MOJOKERTO, Tugujatim.id – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Mojokerto Kota bersama jajaran terkait menandai jalan berlubang menggunakan cat semprot warna putih agar pengendara yang melintas lebih waspada dan berhati-hati. Kondisi jalan nasional rusak dan berlubang ditemui di sejumlah lokasi di Kota Mojokerto.
Pemberian tanda pada jalan berlubang dan rusak sebab ini menjadi bagian dari pelaksanaan Operasi Keselamatan Semeru yang dimulai sejak Senin (10/02/2025) hingga Minggu (23/02/2025) mendatang. Pemberian tanda tersebut bertujuan mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas.
“Berdasarkan arahan Kapolres Mojokerto Kota, kami menandai lubang-lubang jalan yang rusak, agar masyarakat yang sedang melintas waspada dan berhati-hati serta mengenali adanya lubang pada jalan-jalan tersebut, terutama bagi pengendara kendaraan roda dua,” terang Kasat Lantas Polres Mojokerto Kota, AKP Mulyani, Rabu (12/02/2025).
BACA JUGA: Operasi Keselamatan Semeru 2025 Digelar 14 Hari, Berikut Sasaran Targetnya
Tidak hanya melakukan pemberian tanda, polisi turut berkoordinasi dengan jajaran terkait guna melakukan percepatan perbaikan jalan berlubang dan rusak. “Kami juga menggandeng jajaran terkait supaya perbaikan atau penambalan jalan-jalan yang berlubang bisa lebih cepat,” tandas Mulyani.
Selama Operasi Keselamatan Semeru 2025 berlangsung, Mulyani berharap angka kecelakaan lalu lintas bisa menurun bahkan minim. “Selama operasi (Keselamatan Semeru 2025), kami harap tidak terdapat kecelakaan lalu lintas,” lanjutnya.
Diketahui, lokasi pemberian tanda jalan berlubang dan rusak tersebut dilakukan pada beberapa titiktitik jalur nasional. Tak hanya jalan yang masuk wilayah Kota Mojokerto, beberapa titik jalan rusak seperti di Mirip, Jetis, Kabupaten Mojokerto juga ditandai dengan cat semprot berwarna putih.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter : Hanif Nanda Zakaria
Editor: Darmadi Sasongko








