• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
AJI Jember

AJI Jember memperingati 16 HAKTP yang berlangsung di Aula FIB Unej. (Foto: Diki Febrianto)

Aji Jember Soroti Peran Media dan Produk Jurnalistik Ramah Gender di Peringatan 16 HAKTP

Darmadi Sasongko by Darmadi Sasongko
1 year ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

JEMBER, Tugujatim.id – Puncak Peringatan 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (HAKTP), Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jember menyoroti peran media dalam memproduksi produk jurnalistik ramah gender.

AJI Jember dalam momen tersebut berfokus pada kekerasan terhadap perempuan hingga korban kekerasan seksual, yang tidak hanya dilakukan secara langsung, melainkan melalui narasi pemberitaan, bahkan gambar atau ilustrasi yang ditampilkan.

You might also like

Surabaya

Dishub Surabaya Pasang Foto Jukir di Rambu Parkir Digital

04/06/2026 8:52 PM
Bayi Laki-laki

Penemuan Bayi Laki-laki Dalam Tas Gegerkan Warga Rengel Tuban

04/06/2026 3:30 PM

Koordinator Divisi Gender, Anak, dan Kelompok Marginal AJI Jember, Mega Silvia menjelaskan bahwa, pentingnya memberikan edukasi soal produk jurnalistik ramah gender yang dimulai dari meja redaksi.

Mulai dari pemilihan ilustrasi yang tidak terbatas pada visual yang informatif, namun juga mempertimbangkan aspek humanis dan suportif terhadap korban kekerasan seksual maupun golongan yang termarginalisasi.

“Kita bersama-sama mencegah kekerasan seksual, mencegah kekerasan terhadap korban, dimulai dari meja redaksi, bagaimana membuat narasi yang ramah gender, bagaimana narasinya rama terhadap korban, kekerasan perempuan, termasuk ilustrasi yang ditampilkan rasa terhadap korban kekerasan,” ujar Mega Silvia pada Selasa (10/12/2024).

Dirinya juga menegaskan bahwa, pemilihan ilustrasi sangat penting dipertimbangan oleh tim redaksi, khususnya pada pemberitaan seputar korban kekerasan maupun pelecehan seksual. Pemilihan ilustrasi yang tidak tepat dapat berpotensi menimbulkan trauma terhadap korban.

“Contohnya seperti ilustrasi korban yang terpojokkan, menutup muka, kemudian pakaian compang-camping atau terbuka, itu malah menimbulkan stigma,” jelas Mega Silvia.

Oleh karena itu, lanjut Mega Sivia, perlunya penekanan oleh setiap tim redaksi di suatu media, untuk memilih ilustrasi yang mendukung korban kekerasan, agar bisa berdaya dan melawan. “Ilustrasi ramah perempuan adalah representasi yang berdaya,” kata Mega Silvia.

Setidaknya, dalam acara bertajuk Sketsa untuk Harapan dan Diskusi Interaktif: Ilustrasi Ramah Perempuan, Menghapus Luka Menggenggam Harapan itu, AJI Jember berkolaborasi dengan puluhan Organisasi Masyarakat (OMS) dan lembaga kampus yang konsen terhadap isu-isu gender.

“Tujuannya adalah untuk edukasi media dan seniman sebagai cara untuk meningkatkan kesadaran tentang prinsip ilustrasi ramah korban kekerasan seksual. Juga bentuk kampanye kesadaran dengan mengajak para desainer grafis, jurnalis, content creator, dan masyarakat luas untuk memahami pentingnya pemberitaan yang tidak menyakiti korban,” papar Mega Silvia.

Melalui acara tersebut, setidaknya ilustrasi yang ramah terhadap korban kekerasan harus memenuhi beberapa kriteria. (1) Melindungi martabat korban, seperti tidak menunjukkan eksploitasi tubuh, ekspresi ketakutan, atau adegan kekerasan yang vulgar.

Menggunakan simbol-simbol yang bermakna untuk menggambarkan pengalaman korban tanpa harus merekonstruksi kejadian traumatis secara visual. (2) menggambarkan pemulihan dan kekuatan, seperti fokus pada proses pemulihan korban, seperti menggambarkan perempuan yang berdiri tegak dengan latar penuh cahaya, memegang simbol harapan seperti buku, bunga, atau pena.

Memadukan elemen visual yang memberikan kesan perlindungan, solidaritas, dan pemberdayaan, misalnya lingkaran orang yang saling bergandengan tangan atau pohon kehidupan.

(3) Menghasilkan narasi menyalahkan korban, seperti tidak menyertakan elemen visual yang menyiratkan korban bersalah, seperti pakaian tertentu, ekspresi lemah, atau lingkungan yang rentan. Menggunakan pendekatan netral, yang memperlihatkan korban sebagai individu yang kuat dan bermartabat.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

 

Reporter : Diki Febrianto

Editor: Darmadi Sasongko

Tags: AJI JemberAliansi Jurnalis Independen AJI Jember
Darmadi Sasongko

Darmadi Sasongko

Related Stories

Surabaya

Dishub Surabaya Pasang Foto Jukir di Rambu Parkir Digital

by Mochamad Abdurrochim
04/06/2026 8:52 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id- Sebagai upaya meningkatkan transparansi Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, memasang foto juru parkir (jukir) pada rambu parkir digital di...

Bayi Laki-laki

Penemuan Bayi Laki-laki Dalam Tas Gegerkan Warga Rengel Tuban

by Mochamad Abdurrochim
04/06/2026 3:30 PM
0

TUBAN, Tugujatim.id – Warga Desa Rengel, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban digegerkan dengan penemuan bayi laki-laki dalam kondisi meninggal dunia di...

Event tahunan di Banyuwangi.

Alasan Tak Pernah Sepi Wisatawan, 7 Event Tahunan di Banyuwangi Ini Selalu Jadi Magnet Pengunjung

by Dwi Linda
04/06/2026 1:57 PM
0

BANYUWANGI, Tugujatim.id – Event tahunan di Banyuwangi, Jatim, jadi salah satu magnet wisata yang selalu ramai dikunjungi wisatawan. Selain memiliki...

Jemaah haji Kabupaten Malang.

Update 2 Jemaah Haji Kabupaten Malang Wafat di Makkah, Sakit Sempat Dirawat di RS

by Dwi Linda
04/06/2026 1:00 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Kabar duka datang dari dua jemaah haji Kabupaten Malang yang meninggal dunia di Makkah, Arab Saudi. Mereka...

Next Post
Tipsy Lion Malang

Tipsy Lion Malang: Tempat Nongkrong 'Naik Daun' Yang Wajib Dicoba

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID