Tugujatim.id – Tahukah kamu bahwa rokok punya efek negatif yang serius untuk kesehatan tubuh lho! Faktanya, dampak buruk rokok ini bukan cuma dirasakan oleh perokok aktif saja, tapi juga orang-orang di sekitar yang nggak merokok atau disebut perokok pasif.
Jangan sepelekan risiko jadi perokok pasif karena mereka yang menghirup asap rokok juga berpeluang besar kena penyakit serius lho!
Baca Juga: Waspadai Bahaya Aquaplaning saat Musim Hujan, Ikuti 5 Cara Efektif Mencegah Risiko di Jalanan Basah
Sebagian besar asap dari rokok akan menguap ke udara, yang bisa saja dihirup oleh orang-orang di sekitar. Semakin sering kamu terpapar asap rokok, makin tinggi pula risiko kesehatan yang bisa kamu alami sebagai perokok pasif.
Menurut data dari WHO, ada sekitar 8 juta orang yang meninggal karena paparan asap rokok, di mana sekitar 1,2 juta dari mereka adalah perokok pasif. Meski efek negatifnya nggak langsung terasa, terus-menerus menghirup asap rokok bisa meningkatkan risiko gangguan kesehatan yang serius.
Bagaimana Kandungan Berbahaya dalam Asap Rokok Merusak Tubuh?
Asap rokok mengandung lebih dari 7.000 bahan kimia, salah satunya adalah zat karsinogen, yaitu zat yang bisa memicu kanker. Zat ini berisiko besar untuk meningkatkan peluang terkena kanker, terutama kanker paru-paru, baik untuk perokok aktif maupun pasif.
Beberapa riset menunjukkan bahwa kerusakan akibat asap rokok bisa terjadi hanya dalam waktu lima menit. Setelah lima menit terpapar, elastisitas arteri akan berkurang mirip seperti yang terjadi pada perokok aktif.
Dalam 20–30 menit, darah mulai menggumpal dan timbunan lemak di pembuluh darah bertambah sehingga risiko serangan jantung dan stroke ikut meningkat. Lalu, setelah dua jam, detak jantung bisa jadi nggak teratur yang nantinya bisa memicu penyakit jantung.
Apa Saja Risiko dan Bahaya Jadi Perokok Pasif?
1. Penyakit Jantung
Sama seperti perokok aktif, perokok pasif juga bisa terkena penyakit jantung atau bahkan serangan jantung. Meskipun kamu tidak merokok, kamu masih memiliki risiko sekitar 25-30% untuk terkena penyakit jantung. Asap rokok dapat merusak pembuluh darah koroner yang penting untuk kesehatan jantung.
2. Penyakit Paru-Paru
Asap rokok juga bisa menyebabkan gangguan paru-paru. Zat berbahaya dalam asap rokok dapat merusak paru-paru, terutama bagi mereka yang memiliki asma atau penyakit paru obstruktif kronik (PPOK). Kondisi paru-paru orang yang sering terpapar asap rokok bisa semakin parah dan memicu gejala seperti sesak napas.
3. Kanker
Bahaya kanker juga mengintai perokok pasif, terutama kanker paru-paru. Paparan asap rokok meningkatkan risiko kanker paru-paru pada perokok pasif sebesar 20-30%. Jadi, sering terpapar asap rokok sama bahayanya dengan merokok langsung.
4. Gangguan Kesuburan pada Wanita
Asap rokok juga berpotensi mengganggu kesuburan. Pada beberapa kasus, wanita yang kerap terpapar asap rokok dapat mengalami kesulitan untuk hamil. Diduga zat kimia dalam asap rokok dapat mengganggu hormon dan mengacaukan keseimbangan tubuh wanita.
5. Risiko terhadap Kehamilan
Paparan asap rokok pada ibu hamil bisa berdampak negatif, karena racun dalam asap rokok dapat masuk ke aliran darah ibu dan mencapai janin. Bahayanya antara lain bisa mengganggu perkembangan janin, menyebabkan berat badan lahir rendah (BBLR), risiko kelahiran prematur, bahkan bisa meningkatkan risiko keguguran.
Baca Juga: Dies Natalis Ke-70, Unair Surabaya dan PT Biotis Bakal Luncurkan Vaksin PMK
Tips Menghindari Paparan Asap Rokok
1. Gunakan masker yang bisa membantu mengurangi paparan asap rokok dan polusi udara, terutama jika kamu berada di lingkungan yang banyak perokok.
2. Pilih ruang bebas asap rokok ketika berada di tempat umum, usahakan memilih area bebas asap rokok atau ruang yang ber-AC. Biasanya tempat ber-AC punya sirkulasi udara yang lebih baik sehingga asap rokok nggak terlalu menyebar.
3. Hindari kerumunan perokok. Kamu bisa menghindari berkumpul dengan orang-orang yang merokok. Lebih baik mencari tempat lain yang bebas dari asap rokok agar kamu nggak terpapar terlalu sering.
4. Buat rumah bebas rokok jika ada anggota keluarga yang merokok, ingatkan untuk tidak merokok di dalam rumah karena asapnya bisa menyebar dan mengendap di dalam ruangan. Dengan begitu, rumah tetap aman dan sehat untuk semua anggota keluarga.
5. Tegur dengan sopan kalau kamu melihat orang merokok di tempat yang seharusnya bebas asap rokok, seperti ruang publik, tegur dengan sopan. Tindakan ini juga bisa membantu menjaga kebersihan udara untuk semua orang di sekitar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Ebenhaezer Parningotan Silaban/Magang
Editor: Dwi Lindawati








