• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Tanaman bonsai.

Koleksi bonsai milik Kak Acing di pekarangan rumahnya di Jember. (Foto: Diki Febrianto/Tugu Jatim)

Cerita Kak Acing, Pembudidaya Tanaman Bonsai di Jember Pamer Keindahan hingga Tantangan Merawat Pohon Kerdil

Dwi Linda by Dwi Linda
1 year ago
in Featured
0
Share on FacebookShare on Twitter

JEMBER, Tugujatim.id – Di Jember, Jawa Timur, tanaman bonsai bukan hanya sekadar tanaman hias, tetapi lebih dari itu. Tanaman ini menjadi salah satu cara hidup banyak orang yang menikmati seni serta ketelatenan dalam perawatannya.

Salah satu tokoh pembudidaya tanaman bonsai asal Desa Cangkring, Kecamatan Jenggawah, Akhmad Hasin, atau yang akrab disapa Kak Acing, berbagi pandangannya terkait seni merawat pohon kerdil yang kini banyak digemari.

You might also like

Teras Semeru.

Mengenal Muhammad Syafi’i, Santri Sukses Berdayakan Warga Kampung berkat Rumah Makan Teras Semeru Lumajang yang Viral

06/07/2026 5:13 PM
Blitar

Kisah Anak Buruh Setrika di Kota Blitar Menjemput Asa Lewat Sekolah Rakyat

26/06/2026 10:54 PM

Menurut Kak Acing, tanaman bonsai merupakan medium untuk menghadirkan keindahan alam dalam bentuk yang lebih kecil dan lebih dekat.

Baca Juga: Cantik! 11 Rekomendasi Dekorasi di Kantor Low Budget: Biar Makin Semangat Kerja Tambah Bonsai Estetik

“Merawat bonsai bukan sekadar masalah tumbuh kembang, tetapi seni membentuk karakter pohon agar tetap indah dan menarik,” tutur Kak Acing saat ditemui Tugujatim.id di kediamannya pada Selasa (18/02/2025).

Butuh Keterampilan Khusus Rawat Bonsai

Menurut dia, proses perawatan bonsai melibatkan kesabaran yang luar biasa serta keterampilan khusus agar tanaman dapat tumbuh sesuai dengan keinginan. Setiap elemen dalam perawatan, mulai dari pemilihan media tanam hingga pemberian pupuk yang tepat, tentunya harus diperhatikan secara cermat.

Di antara banyak cara, Kak Acing menilai, menjaga kelengkungan ranting dan dahan, tergantung bagaimana menjadikannya lebih lebat, membutuhkan keterampilan teknis dan waktu panjang. Kebanyakan pembudidaya bonsai menemukan bibit pohon cerdas tersebut dari hutan, meskipun ada juga yang sedari awal membentuk pohon bonsai dengan belajar menyusun setiap cabang dan akar dengan cermat.

Tanaman bonsai di Jember.
Keindahan bonsai yang dirawat Kak Acing. (Foto: Diki Febrianto/Tugu Jatim)

Proses pembentukannya bisa memakan waktu satu hingga dua tahun untuk bonsai kecil atau lebih lama untuk jenis yang lebih besar, bahkan bisa mencapai usia tiga tahun untuk mencapai bentuk yang sempurna.

Kak Acing juga berpendapat, meski membudidayakan bonsai cukup mengasyikkan, namun ada tantangan terkait jenis bonsai yang mudah mati meski bernilai tinggi, juga sebaliknya jenis yang terjangkau namun membutuhkan perawatan lebih rumit.

Dengan segala tantangan itu, meski risikonya cukup besar, popularitas dan penggemar tanaman bonsai di Jember tidak kunjung redup. Bahkan, sejumlah kontes bonsai yang sering digelar mengundang antusiasme tinggi para pembudidaya dari berbagai kategori.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

Writer: Diki Febrianto

Editor: Dwi Lindawati

Tags: berita jember hari iniBonsai di JemberCara merawat bonsai JemberJemberJember hari iniTanaman bonsai di Jember
Dwi Linda

Dwi Linda

Related Stories

Teras Semeru.

Mengenal Muhammad Syafi’i, Santri Sukses Berdayakan Warga Kampung berkat Rumah Makan Teras Semeru Lumajang yang Viral

by Dwi Linda
06/07/2026 5:13 PM
0

LUMAJANG, Tugujatim.id – Di balik meroketnya angka kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) di Kabupaten Lumajang selama libur Lebaran 2026, ada satu...

Blitar

Kisah Anak Buruh Setrika di Kota Blitar Menjemput Asa Lewat Sekolah Rakyat

by Mochamad Abdurrochim
26/06/2026 10:54 PM
0

"Sedih rasanya melihat teman-teman lain berseragam. Tapi saya harus sabar, menepi dulu demi bantu orang tua. Saya jualan es teh....

Sekolah Rakyat.

Menolak Padam, Asa Baru Silvia dan “The Invisible People” dari Bangku Sekolah Rakyat

by Dwi Linda
26/06/2026 5:47 PM
0

"Ada banyak pahlawan dalam kamus hidup Silvia Putri Cahyani, pelajar 14 tahun di Kota Batu, Jawa Timur. Paman dan bibinya,...

Bupati Sidoarjo.

Terharu! Bocah Usia 7 Tahun Luka Bakar 46 Persen, Bupati Sidoarjo Subandi Siapkan Pengobatan hingga Pekerjaan untuk sang Ayah

by Dwi Linda
16/06/2026 9:24 PM
0

SIDOARJO, Tugujatim.id – Bupati Sidoarjo H. Subandi menjenguk Izzan, 7, bocah yang mengalami luka bakar hingga 46 persen dan kini...

Next Post
Flare.

Flare Menyala di Stadion Tuban, Kapolres Bantah Lalai, Persela Lamongan Tunggu Sanksi

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID