JEMBER, Tugujatim.id – Muhammad Faishol, Alumni UIN Maliki (Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim) Malang ditunjuk menjadi salah satu dari lima panelis debat perdana Pemilihan Bupati (Pilbup) Kabupaten Banyuwangi 2024. Lantas, siapa sebenarnya sosok Muhammad Faishol?
Saat ini, Muhammad Faishol merupakan seorang mahasiswa akhir yang tengah menyelesaikan disertasinya di program doktoral (S3) Manajemen Pendidikan, Universitas Negeri Semarang (UNNES). Sebagai seorang aktivis yang telah menempuh perjalanan panjang dalam dunia pendidikan, ia memiliki tulisan-tulisan kritis terkait dunia pendidikan, seperti opini di media massa, buku, hingga artikel ilmiah.
Pria asli Banyuwangi ini, tercatat pernah mengajar di sekolah SMP Shalahuddin Malang dan SMAN 1 Tegaldlimo Banyuwangi, sebagai Guru Pendidikan Agama Islam. Selain itu, dalam karir di dunia pendidikan, ia juga pernah mengajar di Ma’had Sunan Ampel Al-Ali (MSAA) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
Tidak hanya itu, Muhammad Faishol pernah menjadi Dosen Institut Agama Islam Ibrahimy Genteng Banyuwangi 2017-2018 dan Dosen Mata Kuliah Dasar Umum (MKDU) di Politeknik Negeri Banyuwangi (Poliwangi) 2017-2022.
Sebagai seorang aktivis pendidikan, Muhammad Faishol sangat kritis terhadap beberapa isu, seperti nasib kesejahteraan guru, bullying di sekolah, dan moderasi beragama. Buah hasil pemikiranya itu dituangkan melalui berbagai judul buku.
Seperti buku berjudul, Kenapa Harus NKRI?, Salik, Berdamai dengan Jarak, Menggerakkan Ekonomi Kerakyatan, Kegagalan Integrasi Teknologi Dalam Inovasi Pendidikan, hingga Design of Innovation For Islamic Religious Education Curriculum Based on Anti Bullying Values.
Kepiawaiannya menulis mengantarkan Muhammad Faishol mengarungi profesi kewartawanan. Tecatat, ia pernah menjadi wartawan kombis di Jawa Pos-Radar Malang, wartawan JatimTIMES.com, dan Pimpinan Redaksi (Pimred) MSN mediasantrinu.com.
Pengalamannya sebagai wartawan inilah yang membuat Muhammad Faishol sangat dekat dengan berbagai kalangan. Mulai dari birokrat, aktivis NGO, dan berbagai komunitas lainnya.
Selain Muhammad Faishol, dalam debat perdana Pilbup Banyuwangi 2024 ini, ada empat panelis lagi yang ditunjuk KPU Banyuwangi.
Di antaranya ada Kaprodi S2 MPI UIMSYA Muhammad Imam Khaudli, Warek 1 Universitas Banyuwangi (UNIBA), Novi Prayekti, Ketua Senat Universitas Jember (UNEJ), Andang Subaharianto, dan Rektor Universitas Bung Karno Jakarta, Didik Suhariyanto.
Kelima panelis tersebut mendapat tugas dari KPU Banyuwangi untuk merumuskan tema, subtema, dan melakukan kajian-kajian, agar tercipta debat yang menarik. Sekadar informasi, dalam Pilbup Banyuwangi 2024 kali ini, terdapat dua Pasang Calon (Palon) kepala daerah, yakni Ipuk Fiestiandani-Mujiono dan Ali Makki Zaini-Ali Ruchi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Diki Febrianto
Editor: Darmadi Sasongko








