MALANG, Tugujatim.id – Tim peneliti Universitas Negeri Malang (UM) menghadirkan inovasi pembelajaran berupaya menciptakan suasana belajar IPA yang lebih menyenangkan sekaligus mampu meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa SMP. Peneliti UM menghadirkan Enjoyable Learning in Problem-Based Learning (EL-PBL).
Penelitian UM yang melakukannya yaitu Diva Larasati, Yayuk Mulyati, dan Erti Hamimi melalui riset berjudul Creating an Enjoyable Learning Experience in Problem-Based Learning to Enhance Creative Thinking of Junior High School Students. Model ini dikembangkan untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih interaktif dan menyenangkan sekaligus meningkatkan keterampilan berpikir kreatif siswa SMP.
Inovasi EL-PBL lahir dari tantangan dunia pendidikan dalam menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya efektif, tetapi juga mampu meningkatkan motivasi, rasa percaya diri, dan partisipasi aktif siswa selama proses belajar.
Tim peneliti UM menilai kemampuan berpikir kreatif siswa di Indonesia masih perlu terus dikembangkan. Meski model Problem-Based Learning (PBL) telah banyak diterapkan di sekolah, pelaksanaannya dinilai belum sepenuhnya mampu menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan sehingga keterlibatan siswa dalam pembelajaran belum optimal.
Untuk menjawab tantangan tersebut, para peneliti mengintegrasikan konsep Enjoyable Learning ke dalam tahapan Problem-Based Learning. Pembelajaran dipadukan dengan permainan tradisional engklek yang dilengkapi kartu soal dan kartu kasus sehingga siswa lebih aktif berdiskusi, bekerja sama, sekaligus menyelesaikan permasalahan secara kreatif.

Melalui pendekatan tersebut, proses pembelajaran tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga memberikan pengalaman belajar yang interaktif, kolaboratif, dan bermakna.
Penelitian menggunakan desain quasi experiment dengan melibatkan dua kelas pada materi Sistem Ekskresi Manusia di tingkat SMP. Kelas eksperimen menerapkan model EL-PBL, sedangkan kelas kontrol menggunakan model PBL. Kemampuan berpikir kreatif murid diukur menggunakan instrumen pretest dan posttest yang telah memenuhi uji validitas dan reliabilitas.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan EL-PBL berdampak positif terhadap peningkatan keterampilan berpikir kreatif murid. Analisis Independent Sample t-test pada nilai posttest menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol (p = 0,009 < 0,05). Selain itu, kelas EL-PBL juga memperoleh nilai N-Gain yang lebih tinggi dibandingkan kelas PBL. Peningkatan terjadi pada seluruh indikator keterampilan berpikir kreatif, yaitu fluency, flexibility, originality, dan elaboration, dengan peningkatan tertinggi pada indikator elaboration.
Baca Juga: Dorong Transformasi Pendidikan, LPPM UM Wujudkan Pengabdian Lewat Workshop AI di SMPN 8 Malang
Menurut tim peneliti, keberhasilan EL-PBL tidak hanya terletak pada penggunaan permainan edukatif, tetapi juga pada integrasinya dengan tahapan pembelajaran berbasis masalah. Kombinasi tersebut mendorong murid untuk lebih aktif berdiskusi, berani menyampaikan pendapat, bekerja sama dalam kelompok, serta lebih termotivasi dalam menemukan solusi atas permasalahan yang dihadapi selama pembelajaran.
Melalui penelitian ini, Diva Larasati, Yayuk Mulyati, dan Erti Hamimi berharap model EL-PBL dapat menjadi salah satu alternatif inovasi pembelajaran IPA yang dapat diterapkan di sekolah. Temuan ini menunjukkan bahwa pembelajaran yang menyenangkan tidak hanya mampu meningkatkan antusiasme belajar murid, tetapi juga efektif dalam mengembangkan keterampilan berpikir kreatif sebagai salah satu kompetensi penting untuk menghadapi tantangan abad ke-21.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer : Diva Larasati (mahasiswa UM)
Editor: Dwi Lindawati








