SURABAYA, Tugujatim.id – Badan Anggaran atau Banggar DPRD Surabaya akan memanggil Pemerintah Kota untuk membahas rencana pembangunan Rumah Sakit Surabaya Selatan.
Rumah Sakit yang dibangun oleh Pemkot Surabaya tersebut berencana dibangun pada 2025 dengan menggunakan anggaran yang telah disepakati oleh DPRD Surabaya.
Di tengah-tengah proses tersebut, DPRD Surabaya mempertanyakan nasib pembangunan itu. Pasalnya, sebanyak Rp1,1 APBD 2025 akan dialokasikan untuk program makan bergizi gratis.
Program alokasi anggaran yang sesuai dengan Permendagri No. 15 Tahun 2024 tentang pedoman umum program pemenuhan makanan bergizi tersebut dinilai mempengaruhi anggaran prioritas yang lain.
“Jika memang benar anggaran sebesar Rp 1,1 triliun dialokasikan untuk program makanan bergizi gratis, tentunya ada kemungkinan sejumlah anggaran lain perlu dirasionalisasi atau bahkan digeser,” kata Anggota Banggae DPRD Surabaya, Aning Rahmawati.
Untuk itu, DPRD Surabaya berharap agar Pemkot memiliki alternatif untuk mengantisipasi dampaknya anggaran prioritas termasuk untuk pembangunan Rumah Sakit Surabaya Selatan.
“Kami berharap Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya sudah memiliki rencana alternatif seperti Plan A, Plan B, dan Plan C,” ucap politikus fraksi PKS tersebut.
Aning juga menyinggung soal transparansi aloksi anggaran dalam program makan bergizi gratis. Menurutnya, Pemkot perlu memberikan penjelasan detail mengenai efisiensi anggaran senilai Rp 1,1 triliun tersebut.
“Apakah itu merupakan total biaya keseluruhan atau hanya sebagian? Kita perlu tahu apakah anggaran itu bisa dipilah dan dipilih, agar tidak mengorbankan proyek-proyek penting lainnya,” ujar Aning.
DPRD Surabaya juga meminta agar Pemkot mementingkan skema sharing antara APBD dan APBN dalam memenuhi program makan bergizi gratis agar tidak terjadi pemangkasan anggaran besar-besaran.
Oleh sebab itu, DPRD Surabaya akan memanggil Pemkot Surabaya untuk membahas masalah alokasi anggaran ini lebih lanjut.
“Kita perlu melihat secara rinci, mana yang akan digeser, mana yang akan diprioritaskan, agar semua pihak memiliki pemahaman yang sama,” terang Aning.
Sebagaimana diketahui, pembangunan RS Surabaya Selatan rencananya akan memakan biaya sebesar Rp305 miliar APBD 2025.
“Kami berharap, Pemkot dapat memberikan gambaran detail mengenai alokasi anggaran yang ada, mana saja yang akan dikerjakan pada tahun 2025 dan mana yang harus ditunda.”
“Dengan demikian, kita bisa menilai apakah anggaran untuk RS Surabaya Selatan ini akan tetap diprioritaskan atau terpaksa digeser,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter : Izzatun Najibah
Editor: Darmadi Sasongko








