TUBAN, Tugujatim.id – Kerusakan di Jalur Pantura Tuban, tepatnya di jalan Tuban-Surabaya kembali menelan korban. Dalam dua hari terakhir, belasan pengendara motor dilaporkan terjatuh akibat terjebak lubang-lubang besar yang menganga di ruas jalan ini.
Warga sekitar bahkan harus mengambil langkah darurat dengan memberikan tanda berupa pohon kecil dan karung berisi koral untuk menghindarkan pengendara dari kecelakaan.
“Pagi tadi saja sudah ada tiga korban yang terjatuh,” ujar Riyan Saputra, warga lingkungan Widengan, Kelurahan Gedongombo, Kecamatan Semanding, Tuban, Selasa (18/12/2024).
Baca Juga: 3 Rekomendasi Bakery Cafe Terbaik di Malang, Surganya bagi Pencinta Cake dan Pastry
Menurut Riyan, kondisi jalan di Jalur Pantura yang rusak sangat membahayakan, terutama saat malam hari. Dalam jarak sekitar 40 meter, ada sedikitnya tujuh titik lubang besar yang siap menjebak pengendara. Beberapa lubang bahkan memiliki kedalaman yang cukup untuk membuat kendaraan kehilangan kendali.

“Kami sudah dua kali memasang tanda di sini. Pertama sempat hancur ditabrak kendaraan. Jadi, tadi malam kami pasang lagi dengan pohon dan karung berisi koral supaya pengendara lebih waspada,” tambahnya.
Warga berharap pemerintah segera memperbaiki agar jalan ini tidak lagi menjadi momok bagi pengguna jalan.
“Kami tidak mau ada korban lagi. Ini sangat berbahaya, apalagi jalan ini selalu ramai dilalui kendaraan besar maupun kecil,” tegas Riyan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tindakan dari pihak terkait untuk memperbaiki kerusakan jalan di Jalur Pantura. Sementara itu, warga terus berinisiatif memasang tanda darurat sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan pengguna jalan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Mochamad Abdurrochim
Editor: Dwi Lindawati








