JEMBER, Tugujatim.id – Gerakan Pramuka Kwartir Daerah (Kwarda) Jawa Timur menggelar simulasi makan bergizi gratis (MBG) yang berlangsung di City Forest Arum Sabil, Rabu (08/01/2025). Di beberapa wilayah, program MBG telah berlangsung sejak Senin (06/01/2025). Sedangkan di Kabupaten Jember, akan dimulai pada Senin (13/01/2025).
Setidaknya, pada simulasi MBG yang dihadiri pejabat (Pj) Gubernur Jawa Timur itu, sebanyak 12 ribu paket makanan bergizi gratis didistribusikan ke beberapa sekolah di sekitar pusat Kabupaten Jember. Di mana, setiap paket makanan berisi karbohidrat berupa nasi dan lauk yang terdiri dari olahan daging, sayur mayur, buah, dan susu kemasan.
Baca Juga: Empat Orang Meninggal Dunia dalam Kecelakaan Rem Blong Bus Pariwisata asal Bali di Kota Batu
Ketua Pramuka Kwarda Jatim Arum Sabil menjelaskan, kegiatan simulasi tersebut merupakan hasil berkolaborasi dan sinergi dari berbagai pihak. Di mana, tujuannya untuk belajar bersama dalam mempersiapkan makan bergizi gratis yang akan segera berlangsung pada pekan depan.

“Ini yang perlu ditekankan, bukan cuma mempersiapkan makanan bergizi gratis, tetapi juga dipersiapkan makanan yang bergizi dan sehat,” ujar Arum Sabil pada Rabu (08/01/2025).
Dalam proses pembuatan MBG, Arum Sabil menekankan pada segala aspek, mulai dari kandungan gizi, kadar residu dari pestisida, hingga protein dari lauk yang diolah. Menurut dia, kadar residu pestisida yang terdapat pada sayur-sayuran harus diukur seminimal mungkin.
“Termasuk protein minimal itu dari telur dan ayam wajib ada,” tegasnya.
Baca Juga: Bus Pariwisata Diduga Rem Blong Tabrak Mobil dan Sepeda Motor di Kota Batu
Ada 16 instansi sekolah yang menjadi sasaran pada simulasi MBG kali ini, mulai dari jenjang sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah atas (SMA). Tidak luput dari perhatian yakni beberapa pondok pesantren (Ponpes) yang tersebar di Kabupaten Jember.
“Simulasi memasak makanan bergizi gratis termasuk pendistribusian, pramuka swadaya untuk bahan baku, TNI-Polri, dinsos, BPBD yang mempersiapkan sarana dan prasarana termasuk tenaga memasak,” sambung Arum Sabil.

Sedangkan Ketua DPRD Jember Ahmad Halim mengungkap, pihaknya akan berfungsi sebagai pengawas yang akan mengawal kebijakan Presiden RI Prabowo Subianto.
“Di tanggal 13 nanti direalisasikan. Sementara satuan teknis penanganan gizinya baru ada satu di wilayah patrang yang hanya bisa mencakup sebanyak 3.000-an pelajar,” jelas Ahmad Hami.
Dia menyebut, di Kabupaten Jember dibutuhkan sebanyak 130 dapur untuk memenuhi keberlangsungan program MBG. Di samping itu, dia juga mengaku telah menyiapkan anggaran mencapai Rp10 miliar untuk mendukung program tersebut.
Karena itu, diperlukan koordinasi dengan berbagai pihak, khususnya Badan Gizi Nasional (BGN) yang melaksanakan program MBG secara teknis.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Diki Febrianto
Editor: Dwi Lindawati








