MOJOKERTO, Tugujatim.id – Ratusan pengguna hak pilih di Kabupaten Mojokerto menggunakan layanan pindah memilih. Catatan yang berasal dari data penyusunan daftar pemilih tambahan (DPTb) KPU gelombang pertama menyebutkan, permohonan pindah pilih keluar sejumlah 267 orang.
Sementara, permohonan pindah memilih masuk terpantau sebanyak 182 pemilih. Data ini berpotensi meningkat, seiring penyusunan DPTb gelombang kedua yang ditutup sepekan sebelum hari pemungutan suara 27 November 2024.
Komisioner Divisi Perencanaan Data dan Informasi KPU Kabupaten Mojokerto Achmad Febrianto mengatakan, mayoritas permohonan pilih keluar berasal dari kalangan pekerja formal. Febri, sapaan Achmad Febrianto, menambahkan, permohonan tersebut berasal dari 135 pemilih laki-laki dan 132 pemilih perempuan. Permohonan tersebut berasal dari 211 tempat pemungutan suara.
Baca Juga: Khofifah Tegas Sebut Kemiskinan Ekstrem di Jawa Timur Turun Setiap Tahun
“Dominasi dari kalangan pekerja formal. Alasannya karena ada tugas yang tidak bisa ditinggalkan saat hari pemungutan suara nanti,” ungkap Febri, Senin (04/11/2024).
Sementara itu, permohonan pilih masuk didominasi kalangan pekerja non formal. Seperti pedagang kelontong maupun pedagang kaki lima yang lama menetap di wilayah Kabupaten Mojokerto. Dengan demikian, prediksi ini berbeda jauh dari berita sebelumnya yang diperkirakan permohonan pindah memilih didominasi kalangan santri dan pekerja daerah industri.
Dia mengatakan, prediksi ini berbeda karena terkendala proses pengajuan.
“Sebelumnya mereka kolektif, namun pengajuan permohonan harus mandiri. Jadi santri-santri banyak yang dipulangkan untuk mencoblos,” beber Febri.
Permohonan pindah memilih masih dibuka hingga tulisan ini naik tayang. Meski demikian, permohonan tersebut khusus bagi pemilih dengan syarat tertentu, yakni pemilih dari lembaga pemasyarakatan, lalu pemilih yang statusnya pasien rumah sakit, termasuk pemilih yang terkena musibah bencana alam.
“Masih kami tunggu perkembangan selanjutnya, bisa jadi diperpanjang hingga seminggu sebelum coblosan,” ujar Febri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Hanif Nanda Zakaria
Editor: Dwi Lindawati








