• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Pupa Ulat Sutra

Ilustrasi pupa ulat sutra (foto: LoggaWiggler)

BRIN Kembangkan Teknologi Hybrid Pupa Ulat Sutra

Darmadi Sasongko by Darmadi Sasongko
2 years ago
in Bisnis
0
Share on FacebookShare on Twitter

Tugujatim.id – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan teknologi hybrid pupa ulat sutra. BRIN Lewat Pusat Riset Zoologi Terapan melakukan riset terkait budidaya dan pemanfaatan ulat sutra (Bombix Mori) sebagai produk dari industri sandang, sekaligus mendukung perkembangan industri kreatif Indonesia

Peneliti dari Pusat Riset Zoologi Terapan BRIN Lincah Andadari mejelaskan bahwa adanya permasalahan yang sedang dihadapi oleh para petani ulat sutra di Indonesia, di mana para petani masih mengalami ketergantungan pada jenis hybrid Pupa Ulat Sutra impor dikarenakan adanya keterbatasan telur ulat sutra.

You might also like

Gading Gajah

Polda Jatim Bongkar Penyelundupan Gading Gajah, Kupu-Kupu Langka dan Benih Lobster ke Luar Negeri

30/06/2026 12:15 PM
Bawang Merah

Probolinggo Gandeng Kota Malang Pasok Bawang Merah, Sekaligus Perluas Pasar UMKM

05/06/2026 8:55 AM

Sebelumnya produksi sutra mentah di Indonesia pernah mencapai hampir 60 ton dalam kurun waktu 2002 hingga 2008. Namun pada 2009 hingga 2015 BPA mencatat produksi sutra mentah di Indonesia menurun tajam berkisar antara 12 hingga 19 ton. Karena itu pihak BRIN telah melakukan riset untuk menghasilkan teknologi sebagai penanganan masalah tersebut.

”Riset untuk pelestarian genetik dan keanekaragaman penting untuk dapat menciptakan hibrida unggul pada ulat sutra yang dapat mendorong perkembangan dan daya saing pada industri ulat sutra,” kata Lincah Andriani, peneliti Pusat Riset Zoologi mengutip dari akun @brin_indonesia pada Selasa (12/11/24).

Saat ini BRIN telah berhasil mengembangkan teknologi hybrid untuk menghasilkan pupa yang lebih unggul dengan siklus hidup pendek tetapi dapat menghasilkan serat yang banyak. Dikatakan teknologi ini dapat mengefisiensi sekitar 10 hingga 12% serat benang jika dibandingkan dengan hybrid impor.

”Kami telah berhasil mengembangkan teknologi hybrid untuk menghasilkan pupa dengan siklus pendek tetapi dapat menghasilkan serat yang banyak. Jika menggunakan pupa impor dalam 10 pupa hanya menghasilkan 10 kilogram benang, kalau menggunakan teknologi kami cukup dengan 6 atau 7 pupa untuk menghasilkan jumlah benang yang sama,” kata Lincah Andriani, peneliti Pusat Riset Zoologi mengutip dari brin.go.id pada Selasa (12/11/24).

Sutra merupakan jenis serat alami yang dihasilkan oleh serangga berjenis ngengat atau ulat dari ordo lepidoptera, dimana 90% sutra di dunia dihasilkan dari jenis ulat ini. Ada 400 hingga 500 jenis ulat penghasil sutra di dunia, tetapi hanya ada 4 jenis sutra alami yang dikenal dan diproduksi secara komersial, salah satunya adalah ulat sutra.

Peneliti Kelompok Riset Nutrisi dan Teknologi Pakan BRIN Reza Samsudin menjelaskan bahwa adanya hasil samping industri pengolahan pupa ulat dan kutil reptil selama ini dapat menimbulkan potensi permasalahan lingkungan, sosial, dan ekonomi. Dengan adanya teknologi hybrid ini, mereka dapat mengolah limbah dari hasil samping industri sandang menjadi pakan ikan.

”Limbah hasil samping industri dapat diolah menjadi pakan buatan yang bermanfaat yang tersusun dari berbagai bahan baku yang mudah didapatkan dan kualitasnya sesuai dengan kebutuhan ikan dan mengacu ke SNI pakan ikan air tawar, sehingga harga jualnya juga kompetitif,” jelas Reza Samsudin, Peneliti Kelompok Riset Nutrisi dan Teknologi Pakan BRIN mengutip dari brin.do.id pada Selasa (12/11/24).

Adanya pemanfaatan limbah dari hasil samping industri ini dapat menggantilan bahan tepung pada pakan ikan yang selama ini masih diimpor ke Indonesia. Dan saai ini BRIN juga terbuka dengan adanya kerja sama riset untuk memproduksi pakan berbasis limbah yang nantinya masyarakat bisa secara mandiri mengolah pakan dengan bahan baku lokal.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

 

Penulis : Abidhah Jinan Salma Octavia/ Magang

Editor: Darmadi Sasongko

Tags: BRINMagang FEB UBUlat Sutra
Darmadi Sasongko

Darmadi Sasongko

Related Stories

Gading Gajah

Polda Jatim Bongkar Penyelundupan Gading Gajah, Kupu-Kupu Langka dan Benih Lobster ke Luar Negeri

by Mochamad Abdurrochim
30/06/2026 12:15 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur mengungkap tiga kasus penyelundupan dan perdagangan ilegal sumber daya alam yang melibatkan...

Bawang Merah

Probolinggo Gandeng Kota Malang Pasok Bawang Merah, Sekaligus Perluas Pasar UMKM

by Mochamad Abdurrochim
05/06/2026 8:55 AM
0

PROBOLINGGO, Tugujatim.id – Kabupaten Probolinggo terus memperluas jaringan pemasaran komoditas unggulan daerah. Terbaru, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo menjalin kerja sama...

Marketing FYP TikTok

Strategi Marketing FYP TikTok 2026, Cara Brand Menarik Perhatian Konsumen dalam Hitungan Detik

by Mochamad Abdurrochim
04/06/2026 9:30 PM
0

Tugujatim.id – Di tengah derasnya arus konten yang muncul setiap hari di TikTok, perhatian pengguna menjadi sesuatu yang sangat berharga....

Bawang Merah

Harga Bawang Merah di Probolinggo Tembus Rp65 Ribu, Dipicu Permintaan Iduladha

by Mochamad Abdurrochim
03/06/2026 8:13 PM
0

PROBOLINGGO, Tugujatim.id - Harga bawang merah di Kabupaten Probolinggo masih bertahan tinggi usai Hari Raya Iduladha 2026. Di sejumlah pasar...

Next Post
A Place Called Silence

'A Place Called Silence': Teror Perundungan yang Menguras Emosi di Netflix

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID