SURABAYA, Tugujatim.id – Prodi Kebidanan dan Pendidikan Profesi Bidan Universitas Airlangga (Unair) Surabaya berkolaborasi dalam melaksanakan pengabdian masyarakat internasional di Puskesmas Sememi Surabaya, Jum’at (15/11/2024).
Mengusung tema “Optimalisasi Peran Kader Kesehatan dalam Mendeteksi Hamil Resiko Stunting Melalui Pelatihan ToT secara Berjenjang”. Kegiatan ini dilakukan oleh Dr. Dewi Setyowati, S.Keb., Bd., M.Ked.Trop; Agnestia Naning Dian Lovita, S.Keb., Bd., M.Keb.; Riri Aprianti, S.Keb., Bd., M.Keb.; Yuli Astuti, S.S.T., M.Keb.
Kemudian dua mahasiswa Prodi Kebidanan dan Pendidikan Profesi Bidan Unair, dan 4 mahasiswa dari Universiti Brunei Darussalam.

Ketua tim pengabdian masyarakat, Dr. Dewi Setyowati menyampaikan, rangkaian kegiatan ini sudah berlangsung sejak bulan Juli lalu dengan peserta dan materi yang berbeda di setiap kelasnya.
Dalam rangka, mendukung program strategis pemerintah yaitu Integrasi Layanan Primer (ILP) yang berfokus pada koordinasi dan peningkatan layanan kesehatan primer. Sebab itu, kolaborasi internasional ini melibatkan sekitar 30 peserta kader posyandu Puskesmas Sememi.
“Kegiatan ini untuk mendukung program Integrasi Layanan Primer yang dicanangkan pemerintah. Sebagai tangan kangan, para kader dilatih untuk membantu layanan itu,” kata dia.
Para kader dibimbing secara bertahap dengan metode Training of Trainer (ToT) guna meningkatkan kompetensi mereka dalam memberikan layanan kesehatan yang terintegrasi.

Pelatihan mencakup berbagai aspek, seperti pencegahan, promosi kesehatan, hingga pendekatan menyeluruh terhadap masyarakat. Termasuk, penguasaan 25 kompetensi atau keterampilan kader posyandu.
“Dengan konsep ToT, kami harapkan kader ini dapat menularkan ilmunya kepada sesama kader lainnya sehingg tidak ada yang tertinggal,” jelasnya.
Lebih jauh, ia memaparkan, jika kegiatan dimulai pukul 8 pagi hingga 12 siang. Selama kegiatan, 30 peserta dibagi menjadi 6 kelompok dengan masing-masing terdiri dari 5 orang dan didampingi fasilitator.
Setelah pembukaan, diisi dengan pemaparan materi tentang berbagai aspek dalam mendeteksi hamil yang beresiko stunting. Setelah itu, masing-masing dari fasilitator akan mereview materi, saling berdiskusi, disusul penyegaran materi hingga evaluasi. Kegiatan ini disambut hangat oleh peserta, mereka nampak antusias mengikuti sesi kegiatan.

“Kami berharap kader bisa memberikan edukasi ke masyarakat dengan baik. Semakin bisa mendeteksi, bisa screening lebih awal, penyakit di masyarakat bisa dicegah,” lanjut Dewi.
Terlenih, kolaborasi internasional dengan Universiti Brunei Darussalam ini, juga memungkinkan kedua pihak saling berbagi ilmu dan praktik baik di bidang kebidanan, yang pada akhirnya akan mendukung kesejahteraan masyarakat.
Melalui kolaborasi internasional ini, Prodi Kebidanan dan Pendidikan Profesi Bidan Unair menunjukkan komitmennya dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam pengabdian kepada masyarakat.
Tak hanya itu, namun juga memperluas kerja sama internasional untuk mendukung kemajuan kesehatan. “Targetnya, kesehatan masyarakat semakin membaik, kader juga berkomitmen agar menjadi lebih baik lagi. Sebab, banyak sekali tantangan yang terjadi di lapangan. Terutama para kader dengan latar belakang mereka yang berbeda-beda,” tukasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter : Feni Yusnia
Editor: Darmadi Sasongko








