• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Museum De Javasche Bank.

De Javasche Bank yang berada di Surabaya, Jawa Timur. (Foto: Google Maps @don't look)

Gratis! Belajar Sejarah di Museum De Javasche Bank Surabaya: Bonus Ilmu soal Perbankan di Indonesia

Dwi Linda by Dwi Linda
2 years ago
in Pendidikan
0
Share on FacebookShare on Twitter

SURABAYA, Tugujatim.id – Kamu sedang berada di Kota Surabaya dan ingin berlibur sembari belajar mengenai sejarah Indonesia khususnya ketika masa pendudukan Belanda? Museum De Javasche Bank jadi salah satu pilihan tepat buat kamu!

Untuk menjelajahi sejarah, Museum De Javasche Bank hadir untuk memperlihatkan sistem perbankan masa pendudukan Belanda di Indonesia, khususnya di Surabaya. Yuk, simak informasi berikut ini sampai akhir!

You might also like

Polije

Mahasiswa Akuntansi Polije Enrico Indra Budianto Raih Gelar Gus Jember 2026

16/06/2026 11:30 AM
Sekolah Rakyat di Blitar.

Bangunan Sekolah Rakyat di Blitar Capai 70 Persen, Cari Calon Siswa Sulit Terkendala Izin Orang Tua

13/06/2026 2:25 PM

Awal Mula Perbankan di Hindia Belanda

Sejarah perbankan di Indonesia dimulai pada masa VOC (Vereenigde Oost-Indische Compagnie). VOC mendirikan De Bank van Leening di Batavia yang kini dikenal sebagai Jakarta pada 20 Agustus 1746. De Bank van Leening dirancang untuk membantu menyediakan pinjaman kepada masyarakat meski pada 1752, bank tersebut digabungkan menjadi De Bankcourant en Bank van Leening.

Puncak perkembangan perbankan baru terjadi pada 24 Januari 1828 ketika Raja Willem I mendirikan De Javasche Bank untuk mengatasi masalah keuangan setelah kebangkrutan VOC. De Javasche Bank diberi hak istimewa (octrooi) yang menjadikannya bank sirkulasi pertama di Asia. Melalui hak istimewa octrooi, De Javasche Bank diberi wewenang untuk mencetak dan mendistribusikan mata uang gulden di wilayah Hindia Belanda.

Baca Juga: Lima Rekomendasi Wisata Edukasi di Jember, Silakan Pilih Mau Berbayar Atau Gratis!

Untuk menjangkau lebih banyak wilayah, De Javasche Bank membuka cabang di kota-kota besar, seperti Surabaya, Semarang, Padang, Makassar, dan Solo. Cabang Surabaya yang didirikan pada 14 September 1829, menjadi salah satu yang paling menonjol. Pada awal 1900-an, bangunan asli cabang ini direnovasi menjadi lebih modern dan ramah terhadap iklim tropis, menjadikannya ikon arsitektur khas di Surabaya.

Transformasi Menjadi Bank Sentral

Pada awalnya, De Javasche Bank hanya bertugas sebagai bankir pemerintah kolonial. Namun, perannya berubah drastis setelah undang-undang pada 1922 memberikan wewenang monopoli pengeluaran uang. Perubahan penuh menjadi bank sentral berlangsung pada 1953 melalui Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1953 yang secara resmi mengubah De Javasche Bank menjadi Bank Indonesia.

Proses nasionalisasi De Javasche Bank tidak terlepas dari perjuangan kemerdekaan Indonesia. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 1951, Pemerintah Indonesia mengambil alih De Javasche Bank. Langkah ini menandai era baru bagi perbankan nasional dengan fokus melayani kepentingan masyarakat.

Dari Bank Jadi Museum

Gedung De Javasche Bank di Surabaya menjadi saksi perjalanan panjang perbankan di Indonesia. Dibangun ulang pada 1904, bangunan tersebut digunakan sebagai kantor Bank Indonesia hingga 1972 sebelum akhirnya digantikan oleh kantor baru di Jalan Pahlawan Nomor 105, Surabaya.

Namun, cerita gedung De Javasche Bank tidak berhenti di situ. Bangunan yang sebelumnya sudah menjadi cagar budaya ini resmi dijadikan Museum De Javasche Bank Surabaya pada 27 Januari 2012. Dengan desain tiga lantai, museum ini menampilkan berbagai koleksi bersejarah yang menarik untuk kamu kunjungi.

