Jakarta, Tugujatim.id – Aktivis Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Timur menilai penunjukan Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman sebagai Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) sebuah pilihan tepat di tengah suasana anomali geopolitik global.
Wakil Ketua Pimpinan Wilayah (PW) GP Ansor Jawa Timur, Habib Mahdi al Khirid, menyampaikan apresiasi atas keputusan Presiden Prabowo Subianto yang melantik Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman sebagai Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP). Pelantikan tersebut dinilai sebagai pilihan tepat di tengah situasi geopolitik global yang semakin tidak menentu.
Pengalaman dan kapasitas Dudung dalam memahami ketahanan nasional serta geopolitik global menjadi kebutuhan mendesak bagi Presiden untuk memperkuat posisi strategis di lingkungan Istana.
“Pengalaman dan kapasitas pemahaman tentang ketahanan nasional serta geopolitik global menjadi kebutuhan dasar bagi presiden untuk menempatkan sosok Jenderal Dudung dalam posisi strategis sebagai KSP,” ujar Habib Mahdi al Khirid.
Jenderal (Purn) Dudung Abdurachman dilantik sebagai Kepala KSP di Istana Negara, Jakarta, Senin (27/4/2026). Ia menggantikan Muhammad Qodari yang bergeser menjadi Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom). Pelantikan ini merupakan bagian dari reshuffle terbatas kabinet yang dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo.
Habib Mahdi menambahkan bahwa kedekatan Jenderal Dudung dengan berbagai tokoh kunci masyarakat sipil, termasuk ulama dan aktivis, menjadi kelebihan tersendiri. Hal ini diharapkan dapat mengakselerasi kinerja KSP sehingga lebih produktif dalam menjalankan berbagai agenda strategis Presiden Prabowo.
“Dekat dengan banyak tokoh kunci masyarakat sipil seperti ulama dan aktivis menjadi kelebihan beliau dalam mengakselerasi kinerja KSP sehingga lebih produktif lagi menjalankan agenda-agenda strategis presiden,” tuturnya.
Dudung Abdurachman, yang sebelumnya menjabat sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Pertahanan Nasional serta pernah menjadi Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) ke-33, dikenal memiliki latar belakang militer yang kuat. Pengalamannya diharapkan dapat memperkuat koordinasi antarlembaga dalam mendukung program prioritas nasional, khususnya di bidang ketahanan dan pertahanan.
Sentimen positif dari kalangan masyarakat, termasuk organisasi kepemudaan seperti GP Ansor, terus mengalir pasca-pelantikan. Banyak yang melihat langkah Prabowo ini sebagai upaya memperkuat tim inti di tengah dinamika politik dan keamanan global yang kompleks.
Dengan latar belakang sebagai jenderal purnawirawan yang pernah memimpin Kodam Jaya, Dudung diharapkan mampu menjadi jembatan efektif antara pemerintah dan masyarakat dalam mengawal agenda pembangunan Presiden Prabowo Subianto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Editor: Darmadi Sasongko








