Tugujatim.id – Mobil kamu terkadang mengalami aquaplaning atau yang juga dikenal sebagai hydroplaning? Ya, istilah ini menunjukkan kondisi di mana ban kendaraan kehilangan cengkeraman pada jalan basah akibat lapisan air yang menghalangi kontak langsung antara ban dan aspal.
Tentunya, kondisi ini bisa sangat berbahaya karena dapat mengakibatkan pengemudi kehilangan kendali atas kendaraan, terutama pada kecepatan tinggi. Lalu apa yang perlu kamu lakukan ketika mengalaminya?
Baca Juga: Dies Natalis Ke-70, Unair Surabaya dan PT Biotis Bakal Luncurkan Vaksin PMK
Melansir dari situs resmi Suzuki Indonesia, aquaplaning umumnya terjadi saat kendaraan melintasi genangan air yang cukup besar atau ketika kondisi ban sudah mulai aus. Ketika ban tidak dapat menyalurkan air dengan baik, mobil akan sulit dikendalikan dan dapat terasa seperti “melayang.” Selain itu, risiko kecelakaan pun meningkat karena waktu respons kendaraan melambat.
Risiko Aquaplaning bagi Pengemudi
Perusahaan produsen ban Michelin menyatakan bahwa meski aquaplaning jarang menyebabkan kecelakaan besar, kondisi tersebut tetap memiliki risiko. Berdasarkan data yang dirilis oleh Michelin.co.id, hanya sekitar 0,1% dari total kecelakaan yang disebabkan oleh aquaplaning.
Tips Mencegah Aquaplaning
Menghindari aquaplaning memerlukan kewaspadaan dan sejumlah langkah pencegahan. Berikut beberapa tips yang dapat diikuti untuk mengurangi risiko:
1. Kurangi Kecepatan
Melansir dari Astra Daihatsu, kecepatan tinggi meningkatkan risiko aquaplaning karena ban semakin sulit mengevakuasi air pada permukaan jalan. Maka, sebaiknya kurangi kecepatan saat berkendara di jalan basah atau saat hujan deras.
2. Rutin Memeriksa Tekanan dan Kondisi Ban
Perusahaan Michelin merekomendasikan agar tekanan ban diperiksa secara rutin, minimal sebulan sekali, terutama saat musim hujan. Ban dengan alur yang baik dan tekanan sesuai sangat penting untuk mencegah kendaraan dari kehilangan kendali.
3. Hindari Rem Mendadak dan Perubahan Jalur Tiba-Tiba
Dalam kondisi aquaplaning, gerakan mendadak dapat memperburuk kehilangan traksi. Astra Daihatsu menyarankan pengemudi untuk tidak melakukan rem mendadak atau perubahan arah yang tiba-tiba agar mobil tetap stabil.
4. Matikan Mode Cruise Control
Mengemudi di jalan basah membutuhkan kontrol penuh. Karena itu, matikan fitur cruise control jika hujan turun sehingga pengemudi dapat merespons perubahan kondisi jalan dengan cepat.
5. Perhatikan Pandangan ke Depan
Michelin menambahkan, penting bagi pengemudi untuk selalu mengamati kondisi jalan di depan agar dapat mengantisipasi genangan air besar dan bersiap-siap untuk memperlambat kendaraan.
Baca Juga: KFC Indonesia Tutup 47 Gerai dan PHK Massal Akibat Kerugian Membengkak
Jika Aquaplaning Terjadi
Jika pengemudi merasakan kendaraan mulai melayang atau sulit dikendalikan, tetap tenang adalah kunci utama. Jangan menginjak rem secara tiba-tiba atau membelokkan setir dengan keras. Biarkan kendaraan melambat secara alami sampai kembali mendapat traksi, kemudian arahkan kembali ke jalur dengan hati-hati.
Dengan memahami risiko dan menerapkan langkah-langkah pencegahan ini, pengemudi dapat menjaga keamanan dan mengurangi risiko kecelakaan akibat aquaplaning saat berkendara di jalan basah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Muhammad Abdul Majiid Al-Wahab/Magang
Editor: Dwi Lindawati