Lokasi dan Tarif Mengunjungi Museum De Javasche Bank

Museum De Javasche Bank berada di Jalan Garuda Nomor 1, Surabaya, terpaut enam kilometer dari Alun-Alun Kota Surabaya. Museum ini bisa kamu kunjungi setiap hari mulai pukul 08.00-16.00 WIB. Menariknya, tidak ada biaya masuk alias gratis!

Museum De Javasche Bank menyediakan fasilitas yang lengkap, seperti area parkir gratis, toilet bersih, dan musala. Ada juga jasa pemandu wisata yang akan menemanimu berkeliling sambil menceritakan kisah-kisah menarik dari masa lalu. Jika kamu merasa haus atau ingin beristirahat, tersedia kantin kecil yang menjual minuman ringan dengan harga terjangkau.

Baca Juga: Gus Barra-Rizal Tinggal Tunggu Waktu Penetapan Bupati dan Wakil Bupati Mojokerto Terpilih

Di dalam museum, kamu bisa melihat koleksi mata uang yang digunakan sejak masa Hindia Belanda hingga era reformasi. Tidak hanya itu, ada juga mesin-mesin perbankan kuno, seperti mesin pencetak uang, alat penyortir uang, dan pemotong kertas dari berbagai periode. Setiap benda memiliki cerita menarik yang membantumu untuk memahami perkembangan sistem keuangan di Indonesia.

Museum De Javasche Bank memberikan pengalaman istimewa bagi siapa saja yang ingin lebih memahami sejarah perbankan di Indonesia. Selain koleksinya yang bersejarah, arsitektur gedung ini juga menjadi daya tarik tersendiri. Desain tropisnya yang elegan menciptakan suasana unik untuk berfoto.

Jadi, jika kamu sedang berada di Surabaya atau merencanakan liburan ke kota ini, jangan lupa mampir ke Museum De Javasche Bank. Gratis, edukatif, dan pastinya seru! Sudah siap menjelajahinya?

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

Writer: Ebenhaezer Parningotan Silaban/Magang

Editor: Dwi Lindawati

Tags: Berita Kota Surabaya hari iniDestinasi wisata sejarah SurabayaKota Surabaya hari iniMuseum De Javasche Bank SurabayaWisata sejarah di Surabaya
Dwi Linda

Dwi Linda

Related Stories

Polije

Mahasiswa Akuntansi Polije Enrico Indra Budianto Raih Gelar Gus Jember 2026

by Mochamad Abdurrochim
16/06/2026 11:30 AM
0

JEMBER, Tugujatim.id – Prestasi membanggakan diraih mahasiswa Program Studi Akuntansi Sektor Publik Politeknik Negeri Jember (Polije), Enrico Indra Budianto. Mahasiswa...

Sekolah Rakyat di Blitar.

Bangunan Sekolah Rakyat di Blitar Capai 70 Persen, Cari Calon Siswa Sulit Terkendala Izin Orang Tua

by Dwi Linda
13/06/2026 2:25 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Pembangunan proyek strategis nasional Sekolah Rakyat (SR) di Kelurahan Kauman, Kota Blitar, kini mencapai progres fisik lebih...

UM

9.218 Mahasiswa UM Siap Mengabdi Lewat Program UM BBM 2026

by Mochamad Abdurrochim
13/06/2026 7:00 AM
0

MALANG, Tugujatim.id – Sebanyak 9.218 mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) resmi diberangkatkan untuk mengikuti program Universitas Negeri Malang Belajar Bersama...

UNEJ

Mahasiswa UNEJ Sulap Limbah Kulit Kopi Jadi Snack Bar Kaya Antioksidan

by Mochamad Abdurrochim
10/06/2026 10:30 PM
0

JEMBER, Tugujatim.id – Mahasiswa Program Studi Teknologi Hasil Pangan (THP) Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) UNEJ berhasil mengembangkan ChocoCara Bar. Chococara...

Next Post
Chalet Bromo 1

Wajib Dikunjungi! Chalet Bromo Restaurant Destinasi Kuliner Nuansa Bali di Malang

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID