MOJOKERTO, Tugujatim.id – Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah atau APBD Kabupaten Mojokerto 2025 disusun atas beberapa pertimbangan. Penjabat Sementara (PJs) Bupati Mojokerto Akhmad Jazuli menjelaskan pertimbangan tersebut berdasar dinamika perekonomian terkini, agenda pembangunan yang ingin dicapai, termasuk potensi risiko dan tantangan yang dihadapi.
“Asumsi makro sebagai landasan penyusunan rancangan APBD 2025 adalah pertumbuhan ekonomi secara nasional 2023 yang tercatat tumbuh 5,05 persen secara tahunan. Selain itu, untuk pertumbuhan ekonomi Jawa Timur 2023 tercatat tumbuh sebesar 4,95 persen secara tahunan. Sementara pertumbuhan ekonomi Kabupaten Mojokerto 2023 tercatat sebesar 5,15 persen,” terang Jazuli dalam keterangan resmi, Minggu (20/10/2024).
Baca Juga: Di Tangan Prabowo-Gibran, Masyarakat Indonesia Bertumpu Harapan
Selain itu, penyusunan rancangan APBD 2025 juga mengacu pada tema RKPD Kabupaten Mojokerto tahun 2025 yakni Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi yang Maju dan Berkualitas Melalui Transformasi Sosial Ekonomi dan Tata Kelola Menuju Kabupaten Mojokerto yang Maju, Adil, dan Makmur. Sementara guna mewujudkan peningkatan pertumbuhan ekonomi yang dimaksud, terdapat beberapa langkah strategis meliputi penguatan ketahanan sosial ekonomi, pengembangan ekonomi wilayah, penguatan sumber daya manusia, pembangunan kebudayaan dan penguatan infrastruktur berikut peningkatan kondusivitas keamanan dan ketertiban.
“Dari hal tersebut diharapkan dapat memperkuat koordinasi antar perangkat daerah dan kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan sehingga melahirkan perencanaan yang lebih strategis, sinergis dan tepat sasaran,” lanjut Jazuli.
Dari sisi penerimaan, Jazuli menjelaskan, identifikasi perlu ditingkatkan untuk sumber-sumber pendapatan asli daerah yang potensial dan mengembangkan sumber-sumber pendapatan tersebut secara maksimal. Caranya melalui optimalisasi pemanfaatan teknologi informasi yang terintegrasi sehingga akan memperkuat kemandirian mengurangi tingkat ketergantungan terhadap pemerintah pusat yang pada akhirnya akan memperkuat kapasitas fiskal Kabupaten Mojokerto.
Baca Juga: Dua Makna Relief di Bawah Patung Buddha Tidur Mojokerto
Kemudian dari sisi belanja, Jazuli menegaskan, peningkatan kualitas belanja ditempuh melalui pengendalian belanja yang lebih efisien, lebih produktif dan menghasilkan multiplier effect yang kuat terhadap perekonomian, serta efektif untuk mendukung program-program prioritas. Hal tersebut dilakukan untuk pengendalian laju inflasi daerah, penurunan angka stunting, peningkatan investasi, dan penurunan angka kemiskinan.
“Sehingga mampu memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat Kabupaten Mojokerto,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Hanif Nanda Zakaria
Editor: Dwi Lindawati








