2026 3:53 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim menegaskan seluruh kepala sekolah SMA, SMK, dan SLB negeri di wilayah setempat dilarang...

LPPM UM.

Kolaborasi LPPM UM X Direktorat Inovasi UM Dorong Hilirisasi Riset Global melalui Pameran AFRASIA 2026

by Dwi Linda
03/06/2026 3:16 PM
0

MALANG, Tugujatim.id — Pusat Sains dan Rekayasa (PSR) di bawah naungan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri...

Pelanggaran Etik Sosial

Pelanggaran Etika Sosial Masih Marak, Tempat Umum dan Medsos Jadi Lokasi Dominan

by Mochamad Abdurrochim
02/06/2026 8:10 AM
0

MALANG, Tugujatim.id – Pelanggaran etika sosial masih kerap ditemukan di tengah masyarakat. Tempat umum dan media sosial disebut menjadi lokasi...

Net Zero Campus.

Perkuat Transformasi, UM Inisiasi Kerja Sama Net Zero Campus dengan Climateworks Centre Monash University

by Dwi Linda
30/05/2026 11:19 AM
0

MALANG, Tugujatim.id - Universitas Negeri Malang (UM) menginisiasi kerja sama dengan program Net Zero Campus dari Climateworks Centre, Monash University,...

Next Post
Napak Tilas

PCNU Surabaya Napak Tilas dan Ziarah Muassis NU Jelang Hari Santri Nasional 2024

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID