SURABAYA, Tugujatim.id – BPJS Tak Cover Semua Penyakit. Calon Gubernur Jawa Timur nomor urut 2, Khofifah Indar Parawansa menguatkan layanan kesehatan masyarakat Jawa Timur yang tak tercover BPJS melalui pembangunan rumah sakit baru.
Hal itu diungkapkan saat debat perdana Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Jawa Timur di Graha Unesa Surabaya pada Jumat malam (18/10/2024).
Khofifah menyebut, layanan kesehatan 93 persen kabupaten/kota di Jawa Timur sudah memiliki Universal Health Coverage (UHC). Sayangnya, BPJS tidak mencover semua biaya perawatan layanan ini.
Sehingga, menurutnya peran Pemerintah Provinsi Jawa Timur sangat dibutuhkan untuk menutup operasional cost BPJS agar pemeriksaan dan penanganan kesehatan dapat terlayani maksimal. Terlebih, beberapa alat kesehatan hanya memiliki reimburse 60 persen.
“Maka RSUD-RSUD tidak mau melayani itu dan kemudian dirujuk oleh berbagai rumah sakit milik Pemprov. Karena Pemprov Jawa Timur punya 14 rumah sakit,” kata Khofifah.
Sementara itu, calon Gubernur Jawa Timur nomor urut 3 Tri Rismaharini menawarkan pemerataan layanan kesehatan di berbagai daerah dengan memaksimalkan anggaran Rp790 miliar anggaran UHC. Sehingga Rumah sakit besar dengan fasilitas memadai tidak hanya di Surabaya
Menanggapi hal itu, Khofifah menegaskan jika saat dia menjabat sebagai Gubernur Jawa Timur periode 2019-2024, pihaknya telah membangun rumah sakit di Kabupaten Pamekasan.
“Izin Bu Risma, kami juga sedang menyiapkan rumah sakit tipe B di Pamekasan supaya masyarakat Madura bisa mendapatkan layanan yang baru,” pungkasnya.
Calon Gubernur Jawa Timur nomor urut 1, Luluk Nur Hamidah juga berharap Pemprov Jatim dapay mencover biaya perawatan bagi penyakit-penyakit di luar tanggungan BPJS.
“Memang BPJS tidak mencover banyak hak terutama korban kekerasan seksual, KDRT, dan anak-anak yang menderita ODA (Orang Dengan AIDS) juga tidak tercover,” jelas Luluk.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Izzatun Najibah
Editor: Darmadi Sasongko








