SURABAYA, Tugujatim.id – Universitas Airlangga (Unair) Surabaya bersama PT Biotis Pharmaceutical Indonesia meluncurkan vaksin penyakit, mulut, dan kuku (PMK) saat Dies Natalis ke-70. Kerjasama antara Unair Surabaya dan PT Biotis dalam mengembangkan vaksin PMK ditandai dengan penyerahan simbolis di Unair Surabaya, Senin (11/11/2024).
Diketahui, PT Biotis Pharmaceutical Indonesia merupakan perusahaan farmasi yang akan memproduksi vaksin PMK. Sementara Unair Surabaya sebagai lembaga akademik berkontribusi dalam penelitian.
Baca Juga: KFC Indonesia Tutup 47 Gerai dan PHK Massal Akibat Kerugian Membengkak
Rektor Unair Surabaya Mohammad Nasih mengatakan, wacana pengembangan vaksin PMK melalui proses penelitian ini sudah dibahas sejak awal 2024 lalu.
“Dari awal 2024 dan ada PT Biotis yang menawarkan kerja sama memproduksi vaksin,” kata Nasih pada Senin (11/11/2024).
Unair Surabaya melakukan riset atau penelitian selama berbulan-bulan lamanya. Saat ini, vaksin tersebut belum resmi diluncurkan karena masih dalam tahap uji coba.
“Kami ingin mendukung program pemerintah untuk penyediaan makanan bergizi gratis yang mencakup bahan pangan hewani seperti daging dan susu sapi,” ucapnya.
Upaya ini menjadi bagian komitmen Unair dalam mendukung program pemerintah makan bergizi gratis yang mulai dilakukan pada 2025. Jadi, daging yang dihasilkan nanti bisa berkualitas.
“Vaksin PMK sangat dibutuhkan untuk menjaga ketahanan pangan agar program makan bergizi berjalan lancar dan berkelanjutan,” tuturnya.
Baca Juga: Kumamoto Masters 2024: Sempat Tertinggal di Set Kedua, Koga Tuntaskan Kemenangan di Rubber Set
Sementara itu, PT Biotis Pharmaceutical Indonesia FX Sudirman bekerja sama luncurkan vaksin PMK sebagai alumnus Unair Surabaya mengapresiasi langkah yang dilakukan kampus.
“Sebagai alumnus saya bangga. Vaksin ini merupakan hasil kerja keras dari tim yang dipimpin Prof Fedik Abdul Rantam. Tugas saya hanya memastikan hasil penelitiannya,” kata FX Sudirman.
Selaras dengan Nasih, FX Sudirman mengatakan, vaksin PMK dapat membantu pemerintah untuk memperkuat sektor ketahanan pangan nasional termasuk kesehatan hewan ternak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Izzatun Najibah
Editor: Dwi Lindawati








