MALANG, Tugujatim.id – Mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) kembali menghadirkan inovasi di bidang pendidikan. Yonna Divanka Yuanvanelli, mahasiswa UM Program Studi Pendidikan IPA Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), mengembangkan strategi pembelajaran Game-Based Sharing in Problem-Based Learning (GS-PBL) yang terbukti mampu meningkatkan keterampilan kolaborasi siswa SMP.
Penelitian yang dilakukan di salah satu SMP di Kota Malang ini berangkat dari pentingnya penguasaan keterampilan abad ke-21, khususnya kemampuan berkolaborasi.
Meskipun model Problem-Based Learning (PBL) telah banyak diterapkan untuk melatih kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah, proses pembelajaran sering kali masih menghadapi tantangan berupa rendahnya partisipasi aktif siswa dalam diskusi kelompok.
Karena itu, penelitian mahasiswa UM ini mengintegrasikan konsep Game-Based Sharing (GS) ke dalam sintaks PBL sehingga tercipta suasana belajar yang lebih interaktif, menyenangkan, dan mendorong keterlibatan seluruh anggota kelompok.
Strategi GS-PBL dikembangkan melalui penggunaan media pembelajaran yang memadukan handout, case card, question card, sistem poin, tantangan (challenge), dan aktivitas berbasis permainan. Integrasi tersebut memungkinkan siswa belajar sambil bermain tanpa menghilangkan esensi penyelesaian masalah ilmiah yang menjadi karakteristik utama Problem-Based Learning.
Penelitian menggunakan pendekatan quasi experiment dengan desain posttest-only non-equivalent control group yang melibatkan dua kelas VIII. Keterampilan kolaborasi siswa diukur melalui lembar observasi oleh observer dan peer assessment berdasarkan lima indikator kolaborasi, yaitu partisipasi aktif, bekerja secara produktif, tanggung jawab, fleksibilitas dan kompromi, serta saling menghargai antarteman.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang belajar menggunakan strategi GS-PBL memperoleh keterampilan kolaborasi yang secara signifikan lebih tinggi dibandingkan siswa yang belajar menggunakan PBL tanpa integrasi permainan. Nilai rata-rata hasil observasi pada kelas eksperimen mencapai 89,89, sedangkan kelas kontrol memperoleh 79,67. Penilaian teman sebaya juga menunjukkan hasil serupa dengan rata-rata 90,44 pada kelas eksperimen dan 79,97 pada kelas kontrol.
Analisis statistik menggunakan Independent Sample t-Test menunjukkan perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok, dengan nilai signifikansi 0,000 berdasarkan hasil observasi dan 0,001 berdasarkan peer assessment (p < 0,05). Selain itu, analisis Cohen’s Effect Size menghasilkan nilai 1,156 pada hasil observasi dan 0,92 pada penilaian teman sebaya yang termasuk kategori large effect, menandakan bahwa penerapan GS-PBL memberikan dampak yang besar terhadap peningkatan keterampilan kolaborasi siswa.
Lebih lanjut, peningkatan terjadi pada seluruh indikator keterampilan kolaborasi. Integrasi aktivitas permainan mendorong siswa lebih aktif berdiskusi, bertanggung jawab terhadap tugas kelompok, mampu bekerja secara produktif, menghargai pendapat teman, serta lebih terbuka dalam berkompromi ketika menyelesaikan masalah.
Penelitian ini menghasilkan rekomendasi bahwa Game-Based Sharing in Problem-Based Learning (GS-PBL) dapat menjadi salah satu alternatif strategi pembelajaran IPA yang efektif dalam menciptakan pembelajaran yang menyenangkan (enjoyable learning) sekaligus mengembangkan keterampilan abad ke-21. Pendekatan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi guru untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih interaktif, kolaboratif, dan bermakna di kelas.
Penelitian ini telah dipublikasikan pada JIPI (Jurnal IPA dan Pembelajaran IPA) Volume 10 Nomor 1 Tahun 2026 dengan judul “Game-Based Sharing in Problem-Based Learning: Enjoyable Learning Strategies to Improve Student Collaboration”, sebagai bentuk kontribusi terhadap pengembangan inovasi pembelajaran sains di Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer : Yonna Divanka (mahasiswa UM)
Editor: Dwi Lindawati








